Women

Jangan Anggap Sepele! Perut Tidak Nyaman Bisa Dipicu Bakteri Baik yang Tidak Seimbang di Usus

Jangan Remehkan Rasa Tidak Nyaman di Perut

Jangan Anggap Sepele Perut Tidak Nyaman – Keluhan terkait sistem pencernaan, seperti kembung atau kenyang berlebihan, sering dianggap sebagai akibat konsumsi makanan yang tidak tepat. Namun, faktor lain seperti ketidakseimbangan bakteri baik di usus juga bisa menjadi penyebabnya. dr. Gia Pratama, seorang dokter dan influencer kesehatan, menjelaskan bahwa perut yang tidak nyaman bukan hanya hasil dari makanan, tetapi juga berkaitan dengan keadaan mikroba di dalam tubuh.

Kota Usus dan Petugasnya

Menurut dr. Gia, saluran cerna bisa dibayangkan seperti sebuah kota yang padat namun harus tetap teratur. Kehidupan bakteri baik di usus, yang ia sebut sebagai “dunia kecil”, memainkan peran penting agar fungsi pencernaan berjalan optimal. “Bayangkan usus sebagai kota yang perlu dijaga kenyamannya, rapi, dan seimbang. Ini memerlukan banyak petugas dengan tugas yang berbeda-beda,” tutur dr. Gia, dikutip Selasa (7/7/2026).

Karena ada satu dunia kecil di dalam tubuh kita, yaitu dunia bakteri baik di usus. Bayangkan usus itu seperti sebuah kota. Agar kota itu nyaman, rapi, dan seimbang, dibutuhkan banyak petugas dengan peran yang berbeda-beda,” kata dr. Gia.

Peran Bakteri Baik dalam Pencernaan

Di dalam usus terdapat berbagai jenis bakteri yang bekerja secara spesifik untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan tubuh. Salah satu di antaranya adalah Lactobacillus Bulgaricus, yang berfungsi memperbaiki kondisi lingkungan usus dan memperkuat lapisan pelindungnya. “Lactobacillus bulgaricus ini sang penyeimbang. Dia seperti petugas kebersihan kota yang membantu menjaga lingkungan usus tetap seimbang dan mendukung lapisan pelindung agar tetap kuat,” jelas dr. Gia.

Lactobacillus Acidophilus berperan sebagai benteng pertahanan terhadap serangan mikroba jahat. “Yang kedua, Lactobacillus acidophilus, sang pelindung. Dia seperti satpam kota, membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dan menekan pertumbuhan bakteri yang kurang bersahabat,” tambahnya.

Bifidobacterium hadir untuk memastikan proses pencernaan berjalan lancar tanpa gangguan. “Yang ketiga, Bifidobacterium ini sang penenang. Dia seperti petugas layanan masyarakat, membantu menjaga kenyamanan lingkungan usus sehingga sistem pencernaan bisa bekerja lebih optimal,” papar dr. Gia.

“Terakhir, Streptococcus thermophilus, sang pengolah. Dia seperti tim pengolah bahan baku. Dia membantu memecah laktosa sehingga lebih mudah dicerna dan nutrisinya lebih siap dimanfaatkan oleh tubuh,” jelas dr. Gia.

Leave a Comment