Solving Problems: Betrand Peto Mengungkap Kangen Berat dengan Thalia dan Thania
Solving Problems – Betrand Peto mengungkapkan rasa rindu yang mendalam terhadap dua adiknya, Thalia dan Thania Putri Onsu. Dalam wawancara terbarunya di Senayan, Jakarta Pusat, pada 12 Mei 2026, ia menjelaskan bahwa kesibukan di dunia hiburan menjadi alasan utama yang membuatnya tak sering bertemu dengan kedua adik tersebut. Meskipun begitu, ia menekankan bahwa Solving Problems dalam menjaga hubungan tetap menjadi prioritas utama.
Motif Ketidakteraturan Pertemuan
Menurut Betrand, jadwal yang selalu padat membuatnya sulit untuk berkumpul secara rutin. “Kemarin terakhir bertemu dengan kedua adik sudah cukup lama, dan sampai saat ini kami belum bisa kembali bertemu,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa berbagai kesibukan, seperti tampil di acara televisi, syuting film, dan promosi produk, menjadi penghalang utama. Namun, meski jadwal tak selalu sejalan, ia menegaskan bahwa Solving Problems dalam komunikasi tetap dilakukan secara aktif.
Adik-adiknya, Thalia dan Thania, juga memiliki rutinitas masing-masing. Thalia sering terlibat dalam berbagai proyek musik, sementara Thania lebih fokus pada aktivitas pendidikan. Meski berbeda jalur, Betrand menyatakan bahwa mereka tetap saling mendukung. “Kadang kami berdiskusi tentang Solving Problems dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara mengatur waktu atau membagi tanggung jawab dalam keluarga,” tambahnya.
Cara Mengatasi Jarak dan Perbedaan Aktivitas
Betrand mengungkapkan bahwa ia menggunakan berbagai metode untuk memastikan hubungan tetap terjalin. Selain komunikasi via pesan, ia juga menjelaskan bahwa mereka sering berbagi cerita melalui media sosial. “Saya suka mengupload foto dan video ke media sosial agar bisa berbagi momen kecil dengan mereka,” katanya. Dengan Solving Problems dalam menjaga komunikasi, Betrand berharap bisa menjaga keharmonisan meskipun terpisah jarak.
Perbedaan aktivitas juga menjadi faktor penting. Betrand menyoroti bahwa kebiasaan ibadahnya berbeda dengan adik-adiknya. “Adik-adik beribadah di gereja lain, mereka Kristen, sedangkan aku Katolik. Jika ada acara ibadah bersama, pasti bisa bertemu,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa meskipun ada perbedaan kepercayaan, Solving Problems dalam menjaga hubungan masih bisa dilakukan melalui kebersamaan di luar kegiatan agama.
Selain itu, Betrand juga mengungkapkan bahwa ia berusaha mengatur jadwal agar bisa bertemu secara berkala. “Saya berharap bisa kembali berkumpul dengan adik-adik dalam waktu dekat, karena sangat merindukan mereka,” katanya. Ia menjelaskan bahwa kebersamaan meski sebentar tetap berharga, terutama dalam mengatasi tantangan yang dihadapi. “Solving Problems dalam hubungan keluarga adalah hal yang wajib dilakukan, bahkan jika kita terpisah jarak,” tambahnya.
Keharmonisan Meski Terpisah
Meski tidak sering bertemu, Betrand memastikan bahwa hubungannya dengan Thalia dan Thania tetap baik. “Saya selalu berusaha membangun keharmonisan meskipun jadwal yang tak selalu sejalan,” katanya. Ia menjelaskan bahwa kegiatan bersama, seperti makan siang atau menonton film, sering dilakukan secara virtual. “Jika ada waktu, kami saling mengirimkan pesan untuk berbagi cerita, bahkan tentang Solving Problems dalam kehidupan pribadi,” jelasnya.
Betrand juga menyebutkan bahwa ia menikmati proses Solving Problems dalam mengatur hubungan dengan adik-adik. “Kadang kami berdiskusi tentang berbagai hal, mulai dari pekerjaan hingga kehidupan pribadi. Saya rasa itu penting agar kita tetap dekat meski terpisah jadwal,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa kebersamaan meski terbatas tetap bisa memberikan manfaat, terutama dalam memperkuat ikatan keluarga.
Dalam kesimpulan, Betrand Peto menegaskan bahwa Solving Problems dalam menjaga hubungan dengan dua adiknya terus dilakukan. “Meskipun kami tidak sering bertemu, rasa rindu dan kepedulian tetap ada. Saya berharap suatu hari nanti bisa berkumpul lagi dan menghabiskan waktu bersama mereka,” tuturnya. Dengan komunikasi yang terus dijaga, ia yakin hubungan antara mereka akan tetap sehat dan harmonis.
