Women

Rayakan HUT ke-81 RI, Tasyi Athasyia Bikin Kue Batik Raksasa 12 Meter

tasyi_atasyia-UCqf_large
Foto : Richard Thomas - partaiberita.com
Table of Contents
  1. Rayakan HUT ke 81 RI Tasyi Athasyia Hadirkan Kue Batik Raksasa 12 Meter
  2. Related Reading

Rayakan HUT ke 81 RI Tasyi Athasyia Hadirkan Kue Batik Raksasa 12 Meter

Partaiberita.com – Rayakan HUT ke 81 RI Tasyi Athasyia menjadi sorotan ketika kreator konten kuliner ini memutuskan bahwa peringatan kemerdekaan tahun ini tidak boleh dilewati dengan cara biasa. Alih-alih sekadar mengunggah resep harian, ia merancang sebuah kreasi pastry berskala monumental bertema batik Indonesia. Keputusan tersebut mengubah dapur pribadinya menjadi semacam bengkel produksi selama berhari-hari, dengan satu tujuan tunggal: menghadirkan simbol kebangsaan dalam bentuk yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Skala dan Desain: Dari Dapur Rumah ke Karya Monumental

Yang dihasilkan bukan kue ulang tahun konvensional. Tasyi merangkai 12 loyang bolu, masing-masing berukuran satu meter panjang, lalu menyusunnya hingga membentuk satu struktur kontinu sepanjang sekitar 12 meter. Motif batik yang menghiasi permukaan kue menjadikan karya ini sekaligus pernyataan budaya—pola tradisional Nusantara dipindahkan ke medium gula, krim, dan adonan bolu dalam proporsi yang jauh melampaui ukuran piring makan.

Penyajian kue raksasa itu memerlukan loyang khusus sepanjang 4 meter yang terbagi ke dalam tiga baris. Skala semacam ini menuntut perencanaan logistik yang matang: penataan bahan, urutan pemanggangan, serta koordinasi waktu agar setiap segmen matang merata sebelum dirangkai. Bagi siapa pun yang pernah mencoba memanggang satu loyang bolu di oven rumah, skala 12 loyang sekaligus terasa seperti proyek konstruksi, bukan sekadar aktivitas memasak.

“Kue ini bukan untuk dimakan dalam sekali duduk. Ia adalah pernyataan bahwa kemerdekaan layak dirayakan dengan karya yang membutuhkan waktu, kesabaran, dan kecintaan pada identitas sendiri.”

Lima Puluh Lima Jam: Proses di Balik Satu Kreasi

Total waktu pengerjaan tercatat mencapai 55 jam. Angka tersebut mencakup tahap persiapan adonan, pemanggangan berulang untuk setiap segmen, pendinginan, perapian motif batik pada permukaan, serta perakitan akhir. Tidak ada satu sesi tunggal yang menyelesaikan seluruh proses; pekerjaan tersebar dalam beberapa hari dengan jeda istirahat agar kualitas setiap bagian tetap terjaga.

Rayakan HUT ke 81 RI Tasyi Athasyia dengan pendekatan yang menempatkan kuliner sebagai medium ekspresi patriotik. Dalam konteks di mana banyak perayaan kemerdekaan berpusat pada upacara formal atau konten digital singkat, kehadiran karya fisik sebesar 12 meter menciptakan titik perhatian yang sulit diabaikan—baik di ruang publik maupun di layar media sosial.

Proyek ini juga menyoroti sisi lain dari industri konten kuliner Indonesia: bahwa batas antara resep rumah tangga dan instalasi seni kuliner semakin tipis. Seorang kreator dengan oven rumah dan keberanian untuk berpikir dalam skala besar mampu menghasilkan karya yang biasanya diasosiasikan dengan tim pastry profesional di hotel berbintang.

FAQ: Hal yang Sering Ditanyakan

Berapa total panjang kue batik yang dibuat Tasyi Athasyia? Kue tersebut membentang sekitar 12 meter, dirangkai dari 12 loyang bolu masing-masing sepanjang satu meter.

Berapa lama proses pembuatannya? Tercatat hingga 55 jam kerja, mencakup seluruh tahap dari adonan hingga perakitan akhir motif batik.

Apakah kue ini ditujukan untuk konsumsi massal? Kue disajikan pada loyang sepanjang 4 meter dalam tiga baris. Skala dan konteksnya lebih condong ke arah instalasi perayaan daripada hidangan yang dimakan sekaligus oleh satu kelompok.

Apa tujuan utama pembuatan kue ini? Karya tersebut dirancang khusus untuk menandai peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia dengan pendekatan kuliner yang menonjolkan motif batik sebagai simbol identitas nasional.

Leave a Comment