10 Saham Top Gainers saat IHSG Anjlok 3,5 Persen
Special Plan: Analisis Pasar dan Peluang Investasi
Dalam rangkaian Special Plan ekonomi dan pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja saham-saham yang masuk dalam daftar top gainers selama periode perdagangan 11–13 Mei 2026. Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan sebesar 3,53% ke level 6.723,320, dibandingkan 6.936,396 di minggu sebelumnya, sejumlah emiten tetap mampu menunjukkan kenaikan mencolok. Dalam situasi pasar yang volatile ini, Special Plan berusaha memandu investor mengidentifikasi peluang investasi di tengah tekanan kecemasan terhadap kinerja sektor-sektor utama.
Kondisi Pasar yang Menantang
Pelemahatan IHSG dalam satu minggu terakhir menunjukkan tekanan dari berbagai faktor, termasuk inflasi yang membesar, kebijakan moneter Bank Indonesia, dan ketidakpastian geopolitik global. Meski demikian, pilihan saham yang berhasil mencatatkan kenaikan besar membuktikan bahwa terdapat sektor-sektor yang tahan banting atau memiliki strategi penguatan yang efektif. Dalam Special Plan, analisis terhadap pergerakan saham ini dianggap penting untuk memahami dinamika pasar dan mengambil keputusan investasi yang lebih terinformasi.
Daftar 10 Saham Top Gainers
Berdasarkan data statistik BEI, berikut adalah deretan saham yang menjadi pemenang teratas pada periode 11–13 Mei 2026:
1. ELPI: Kenaikan Terbesar 38,41%
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) menjadi saham dengan kenaikan terbesar, mencapai 38,41% ke Rp2.000. Pertumbuhan ini terjadi karena peningkatan permintaan terhadap layanan transportasi laut akibat optimisme pelaku ekonomi terhadap pergerakan ekspor dan investasi di sektor logistik. Selain itu, perusahaan ini juga menerapkan strategi penguatan modal yang menarik perhatian investor dalam Special Plan.
2. DPUM: Lonjakan 28%
PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) melonjak 28% ke Rp192, didorong oleh keberhasilan dalam mengembangkan proyek perhotelan dan kenaikan permintaan wisatawan. Dalam Special Plan, perusahaan ini dianggap sebagai salah satu contoh kinerja bisnis yang resilien terhadap tekanan pasar. Pertumbuhan yang signifikan menunjukkan kepercayaan investor terhadap strategi diversifikasi dan ekspansi jaringan bisnis.
3. KONI & KJEN: Kenaikan diatas 24%
Kedua saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) dan PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) mencatatkan kenaikan di atas 24%, masing-masing 24,63% ke Rp3.390 dan 24,44% ke Rp168. Kenaikan ini mencerminkan perbaikan dalam performa keuangan dan peningkatan volume perdagangan. Dalam konteks Special Plan, perusahaan-perusahaan ini menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan untuk portofolio jangka menengah.
4. NEST, DFAM, dan KOPI: Penguatan Tertinggi 20%
PT Esta Indonesia Tbk (NEST) naik 20,90% ke Rp590, sementara PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) meroket 20,19% ke Rp125. Kenaikan serupa juga terjadi pada PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) yang mengalami kenaikan 18,33% ke Rp284. Dalam Special Plan, pertumbuhan ini menunjukkan optimisme terhadap sektor properti, energi, dan perusahaan-perusahaan yang fokus pada inovasi.
5. CCSI dan GRIA: Kenaikan Stabil
PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI) melesat 16,81% ke Rp278, sedangkan PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) mencatatkan peningkatan 13,73% ke Rp116. Kenaikan yang lebih stabil ini menunjukkan perusahaan-perusahaan yang terus mengoptimalkan operasional dan menjaga konsistensi kinerja keuangan. Dalam Special Plan, kecenderungan ini menjadi indikasi kuat bahwa perusahaan-perusahaan dengan struktur bisnis yang sehat tetap menarik bagi investor.
IRSX: Penutupan Pemantauan
PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) bergerak naik 13,17% ke Rp464, meski kenaikan ini relatif lebih kecil dibandingkan saham-saham lainnya. Namun, dalam Special Plan, pertumbuhan ini dianggap sebagai bentuk respons positif terhadap kebijakan pemerintah dan kestabilan sektor perdagangan. Pemantauan terhadap saham ini tetap penting karena mungkin mengindikasikan perubahan trend di masa depan.
Komitmen Special Plan terhadap pemantauan pasar secara rutin berupaya memastikan bahwa investor memiliki gambaran jelas mengenai pergerakan saham. Dengan peningkatan kecemasan terhadap IHSG yang turun, identifikasi saham top gainers menjadi langkah strategis dalam mengurangi risiko investasi.
