DPRD Kota Bandung Apresiasi PKM FEB Universitas Widyatama, Dorong Warga Binaan Jadi Ecopreneur
Table of Contents
Tim PKM FEB Universitas Widyatama Bawa Program Ecopreneurship ke Lapas Perempuan Bandung
Partaiberita.com – Sebuah inisiatif pemberdayaan ekonomi berbasis daur ulang limbah plastik rumah tangga digelar di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung pada Selasa, 18 Agustus 2026. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang mengusung tema “Ecopreneurship Berbasis Daur Ulang Limbah Plastik Rumah Tangga sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Warga Binaan” ini merupakan karya Kelompok Cabang Keilmuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyatama.
Tim Pelaksana dan Kehadiran Pihak Terkait
Keberangkatan program ini dipimpin langsung oleh Rima Rahmayanti sebagai ketua tim. Anggota yang mendampingi antara lain Shinta Oktafien, Pipin Sukandi, Imanirrahma Salsabil, Nina Nurani, Darwis Agustriyana, Dwinto Martri Aji Buana, Indra Taruna Anggapradja, Nabila Tri Hapsari Najwar, dan Isra Detia Haloho. Menariknya, Radea Respati Paramudhita turut serta sebagai bagian dari tim sekaligus hadir dalam kapasitas resminya selaku Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung.
Dukungan pemerintah daerah juga terasa jelas dalam kegiatan tersebut. Perwakilan dari Sekretariat DPRD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta unsur kewilayahan setempat hadir untuk mendampingi jalannya program.
Penilaian Ketua Komisi I: Keterampilan Saja Tidak Cukup
Dalam keterangannya, Radea menegaskan bahwa kegiatan semacam ini merupakan langkah nyata untuk mengasah keterampilan, menumbuhkan kreativitas, dan membangun kemandirian ekonomi warga binaan—khususnya perempuan—dengan mengubah limbah plastik rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual.
Pemberdayaan warga binaan tidak cukup hanya dilakukan melalui pemberian keterampilan teknis. Diperlukan juga ekosistem yang mampu menghubungkan proses pelatihan, pengembangan produk, hingga pemasaran, sehingga hasil karya warga binaan dapat memberikan manfaat ekonomi secara nyata.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa keberhasilan program tidak berhenti pada tahap pelatihan semata. Rantai nilai yang utuh—mulai dari pendampingan teknis, pengolahan produk, sampai akses pasar—harus terbangun agar keterampilan yang diperoleh warga binaan benar-benar bertransformasi menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is DPRD Kota Bandung Apresiasi PKM FEB Universitas?
DPRD Kota Bandung Apresiasi PKM FEB Universitas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does DPRD Kota Bandung Apresiasi PKM FEB Universitas matter?
DPRD Kota Bandung Apresiasi PKM FEB Universitas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
