News

Respons Kemlu soal Latihan RI-China Diprotes Taiwan: Bukan Latihan Tempur

jubir_kemlu-Mf3U_large
Foto : Daniel Garcia - partaiberita.com
Table of Contents
  1. Respons Kemlu soal Latihan RI China: Bukan Latihan Tempur di Perairan Taiwan
  2. Related Reading

Respons Kemlu soal Latihan RI China: Bukan Latihan Tempur di Perairan Taiwan

Partaiberita.com – JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memberikan klarifikasi resmi terkait latihan bersama antara Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan angkatan laut China yang berlangsung di lepas pantai timur Taiwan. Dalam Respons Kemlu soal Latihan RI China, pihak kementerian menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah latihan pertempuran, melainkan bagian dari praktik standar yang lazim dilakukan oleh kapal-kapal angkatan laut berbagai negara saat melintasi suatu kawasan perairan internasional.

Latihan yang melibatkan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 ini merupakan salah satu bentuk diplomasi maritim Indonesia. Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Passing Exercise, yaitu latihan bersama secara terbatas dengan angkatan laut sejumlah negara yang dilintasi selama perjalanan kapal.

“Passing Exercise bukanlah latihan tempur. Ini adalah latihan bersama secara terbatas atau Passing Exercise dengan angkatan laut sejumlah negara yang dilintasi,” jelas Yvonne Mewengkang kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).

Passing Exercise dalam Diplomasi Maritim Indonesia

Menurut Yvonne, latihan bersama semacam itu merupakan bagian integral dari diplomasi maritim Indonesia. Laut bukan hanya sekadar ruang yang menghubungkan negara-negara, tetapi juga menjadi sarana penting untuk membangun kerja sama dan rasa saling percaya antarbangsa. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

“Dan Passing Exercise ini sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif Indonesia dan kita tentunya selalu terbuka untuk bekerja sama dan membangun hubungan yang konstruktif dengan berbagai negara mitra,” ujarnya lebih lanjut. Melalui Respons Kemlu soal Latihan RI China ini, Indonesia ingin menegaskan komitmennya terhadap kerja sama internasional tanpa memihak blok tertentu.

Latihan di perairan Taiwan ini juga menunjukkan bahwa Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik. Kegiatan ini bukan hanya soal latihan teknis, tetapi juga merupakan bentuk soft diplomacy yang memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Latihan RI-China

Apa itu Passing Exercise? Passing Exercise adalah latihan bersama secara terbatas antara kapal angkatan laut dari dua negara atau lebih saat melintasi perairan bersama. Latihan ini berbeda dengan latihan tempur karena fokusnya pada koordinasi dan komunikasi, bukan simulasi pertempuran.

Apakah latihan ini terkait dengan ketegangan di Taiwan? Tidak. Kemlu menegaskan bahwa latihan ini merupakan bagian dari praktik rutin dan tidak dimaksudkan sebagai respons terhadap situasi politik di Taiwan. Indonesia tetap netral dan terbuka untuk bekerja sama dengan semua pihak.

Kapal apa saja yang terlibat dalam latihan ini? KRI I Gusti Ngurah Rai-332 merupakan salah satu kapal yang terlibat dalam latihan bersama dengan angkatan laut China di perairan timur Taiwan.

Bagaimana posisi Indonesia dalam latihan ini? Indonesia melalui latihan ini menunjukkan komitmen terhadap politik luar negeri bebas aktif, yaitu terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai negara tanpa memihak blok tertentu.

Dengan Respons Kemlu soal Latihan RI China yang jelas ini, Indonesia ingin memastikan bahwa masyarakat memahami bahwa latihan tersebut merupakan kegiatan diplomasi maritim yang rutin dan bukan merupakan bentuk eskalasi atau provokasi di kawasan Asia-Pasifik.

Leave a Comment