Dorong Prabowo Hadiri Pemakaman Khamenei, GREAT Institute Sarankan Indonesia Lebih Aktif Pasca Konflik AS-Iran
Topics Covered – JAKARTA – Dalam upaya meningkatkan peran Indonesia di panggung internasional, Guru Besar Institute (GREAT) mengusulkan agar Presiden Prabowo Subianto hadir dalam upacara pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Rekomendasi ini menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peran Indonesia Pasca Perang Amerika-Iran,” yang digelar di Jakarta. Selain itu, lembaga ini juga menyarankan Indonesia untuk meningkatkan kehadiran diplomatik dengan melakukan kunjungan kenegaraan ke Teheran sebagai bentuk penghormatan terhadap Iran.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang terus memanas sejak awal tahun 2026, menurut GREAT Institute memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk menegaskan kedudukan sebagai negara berpengaruh di kawasan Timur Tengah. Kehadiran Prabowo dalam pemakaman Khamenei, kata para peserta FGD, akan memperkuat hubungan bilateral dan menunjukkan komitmen Indonesia dalam isu-isu geopolitik. FGD ini menarik perhatian sejumlah akademisi, diplomat, ekonom, peneliti, serta ahli geopolitik yang menghadiri acara di Jakarta, Rabu (8/7/2026). Mereka sepakat bahwa konflik AS-Iran memerlukan respons tegas dari Indonesia, terutama dalam memperkuat kebijakan luar negeri yang berorientasi pada kepentingan nasional.
Analisis Kehadiran Diplomatik Indonesia Pasca Konflik AS-Iran
Topics Covered – Kehadiran diplomatik Indonesia dalam konflik AS-Iran tidak hanya menjadi tanda persahabatan, tetapi juga sarana menunjukkan sikap independen. Dalam FGD, Syahganda Naninggolan, Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, menjelaskan bahwa partisipasi aktif dalam kegiatan seperti pemakaman Khamenei atau kunjungan ke Teheran bisa menjadi bagian dari strategi nasional. Menurutnya, Indonesia perlu menyesuaikan kebijakannya dengan kondisi internasional yang dinamis, termasuk dalam memanfaatkan momentum konflik AS-Iran untuk memperkuat posisi dalam ASEAN, G20, BRICS, dan OKI.
“Dengan menjadi anggota organisasi multilateral seperti G20 dan BRICS, Indonesia memiliki ruang yang luas untuk membangun koalisi strategis,” kata Syahganda. “Kehadiran aktif di tengah perubahan geopolitik akan membantu negara ini menjadi kekuatan yang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dalam memengaruhi arah politik kawasan.”
Topics Covered – Selain kehadiran presiden
