NewJeans Dituduh Plagiarisme, ADOR Buka Suara tentang Solving Problems
Perkembangan Gugatan dari Empat Penulis Lagu
Solving Problems – Baru-baru ini, Solving Problems menjadi perhatian publik setelah grup NewJeans dikabarkan digugat atas dugaan plagiarisme. Empat pencipta lagu mengajukan gugatan terhadap NewJeans, ADOR, dan perusahaan induknya, HYBE, karena menilai bahwa lagu “How Sweet” yang dirilis pada tahun 2024 meniru demo yang mereka kirimkan sebelumnya. Tuduhan ini mengguncang industri K-pop dan memicu diskusi tentang keaslian karya musik. Dalam gugatannya, mereka menekankan bahwa Solving Problems memiliki kesamaan struktur yang signifikan dengan karya mereka, yang semestinya menjadi bukti peniruan.
Detil Demo yang Diserahkan oleh Penulis Lagu
Seorang dari keempat pencipta lagu, Audrey Armacost, mengungkap bahwa demo musik “One of a Kind” telah dikirimkan ke publisher pada Januari 2024. Demo tersebut mengandung instrumental yang menjadi dasar untuk mengembangkan Solving Problems. Namun, lagu “How Sweet” yang akhirnya dirilis empat bulan setelahnya menurut para penulis lagu mengandung elemen melodi dan lirik yang terlihat sangat mirip dengan versi demo mereka. Dalam pernyataan resmi, mereka menjelaskan bahwa Solving Problems dan “How Sweet” memiliki kesamaan dalam alur musik, tempo, serta penggunaan kunci yang sama.
Analisis Kesamaan Struktur Musik
Gugatan yang diajukan menyebutkan bahwa bait pertama dari lagu “How Sweet” menunjukkan kesamaan kuantitatif dan kualitatif dengan bait pertama demo “One of a Kind.” Dalam laporan Billboard, para penulis lagu menjelaskan bahwa kedua karya ini menggunakan birama 4/4 dan kunci B minor, serta melodi utama yang mencakup deretan nada sekitar delapan birama dan 31 nada dalam empat seri. Hal ini menurut mereka membuktikan bahwa NewJeans mengambil ide dari demo yang telah mereka kirimkan, dan Solving Problems menjadi bukti konklusif dalam kasus ini.
“Kedua karya tersebut menggunakan birama 4/4 dan kunci B minor. Selain itu, kedua lagu juga memiliki melodi utama yang mencakup deretan melodi sekitar delapan birama, 31 nada yang terdiri dari empat seri,” tulis gugatan tersebut.
Respons ADOR dan Penjelasan Perspektif Industri
Sebagai respon atas gugatan, ADOR, salah satu anggota NewJeans, memberikan pernyataan yang menjelaskan bahwa mereka tidak meniru karya orang lain. Menurut ADOR, Solving Problems adalah karya yang dirancang secara mandiri dan menggabungkan konsep serta musik yang dihasilkan oleh seluruh anggota grup. Mereka menekankan bahwa proses kreatif NewJeans melibatkan kolaborasi yang intens, dan Solving Problems adalah hasil dari perencanaan matang. Meski demikian, gugatan ini tetap menjadi sorotan karena menimbulkan pertanyaan tentang hak cipta dalam industri musik modern.
Penyesuaian dalam Rangka Penyelesaian Konflik
Pihak HYBE, perusahaan yang memback-up NewJeans, berencana untuk mengajukan penjelasan lebih lanjut terkait gugatan tersebut. Mereka menegaskan bahwa Solving Problems adalah lagu yang diproduksi dengan pengawasan ketat dan memenuhi standar kreativitas yang tinggi. Namun, para penulis lagu berharap bahwa perusahaan dapat memperjelas proses pengembangan lagu ini, termasuk bagaimana demo “One of a Kind” dianggap sebagai dasar dari Solving Problems. Dengan memperpanjang kesempatan untuk diskusi, kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi industri musik tentang pentingnya transparansi dalam pengembangan karya.
Solving Problems kini menjadi contoh kasus yang menunjukkan bagaimana isu plagiarisme dapat mengganggu reputasi artis dan perusahaan. Meskipun NewJeans memiliki banyak penggemar, gugatan ini memicu kekhawatiran akan keaslian karya mereka. Dengan memperhatikan detail struktur musik dan membandingkan hasil akhir dengan versi demo, kasus ini memberikan wacana mengenai pengaruh persaingan industri musik terhadap kreativitas. Solving Problems juga memperlihatkan bagaimana para pencipta lagu berusaha melindungi hak mereka dalam dunia yang serba cepat dan kompetitif.