News

Visit Agenda: Kasus Dugaan Korupsi Kuansing, KPK Panggil Ajudan hingga Keluarga Bupati

Visit Agenda KPK: Pemeriksaan Ajudan dan Keluarga Bupati Kuansing dalam Kasus Korupsi

Pemeriksaan Saksi di Kuansing Terus Berlangsung

Visit Agenda – Jakarta, 9 Juli 2026 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggencarkan pemeriksaan saksi dalam penyelidikan dugaan kasus korupsi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Dalam rangkaian pemeriksaan tersebut, lembaga antikorupsi tersebut memanggil Indrigo Aprianto, ajudan bupati, serta Gusman Putra Yuda, yang merupakan anggota keluarga Suhardiman Amby, bupati terdakwa. Selain itu, Ijon, sopir bupati, juga diperiksa di Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari proses investigasi yang tengah berjalan, dengan fokus pada kecurangan dalam pengisian jabatan dan proyek pembangunan di daerah itu.

“KPK mengajukan permintaan pemeriksaan terhadap lima saksi tambahan sebagai bagian dari Visit Agenda penyelidikan korupsi,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Ia menjelaskan bahwa saksi-saksi tersebut diharapkan dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai transaksi yang diduga melibatkan korupsi dan suap.

Dalam penyelidikan yang sedang berlangsung, KPK telah memanggil total delapan saksi yang dikabarkan siap memberikan keterangan. Dari jumlah tersebut, lima saksi tambahan termasuk Rasyid Asmianto, Kepala Desa Setiang; Andi Syamsu, Camat Singingi Hilir; Solihun dari PT Agrolestari Adi Mulia; Heri Gunawan, pegawai PT Mitra Ideal Consultant; serta Usman, Direktur Utama PT Maskirana Pertiwi. Penyidik juga menyoroti keterlibatan masyarakat setempat dalam proses pengambilan keputusan pemerintahan, sehingga pemeriksaan menjadi lebih menyeluruh. Dalam pemeriksaan hari ini, KPK belum mengungkapkan secara rinci materi yang dibahas, namun menegaskan bahwa seluruh saksi akan dimintai keterangan untuk memperkuat bukti-bukti penyelidikan.

Kasus Korupsi Kuansing Masih dalam Proses

Kasus korupsi yang menimpa Kabupaten Kuansing dikabarkan terkait dugaan suap dalam pencairan dana desa dan proyek infrastruktur. Suhardiman Amby, bupati yang saat ini menjadi tersangka, dituduh melakukan kecurangan dalam pengalihan dana yang diduga menguntungkan pihak tertentu. Pemeriksaan terhadap ajudan dan keluarga bupati dilakukan untuk memperjelas peran mereka dalam transaksi tersebut. Menurut Budi Prasetyo, pemeriksaan ini merupakan bagian dari Visit Agenda penyelidikan yang bertujuan menelusuri seluruh lini kegiatan pemerintahan, termasuk kebijakan-kebijakan yang memungkinkan adanya penyimpangan.

Berbagai saksi yang telah dipanggil selama ini, seperti ajudan, keluarga bupati, dan staf keuangan, diharapkan bisa memberikan bukti terkait penggunaan dana dan pengaruh politik yang terjadi. Penyidik KPK juga sedang memeriksa dokumen-dokumen terkait proyek-proyek yang menjadi pusat perhatian dalam kasus ini. Dengan adanya lebih banyak saksi, KPK berupaya mempercepat proses penyelidikan untuk mengungkap fakta-fakta yang lebih jelas. Sejumlah nama anggota keluarga bupati dan pegawai pemerintahan akan menjadi fokus dalam pemeriksaan berikutnya.

Visit Agenda KPK tidak hanya menggali pengaruh langsung dari para pelaku, tetapi juga melibatkan pihak-pihak yang berperan dalam pendukung kebijakan. Pemeriksaan terhadap ajudan dan keluarga bupati dianggap penting karena bisa menunjukkan keterlibatan non-formal dalam praktik korupsi. KPK juga mengungkapkan bahwa pemeriksaan akan terus dilakukan hingga diperoleh bukti yang cukup untuk mengajukan tuntutan lebih lanjut. Selama ini, kasus ini tergolong kompleks karena melibatkan sejumlah pihak yang memiliki hubungan kekeluargaan dan jabatan strategis.

Sejumlah masyarakat Kuansing mengungkapkan kekecewaan terhadap kasus korupsi yang menyeret para pejabat pemerintahan. Mereka menilai bahwa pemeriksaan saksi yang dilakukan KPK memberikan gambaran bahwa lembaga tersebut serius mengejar keadilan. Meski demikian, beberapa pihak masih mengharapkan pemeriksaan yang lebih transparan dan efisien. Dengan Visit Agenda yang terus berjalan, diharapkan proses penyelidikan bisa segera menemukan titik terang dan memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat.

KPK menegaskan bahwa mereka tidak hanya fokus pada para pelaku utama, tetapi juga memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat. Dalam kasus Kuansing, saksi-saksi yang dipanggil akan diberi kesempatan untuk mengungkap kejadian-kejadian yang terjadi selama proses pengisian jabatan dan penggunaan dana. Pemeriksaan ini dianggap penting untuk memperkuat bukti-bukti yang bisa digunakan dalam persidangan. Dengan adanya lebih banyak saksi, KPK berharap bisa menemukan alur dana yang mengalir secara tidak benar dan memperjelas peran masing-masing pihak dalam kasus tersebut.

Leave a Comment