Sport Tourism dan Industri Olahraga Jadi Penyumbang Ekonomi Baru Indonesia
Sport Tourism dan Industri Olahraga Kini – Dalam era ekonomi global yang semakin dinamis, sport tourism dan industri olahraga (sport industry) muncul sebagai dua sektor yang menjanjikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional Indonesia. Berdasarkan studi dari perusahaan Danantara Indonesia, kegiatan berbasis olahraga, seperti acara maraton, kompetisi olahraga internasional, dan festival olahraga, mulai menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan pertumbuhan jumlah peserta dan peningkatan investasi, sport tourism dan industri olahraga kini dianggap sebagai motor baru yang mendorong perekonomian Indonesia, terutama dalam bidang pariwisata dan kreatif.
Pengembangan Sport Tourism di Indonesia
Sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat pariwisata, sport tourism di Indonesia terus mengalami perluasan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga, telah mengeluarkan kebijakan yang memfasilitasi penyelenggaraan event olahraga skala besar. Salah satu contoh terbaru adalah BTN Jakarta International Marathon (BTN Jakim) 2026, yang menunjukkan bahwa kota besar seperti Jakarta dapat menjadi pusat pertumbuhan sport tourism. Acara ini tidak hanya menarik ribuan peserta dari dalam dan luar negeri, tetapi juga menggerakkan sektor lokal seperti perhotelan, transportasi, dan kuliner.
“Sport tourism dan industri olahraga bukan hanya sekadar aktivitas rekreasi, tetapi menjadi peluang ekonomi yang signifikan. Di BTN Jakim 2026, kita melihat potensi besar untuk menarik investasi dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional,” jelas Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Senin (15/6/2026).
Industri Olahraga sebagai Pendorong Ekonomi
Sementara itu, industri olahraga sendiri juga semakin berkembang. Dengan adanya peningkatan minat masyarakat terhadap olahraga, khususnya di bidang teknologi, pemasaran, dan fasilitas olahraga, industri ini berpotensi menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan daerah. Tahun ini, pemerintah berencana untuk mengembangkan infrastruktur olahraga seperti stadion, pusat latihan, dan arena kompetisi, yang akan mendukung pertumbuhan industri tersebut. Selain itu, kerja sama antara sektor pemerintah dan swasta menjadi kunci untuk mengoptimalkan peluang ekonomi dari sport tourism dan industri olahraga.
Dari sisi ekonomi, industri olahraga telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada tahun 2025, kontribusi sektor ini mencapai Rp 15 triliun, terutama melalui kegiatan seperti kompetisi sepak bola, kejuaraan bulutangkis, dan acara olahraga lainnya. Di samping itu, sport tourism berperan penting dalam meningkatkan pendapatan dari wisatawan yang datang untuk menonton atau berpartisipasi dalam event olahraga. Dony Oskaria menegaskan bahwa sport tourism dan industri olahraga harus dikembangkan secara bersamaan untuk menciptakan dampak yang lebih luas.
Di luar acara maraton, sport tourism juga melibatkan kegiatan seperti camping dan hiking yang semakin populer di kalangan wisatawan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pariwisata olahraga mengalami pertumbuhan sebesar 12% pada periode 2024-2025. Event-event seperti ini tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memperkuat identitas nasional sebagai destinasi yang kreatif dan sehat. Dengan sport tourism dan industri olahraga yang terus berkembang, ekonomi Indonesia bisa menikmati keuntungan jangka panjang.
Interaksi Antara Sport Tourism dan Industri Olahraga
Interaksi antara sport tourism dan industri olahraga semakin erat, terutama dalam membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Perusahaan Danantara Indonesia, sebagai mitra dalam pengembangan event, memperlihatkan bahwa kedua sektor ini saling melengkapi. Industri olahraga menghasilkan fasilitas dan layanan yang dibutuhkan oleh sport tourism, sementara sport tourism memberikan kesempatan untuk menjangkau pasar internasional. Hal ini menciptakan peluang ekonomi baru, terutama bagi UMKM yang terlibat dalam penyelenggaraan acara olahraga.
Dony Oskaria menambahkan bahwa sport tourism dan industri olahraga juga mendorong inovasi di bidang teknologi dan keberlanjutan. Misalnya, acara olahraga yang digelar secara ramah lingkungan dapat meningkatkan citra Indonesia sebagai negara yang peduli pada isu klimatik. Selain itu, sport tourism dan industri olahraga berpotensi menarik investasi asing, terutama dari industri pariwisata dan kreatif. Dengan strategi yang tepat, kedua sektor ini bisa menjadi penggerak utama dalam perekonomian nasional.
Menurut Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, sport tourism dan industri olahraga merupakan dua komponen penting dalam mengembangkan ekonomi Indonesia. Ia menekankan bahwa kegiatan olahraga skala besar, seperti BTN Jakim 2026, harus diikuti dengan pembangunan infrastruktur yang memadai. “Sport tourism dan industri olahraga adalah dua pilar yang saling berkaitan dan bisa menyerap banyak tenaga kerja,” ujarnya.
Dengan kombinasi antara sport tourism dan industri olahraga, Indonesia diharapkan bisa meningkatkan pendapatan dari wisatawan serta menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu, kedua sektor ini juga bisa mendukung pengembangan kreativitas lokal, seperti desain event, media olahraga, dan peran seni dalam menyemarakkan pertandingan. Dony Oskaria optimis bahwa upaya yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan seperti Danantara Indonesia akan menjadi contoh bagus dalam memperkuat ekonomi melalui sport tourism dan industri olahraga.
