RANS Mengklaim Tidak Terlibat dalam Rumor Pencucian Uang
Key Issue – Jakarta, Jumat (10/7/2026) – Setelah resmi melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) secara aktif membuka suara terkait rumor pencucian uang yang beredar di publik. Perusahaan ini menegaskan bahwa isu tersebut lebih mengarah pada persepsi masyarakat dibandingkan fakta yang terukur. RANS menilai bahwa keberadaannya di pasar modal mencerminkan transparansi dan keterbukaan yang sejalan dengan standar regulasi. “Kita tidak hanya memenuhi syarat, tapi juga menjelaskan setiap langkah dalam proses IPO sebagai bagian dari Key Issue dalam menegaskan reputasi kami,” ujar Darwin Cyril Noerhadi, Komisaris Utama RANS, dalam wawancara terkini.
Proses IPO dan Kesesuaian dengan Regulasi
RANS mengungkapkan bahwa seluruh proses IPO telah dipastikan sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam rangka Key Issue ini, perusahaan menyampaikan bahwa transparansi informasi dan pengungkapan kepemilikan saham adalah komitmen utama. Menurut Cyril, salah satu aspek yang menjadi fokus dalam Key Issue adalah memenuhi persyaratan minimum free float sebesar 15 persen, serta mengungkap kepemilikan saham yang melebihi 1 persen. “Key Issue ini menjadi bukti bahwa RANS tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada akuntabilitas keuangan,” tambahnya.
“Dengan memperhatikan semua regulasi yang berlaku, RANS menegaskan bahwa keberadaannya di bursa adalah hasil dari proses yang jujur dan terbuka,” kata Cyril. Ia menjelaskan bahwa selama proses IPO, perusahaan melibatkan tim auditor dan notaris untuk memastikan semua dokumen keuangan dibuat secara benar dan lengkap. Pernyataan ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor dan masyarakat terhadap bisnis RANS.
Keterbukaan Informasi dalam Penawaran IPO
Dalam Key Issue mengenai keterbukaan informasi, RANS menjelaskan bahwa setiap data yang diperlukan untuk IPO sudah disampaikan secara rinci kepada publik. Menurut Cyril, perusahaan berkomitmen untuk tetap menjaga transparansi, termasuk dalam pengungkapan aset, pendapatan, dan rencana pengembangan jangka panjang. “Key Issue ini menjadi penjelasan bahwa RANS tidak hanya mengikuti aturan, tetapi juga menjadi contoh untuk bisnis lain dalam meningkatkan keterbukaan,” ujarnya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kepemilikan saham yang mencapai lebih dari 20 persen. Cyril menegaskan bahwa persentase ini tidak mencerminkan dominasi pihak tertentu, melainkan sebagai bukti bahwa RANS berhasil menarik minat investor. “Key Issue yang terkait dengan transparansi kepemilikan saham sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik,” tambahnya. Dengan demikian, RANS percaya bahwa IPO-nya bukan sekadar keberhasilan bisnis, tetapi juga langkah untuk mendorong reformasi pasar modal.
Kontribusi Emtek dan Pertumbuhan RANS
Key Issue tentang keterbukaan dan kepercayaan investor juga dibuktikan oleh kerja sama strategis RANS dengan Emtek. Dalam 2021, Emtek menginvestasikan sekitar Rp248 miliar untuk mengakuisisi 17-18 persen saham RANS, yang pada saat itu memberikan valuasi sekitar Rp1,3 triliun. Kini, dengan adanya IPO, nilai pasar RANS telah meningkat hingga lebih dari Rp2 triliun. “Key Issue ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap RANS sangat kuat, bahkan dalam menghadapi berbagai rumor,” kata Cyril.
“Kemitraan dengan Emtek adalah salah satu bukti bahwa RANS mampu menjaga kualitas keuangan dan reputasi yang baik. Kami tetap fokus pada peningkatan kinerja, sehingga investor tidak perlu khawatir mengenai transparansi dan akuntabilitas perusahaan,” ujar Cyril. Dengan penawaran IPO, RANS berharap mampu memperkuat fondasi keuangan dan menjawab berbagai pertanyaan yang muncul selama ini.
Langkah-Langkah untuk Menjaga Kredibilitas
RANS berkomitmen untuk terus meningkatkan kredibilitasnya dalam Key Issue pencucian uang. Perusahaan mengungkapkan bahwa seluruh dana yang dihimpun dari IPO akan digunakan untuk pengembangan proyek-proyek strategis, termasuk ekspansi bisnis dan investasi di sektor kreatif. “Key Issue ini tidak hanya tentang menyampaikan fakta, tetapi juga tentang menunjukkan komitmen terhadap perekonomian Indonesia,” katanya.
Cyril menambahkan bahwa perusahaan sudah memperkuat sistem pengawasan internal dan eksternal. Dengan mengajak pihak independen untuk melakukan audit, RANS mencoba memastikan bahwa semua transaksi keuangan diakui secara objektif. “Key Issue ini menjadi bentuk komunikasi yang terbuka, agar masyarakat dapat memahami langkah-langkah kami dalam menjaga integritas keuangan,” tuturnya.
Dalam rangka memperkuat kepercayaan publik, RANS juga berencana mengadakan pertemuan rutin dengan investor dan pihak terkait untuk menjelaskan setiap aspek keuangan secara detail. “Key Issue ini bukan sekadar respons terhadap rumor, tetapi juga bagian dari strategi kami untuk menjaga reputasi di pasar modal,” ujar Cyril. Dengan demikian, RANS yakin bahwa transparansi dan keterbukaan informasi akan menjadi penentu utama keberhasilan IPO dan proyek yang dilakukan perusahaan.
