New Policy BWF Mengubah Format Pertandingan, Viktor Axelsen Takut Drama Berkurang
New Policy – Perubahan format pertandingan dalam New Policy BWF memicu perdebatan di kalangan pemain dan penggemar bulu tangkis. Legenda bulu tangkis Denmark Viktor Axelsen menilai kebijakan ini berpotensi menghilangkan momen comeback yang selama ini menjadi bagian penting dari keindahan olahraga tersebut. “New Policy ini akan mengubah banyak hal dalam permainan. Kami kehilangan daya tahan atlet dan drama yang muncul saat ada perubahan skor,” ungkap Axelsen, Minggu (24/5/2026).
Perubahan Format BWF dan Alasannya
Setelah lama diperdebatkan, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) akhirnya mengumumkan New Policy terkait sistem skor dan format pertandingan. Perubahan ini akan berlaku mulai 4 Januari 2027, dengan format tiga gim (best of three games) dan sistem skor 15 poin. Keputusan ini diambil setelah pemungutan suara yang melibatkan 198 negara anggota, dengan sebagian besar mendukung perubahan tersebut. BWF menyatakan bahwa alasan utama adalah untuk mempercepat pertandingan dan meningkatkan pengalaman penonton.
Sebelumnya, pertandingan bulu tangkis menggunakan sistem skor 21 poin dengan format tiga gim. Namun, New Policy ini menetapkan permainan berakhir saat salah satu pemain mencapai skor 15 poin. Hal ini membuat setiap pertandingan berlangsung lebih singkat, sekitar 40-50 menit dibandingkan format lama yang bisa mencapai 60-70 menit. Meski demikian, kebijakan ini dinilai memengaruhi dinamika pertandingan dan ketahanan fisik para pemain.
Kritik dari Viktor Axelsen dan Konteksnya
Axelsen, yang dikenal sebagai salah satu pemain terbaik dunia, menyatakan bahwa New Policy BWF justru mengurangi nilai dramatis pertandingan. Menurutnya, sistem skor 21 poin lebih baik untuk menjaga intensitas permainan, terutama dalam turnamen besar. “New Policy ini menghilangkan momen-momen kemenangan dramatis, seperti comeback dari ketertinggalan. Kami akan kehilangan keunikan pertandingan,” tambah Axelsen.
Pemain Denmark tersebut juga menyoroti bahwa masalah utama di bulu tangkis saat ini lebih berkaitan dengan kalender yang padat daripada sistem skor. “New Policy bisa menjadi solusi untuk mempercepat pertandingan, tapi mengubah sistem skor seharusnya bukan cara utama. Kalender pertandingan yang sering memaksa pemain bermain beruntun harus diperbaiki terlebih dahulu,” jelasnya.
Di sisi lain, Axelsen membenarkan bahwa BWF memiliki alasan kuat untuk menerapkan New Policy, terutama dalam meningkatkan daya tarik olahraga bagi penonton. Namun, ia menekankan bahwa perubahan ini tidak cukup mendasar untuk menyelaraskan antara kebutuhan penonton dan ketahanan atlet. “New Policy ini mungkin membuat pertandingan lebih dinamis, tapi harus kita lihat bagaimana pengaruhnya jangka panjang,” lanjut Axelsen.
Pengaruh New Policy terhadap Dinamika Pertandingan
Seiring waktu, New Policy BWF mulai berdampak pada cara para pemain beradaptasi di lapangan. Dengan skor 15 poin, pemain harus lebih cepat mengambil keputusan dan mengurangi waktu untuk berpikir strategi. Hal ini bisa mengubah cara permainan berlangsung, terutama dalam pertandingan yang menampilkan kemampuan taktik tinggi. “New Policy ini bisa mengurangi ruang bagi pemain untuk membangun permainan, bukan hanya kecepatan,” ujar Axelsen.
Kebijakan New Policy juga memengaruhi pola permainan di level profesional. Pemain seperti Axelsen yang bermain dengan gaya agresif dan serangan cepat mungkin lebih terbantu karena waktu pertandingan lebih singkat. Namun, pemain yang mengandalkan permainan bertahan dan comeback mungkin merasa terganggu. “Saya rasa New Policy ini membawa perubahan penting, tapi kita perlu mengukur apakah perubahan ini benar-benar memberikan nilai lebih,” kata Axelsen.
Axelsen menambahkan bahwa New Policy BWF harus dipertimbangkan dari segi keseimbangan antara kecepatan dan kesan dramatis. Dengan format tiga gim, pertandingan bisa berakhir lebih cepat, tetapi juga berisiko menghilangkan momen-momen emosional yang membuat penonton terhibur. “New Policy ini bisa menjadi langkah yang tepat, asalkan tidak mengorbankan keunikan bulu tangkis sebagai olahraga yang penuh drama,” tutupnya.
