News

2 Pria Nekat Masuk Lubang Pendingin Mesin Curi Kabel Senilai Ratusan Juta di Bekasi

2 Pria Nekat Masuk Lubang Pendingin Mesin Curi Kabel Senilai Ratusan Juta di Bekasi

2 Pria Nekat Masuk Lubang Pendingin – Dalam sebuah aksi pencurian yang terjadi di kawasan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, dua pria nekat memasuki lubang pendingin mesin genset untuk mencuri kabel senilai ratusan juta rupiah. Peristiwa ini mengejutkan petugas keamanan yang sedang melakukan inspeksi rutin, karena aksi para pelaku tidak terduga dan dilakukan dengan cara yang sangat cerdik.

Cerita Penangkapan Pelaku

Aksi pencurian tersebut terungkap pada dini hari Kamis (9/7) lalu, saat petugas keamanan menemukan kejanggalan selama pemeriksaan di area power house. Suara mencurigakan terdengar dari dalam bangunan, lalu mereka menemukan potongan kabel yang tergeletak di atas panel. “Saat pengecekan, suara aneh dan keberadaan kabel di atas panel mengarah pada adanya aktivitas mencurigakan,”

ujar Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Minggu (12/7/2026).

Dalam upaya menangkap pelaku, petugas keamanan melakukan penyisiran di dalam area. Mereka menemukan tangga dekat dinding pembatas antara Pollux Mall dan SPBU, yang menjadi titik masuk para pencuri. “Kedua pelaku diduga masuk melalui lubang pendingin mesin genset, lalu memotong kabel secara diam-diam,”

terangkai Budi, saat memberikan keterangan tambahan.

Dampak serta Upaya Pencegahan

Dari hasil operasi, dua pelaku berhasil ditangkap bersama barang bukti yang mencakup kabel FRC sepanjang 40 meter dan kabel lainnya sekitar 200 meter. Alat-alat seperti tang, pisau cutter, dan tespen juga disita. Penemuan ini memperlihatkan bahwa aksi pencurian tidak hanya dilakukan secara cepat, tetapi juga terencana dengan baik.

Penggunaan lubang pendingin mesin genset sebagai titik masuk menunjukkan keahlian para pelaku dalam memanfaatkan celah keamanan. “Keberadaan lubang pendingin memberi peluang bagi pelaku untuk menyelinap dan mengambil kabel tanpa terlihat,”

catat Budi, menambahkan bahwa kejadian ini bisa terjadi karena kurangnya pengawasan di area tertentu.

Para pelaku ini diduga menggunakan alat-alat sederhana untuk memotong kabel dan membawa hasil pencurian ke luar. Kabel yang dicuri digunakan untuk keperluan penjualan atau penggunaan pribadi, dengan nilai hingga ratusan juta rupiah. “Kabel merupakan komoditas yang banyak dicari, terutama di pasar gelap,”

terangkai Budi, menjelaskan pentingnya kabel dalam ekonomi daerah.

Analisis Tindakan serta Tindak Lanjut

Kejadian ini menunjukkan bahwa kriminalitas pencurian kabel masih marak di Kabupaten Bekasi, terutama di area industri dan perbelanjaan. Para pelaku memanfaatkan waktu malam hari dan kegelapan untuk melakukan aksinya. “Lubang pendingin yang sering diabaikan oleh petugas menjadi target utama,”

ujar Budi, meminta rekomendasi untuk meningkatkan pengawasan di lokasi serupa.

Pasca penangkapan, petugas keamanan dan polisi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif dan alur aksi para pelaku. Dalam beberapa hari terakhir, beberapa kasus serupa telah terjadi di wilayah sekitar, menunjukkan adanya kecenderungan para pelaku untuk beroperasi secara berkelompok. “Tindakan ini membutuhkan persiapan matang dan perencanaan yang baik,”

tegas Budi, memberikan gambaran bahwa para pelaku bukan sekadar orang biasa.

Kabel yang dicuri berdampak signifikan bagi pengelola tempat dan masyarakat sekitar, karena kehilangan ini menyebabkan gangguan pada sistem listrik. “Kita sedang investigasi untuk mengetahui besarnya kerugian yang dialami,”

lanjut Budi, menjelaskan bahwa kabel ini digunakan untuk kebutuhan operasional yang vital. Penyelundupan kabel ini tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga memicu kekhawatiran akan keamanan di sekitar kawasan industri.

Leave a Comment