Sports

Kisah Hendra Setiawan, Peraih 4 Gelar Ganda Putra BWF World Championships

hendra_setiawan_dan_moh_ahsan-7u6W_large
Foto : Nancy Gonzalez - partaiberita.com
Table of Contents
  1. Kisah Hendra Setiawan Peraih 4 Gelar: Legenda Ganda Putra Indonesia
  2. Related Reading

Kisah Hendra Setiawan Peraih 4 Gelar: Legenda Ganda Putra Indonesia

Partaiberita.com – Kisah Hendra Setiawan Peraih 4 Gelar telah menjadi salah satu cerita paling menginspirasi dalam sejarah bulutangkis Indonesia. Sebagai salah satu pemain ganda putra terbaik sepanjang masa, Hendra Setiawan membuktikan konsistensi dan dedikasinya melalui perjalanan panjang di kancah internasional. Prestasi luar biasa ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi Indonesia, tetapi juga menempatkan namanya di antara atlet-atlet terbesar dalam olahraga bulutangkis dunia.

Dengan total empat gelar juara dunia yang diraih, Hendra Setiawan mencatatkan diri sebagai pemain sektor ganda putra dengan koleksi trofi terbanyak dalam sejarah BWF World Championships. Keunikan dari pencapaian ini terletak pada fakta bahwa keempat gelar tersebut diraihnya bersama dua pasangan yang berbeda, menunjukkan kemampuan adaptasi dan kualitas permainan yang konsisten dari waktu ke waktu.

Kejayaan Bersama Mohammad Ahsan

Setelah masa keemasannya bersama Markis Kido yang berakhir tragis, Hendra Setiawan menemukan kembali puncak kariernya melalui kolaborasi dengan Mohammad Ahsan. Pasangan legendaris ini berhasil menyabet tiga gelar juara dunia berturut-turut dalam rentang waktu yang cukup panjang, membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pasangan sekali sukses, melainkan duo yang benar-benar dominan di era mereka.

Perjalanan dimulai pada tahun 2013 di Guangzhou, Tiongkok. Di babak final, mereka berhasil mengalahkan Mathias Boe dan Carsten Mogensen dari Denmark untuk pertama kalinya bersama Ahsan. Kemenangan ini menandai awal dari dominasi mereka di kancah dunia. Dua tahun kemudian, pada 2015, panggung kembali digelar di Istora Senayan, Jakarta. Kali ini, Hendra dan Ahsan menundukkan pasangan Tiongkok Liu Xiaolong dan Qiu Zihan hanya dalam dua gim, mengamankan gelar kedua mereka di depan penonton domestik yang antusias.

Tahun 2019 membawa mereka ke Basel, Swiss. Pertandingan final kali ini menjadi yang tersulit bagi mereka. Hendra dan Ahsan harus bertarung selama tiga gim untuk mengalahkan Takuro Hoki dan Yugo Kobayashi dari Jepang. Ini menandai gelar ketiga dan sekaligus yang terakhir bagi mereka dalam kejuaraan dunia, sekaligus mengukuhkan posisi Hendra Setiawan sebagai legenda hidup bulutangkis Indonesia.

Awal Mula Perjalanan Menuju Kejayaan

Sebelum berpasangan dengan Ahsan, Hendra Setiawan telah membuktikan kemampuannya di level tertinggi. Pada 2007, ia meraih gelar juara BWF World Championship pertama kali bersama Markis Kido. Pertandingan final berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, di mana mereka berhasil mengalahkan pasangan Korea Selatan Lee Yong Dae dan Chung Jae Sung. Kemenangan ini menjadi tonggak sejarah penting dalam karier Hendra Setiawan dan membuka jalan bagi kesuksesan-kesuksesan berikutnya.

Melansir informasi dari laman resmi PB Djarum pada Minggu (16/8/2026), perjalanan Hendra Setiawan dari awal hingga menjadi pemain ganda putra dengan gelar juara dunia terbanyak merupakan inspirasi bagi generasi penerus bulutangkis Indonesia. Dedikasi, kerja keras, dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Hendra selama bertahun-tahun menjadi teladan bagi para atlet muda di seluruh nusantara.

Hendra Setiawan menjadi pemain sektor ganda putra dengan raihan gelar juara terbanyak di BWF World Championships. Ia total meraih 4 gelar juara dunia dengan 2 pasangan berbeda, sebuah pencapaian yang sulit ditandingi oleh pemain lain dalam sejarah olahraga bulutangkis.

Warisan dan Pengaruh bagi Bulutangkis Indonesia

Kisah Hendra Setiawan Peraih 4 Gelar bukan hanya tentang pencapaian individu, tetapi juga tentang bagaimana seorang atlet dapat menginspirasi seluruh bangsa. Kontribusinya terhadap perkembangan bulutangkis Indonesia tidak terbatas pada prestasi di lapangan, tetapi juga mencakup peran sebagai duta olahraga yang aktif dalam berbagai program pengembangan bakat muda.

Generasi penerus seperti Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo, serta pasangan-pasangan baru lainnya, terus membawa nama Hendra Setiawan sebagai standar kualitas yang harus dicapai. Dengan empat gelar juara dunia yang telah diraihnya, Hendra Setiawan telah menetapkan bar yang tinggi untuk para pemain ganda putra Indonesia di masa depan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Hendra Setiawan

Berapa total gelar juara dunia yang diraih Hendra Setiawan? Hendra Setiawan meraih total 4 gelar juara dunia BWF World Championships dalam kariernya.

Berapa pasangan yang berbeda yang digunakan Hendra Setiawan untuk meraih gelar juara dunianya? Hendra Setiawan meraih keempat gelar tersebut bersama dua pasangan berbeda, yaitu Markis Kido dan Mohammad Ahsan.

Kapan dan di mana Hendra Setiawan meraih gelar juara dunia pertamanya? Gelar juara dunia pertama Hendra Setiawan diraih pada tahun 2007 di Kuala Lumpur, Malaysia, bersama Markis Kido.

Berapa gelar juara dunia yang diraih Hendra Setiawan bersama Mohammad Ahsan? Hendra Setiawan meraih 3 gelar juara dunia bersama Mohammad Ahsan, yaitu pada tahun 2013, 2015, dan 2019.

Leave a Comment