News

Satgas Tangkap DPO Sindikat Jual Beli Senpi Ilegal di Yahukimo

Table of Contents
  1. Satgas Tangkap DPO Sindikat Jual Beli Senjata Ilegal di Yahukimo
  2. Peran Senjata Ilegal dalam KKB

Satgas Tangkap DPO Sindikat Jual Beli Senjata Ilegal di Yahukimo

Satgas Tangkap DPO Sindikat Jual Beli – Operasi Satgas Tangkap DPO Sindikat Jual Beli Senjata Ilegal di Yahukimo kembali menghasilkan kemajuan signifikan setelah tim dari Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil menangkap seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) yang terlibat dalam jaringan perdagangan senjata api ilegal. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya menyelidiki kegiatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua, khususnya di Yahukimo, yang dikabarkan terus memperluas pengaruhnya melalui pengadaan senjata dari sumber tidak resmi.

Berhasil Menangkap DPO Utama

DPO yang ditangkap dalam operasi ini adalah AG, seorang perantara yang menjembatani transaksi antara pembeli senjata ilegal dan pelaku pembuatan senjata. Penangkapan berlangsung di Koya, kawasan dekat perbatuan dengan Skouw, pada pukul 10.40 WIT, dengan pelaku tidak melakukan perlawanan. Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, mengatakan bahwa AG sebelumnya terlibat dalam penjualan senjata rakitan laras panjang kepada anggota KKB Kodap Yaligem di Yalimo, yang diduga menjadi bagian dari perangkat untuk menegakkan kekuasaan di wilayah perbatasan.

“Penangkapan terhadap AG adalah hasil dari pengembangan penyelidikan kasus yang sebelumnya telah menjerat SP dan jaringannya,” tutur Yusuf dalam keterangan resmi yang dikutip pada hari Sabtu (11/7/2026). Ia menambahkan bahwa AG memainkan peran kritis dalam mempermudah distribusi senjata ke daerah-daerah rawan konflik, yang memperkuat kemampuan KKB dalam mengganggu stabilitas wilayah.

Proses Investigasi dan Hasil Penyelidikan

Pelaksanaan operasi ini tidak hanya melibatkan Satgas Damai Cartenz, tetapi juga kerja sama dengan lembaga penegak hukum lain, termasuk Polres Yahukimo dan Tim Intelijen Polda Papua. Dalam penyelidikan, ditemukan fakta bahwa AG, bersama SP, MM, dan SM, telah berpartisipasi dalam penjualan senjata api ilegal sejak awal tahun 2026. Berdasarkan data yang dihimpun, mereka terlibat dalam transaksi dengan DK, yang merupakan perantara lain dalam jaringan ini, untuk memperoleh senjata dari warga negara asing senilai Rp80 juta.

Operasi tersebut juga mengarah pada penangkapan empat orang lain berinisial FCRG, JT, IK, dan MK, yang diduga berperan dalam memfasilitasi distribusi senjata ke berbagai titik strategis. Dengan menangkap DPO dan anggota jaringan lainnya, Satgas berhasil mengungkap jalur perdagangan senjata api yang beroperasi secara tersembunyi di wilayah Yahukimo. Penyelidikan terus berlanjut untuk mengidentifikasi anggota sindikat yang masih berkeliaran dan mengungkap hubungan lebih lanjut dengan KKB.

Peran Senjata Ilegal dalam KKB

Penyebaran senjata api ilegal menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya menekan kegiatan KKB di Papua. DPO AG, sebagai bagian dari jaringan penjualan senjata, terbukti menjadi pihak kunci yang menghubungkan pelaku pembuatan senjata dengan anggota KKB yang membutuhkan persenjataan untuk melakukan serangan atau kekerasan. Yusuf Sutejo menekankan bahwa tindakan penangkapan ini bertujuan untuk memutus rantai perdagangan senjata, yang selama ini dianggap menjadi pendorong utama keterlibatan KKB dalam konflik.

“Senjata api ilegal adalah alat utama yang digunakan KKB untuk menegakkan kekuasaan di wilayah perbatasan. Dengan menangkap DPO yang terlibat dalam jual beli senjata, kita dapat mengurangi akses mereka terhadap senjata yang dibutuhkan untuk kegiatan kekerasan,” jelas Yusuf dalam wawancara terpisah. Ia menyebutkan bahwa operasi ini juga mencakup penggeledahan di beberapa titik, yang menghasilkan beberapa barang bukti berupa senjata rakitan dan bahan baku pembuatan senjata.

Menurut laporan terbaru, sejak tahun 2023, pihak KKB telah menunjukkan peningkatan aktivitas perangkat senjata ilegal. Penyidik menyatakan bahwa operasi Satgas Tangkap DPO Sindikat Jual Beli Senjata di Yahukimo tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga memberikan gambaran tentang cara jaringan senjata ini beroperasi. Dengan memperoleh informasi dari AG dan anggota lainnya, tim penyelidik kini fokus pada pencarian sumber senjata yang berada di luar wilayah Indonesia, serta kemungkinan keterlibatan pihak luar dalam pembelian senjata tersebut.

Kasus ini menjadi contoh bagaimana Satgas Damai Cartenz terus berupaya mengatasi ancaman dari KKB melalui operasi bersenjata dan penyelidikan intelijen. Yusuf menegaskan bahwa penangkapan DPO AG adalah awal dari serangkaian tindakan yang akan dilakukan untuk melindungi masyarakat dan menegakkan hukum di daerah-daerah yang rentan terhadap serangan oleh kelompok bersenjata. Dengan menangkap sindikat jual beli senjata, pihaknya berharap dapat mempercepat proses pemutusan hubungan antara KKB dengan pihak-pihak yang menyuplai senjata secara ilegal.

Operasi Satgas Tangkap DPO Sindikat Jual Beli Senjata Ilegal di Yahukimo menunjukkan bahwa kerja sama antarinstansi penegak hukum sangat penting dalam mengungkap jaringan kejahatan yang beroperasi di wilayah perbatasan. Penyidik menyebutkan bahwa tindakan ini tidak hanya mengamankan pelaku, tetapi juga memberikan data berharga tentang cara KKB mendapatkan senjata dari sumber yang tidak resmi. Dengan informasi ini, pihak berwenang dapat mengambil langkah lebih lanjut untuk memperkuat keamanan di Papua dan mengurangi kemungkinan penyebaran kekerasan oleh kelompok-kelompok bersenjata.

Leave a Comment