News

Petugas Kesulitan Padamkan Karhutla Gunung Wilis, Medan Curam Jadi Kendala

kebakaran_hutan_dan_lahan-0AYy_large

Api Masih Bertahan di Puncak Gunung Wilis

Partaiberita.com – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Wilis, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, masih berlanjut hingga Sabtu, 19 September 2026. Sejumlah titik api belum dapat dipadamkan sepenuhnya karena berada di area puncak dengan akses yang berat dan kondisi lereng yang curam.

Kebakaran terjadi di wilayah Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan. Petugas gabungan harus menghadapi tantangan medan saat mendekati lokasi api, terutama pada bagian pegunungan yang sulit dijangkau melalui jalur biasa. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman memerlukan pengaturan langkah yang lebih hati-hati.

Kebakaran Berlangsung Sejak 16 September

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa kebakaran di kawasan tersebut telah berlangsung sejak Rabu, 16 September 2026. Lokasi terdampak tercatat berada di Petak 24, RPH Gedangklutuk, BKPH Pace, KPH Kediri.

Di lapangan, BPBD Nganjuk dan unsur gabungan melakukan langkah pengendalian api melalui pembuatan sekat bakar atau ilaran. Metode ini digunakan untuk membatasi kemungkinan api menjalar ke area lain di sekitarnya, khususnya ketika titik kebakaran berada di bentang alam yang tidak mudah dilalui.

“BPBD Nganjuk bersama tim gabungan melaksanakan pemadaman dengan membuat skat bakar atau ilaran,” kata Berton dalam keterangan resminya, Sabtu (19/9/2026).

Pembuatan sekat bakar menjadi bagian penting dari penanganan di lokasi yang memiliki kendala akses. Ketika petugas tidak dapat langsung mencapai seluruh area yang terbakar dengan cepat, pembatasan jalur rambatan api dapat membantu mempersempit ruang pergerakan api sambil pemadaman terus dilakukan.

Drone Penyemprot Dikerahkan

Selain membangun ilaran, tim juga berupaya memadamkan api dengan dukungan drone penyemprot milik Dinas Pertanian. Penggunaan perangkat tersebut dimaksudkan untuk membantu menjangkau titik yang sulit didekati secara langsung oleh personel di lapangan.

Kondisi geografis Gunung Wilis menjadi faktor utama yang memengaruhi operasi pemadaman. Lereng curam dan posisi api di kawasan puncak membuat mobilisasi petugas maupun perlengkapan membutuhkan waktu serta perencanaan yang lebih cermat. Keselamatan personel tetap menjadi hal penting ketika penanganan dilakukan di wilayah pegunungan.

Penanganan kebakaran di kawasan hutan tidak hanya berfokus pada api yang terlihat. Petugas juga perlu memastikan area di sekitar titik kebakaran tidak menjadi jalur perluasan api. Karena itu, upaya pemadaman dan pembuatan pembatas dilakukan bersamaan untuk menekan risiko api bergerak ke lokasi lain.

Satu Titik Api Telah Berhasil Dipadamkan

Di tengah operasi yang masih berjalan, perkembangan positif telah terjadi di Petak 47B, RPH Kare, BKPH Wilis Utara. Titik api di lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan pada Jumat, 18 September 2026.

Meski demikian, api masih dilaporkan menyala di area puncak Gunung Wilis. Fokus penanganan pun tetap diarahkan pada titik yang belum padam, dengan mempertimbangkan kesulitan medan dan kebutuhan untuk mengendalikan kebakaran secara bertahap.

Perbedaan kondisi antarpetak menunjukkan bahwa penanganan kebakaran di kawasan pegunungan dapat berlangsung tidak seragam. Ada lokasi yang lebih cepat dikuasai, sementara titik lain membutuhkan upaya tambahan karena letaknya lebih tinggi atau aksesnya lebih terbatas.

Operasi gabungan di Nganjuk menempatkan koordinasi sebagai unsur penting. BPBD Nganjuk, tim gabungan, serta dukungan drone dari Dinas Pertanian menjalankan peran masing-masing dalam upaya membatasi dan memadamkan api. Pembuatan sekat bakar serta penyemprotan dari udara menjadi dua langkah yang digunakan untuk menghadapi situasi di lokasi.

Pemadaman Terus Diupayakan

Hingga Sabtu, 19 September 2026, kebakaran di Gunung Wilis belum dapat dinyatakan sepenuhnya berakhir. Titik api yang masih berada di kawasan puncak menjadi tantangan utama bagi petugas.

Masyarakat di sekitar kawasan diharapkan tetap memperhatikan informasi resmi terkait perkembangan penanganan kebakaran. Situasi di lapangan dapat berubah seiring proses pemadaman dan kondisi akses menuju lokasi. Bagi petugas, prioritasnya adalah mengendalikan titik api yang tersisa sekaligus mencegah perluasan kebakaran ke area lain.

Dengan pemadaman yang masih dilakukan, keberhasilan mengatasi api di Petak 47B menjadi bagian dari perkembangan penanganan kebakaran di Gunung Wilis. Namun, medan curam di area puncak membuat operasi belum selesai dan memerlukan upaya lanjutan dari seluruh unsur yang terlibat.

Frequently Asked Questions

What is Petugas Kesulitan Padamkan Karhutla Gunung Wilis?

Petugas Kesulitan Padamkan Karhutla Gunung Wilis is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Petugas Kesulitan Padamkan Karhutla Gunung Wilis matter?

Petugas Kesulitan Padamkan Karhutla Gunung Wilis matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *