News

KPK Ungkap OTT Bupati Lalu Ahmad Zaini Terkait Penerimaan Proyek di Lombok Barat

Foto : Jennifer Miller - partaiberita.com

KPK Ungkap OTT Bupati Lalu Ahmad Zaini di Lombok Barat

Partaiberita.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengungkap operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini dan 18 orang lainnya. Penyergapan ini terjadi pada hari Senin (20/7/2026) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, dan berpotensi mengguncang dunia politik dan bisnis daerah tersebut. KPK menyatakan bahwa kasus ini berkaitan dengan dugaan penerimaan proyek, yang menunjukkan adanya indikasi praktik korupsi dalam pengelolaan anggaran daerah.

Detail OTT Operasi

Dalam penyergapan tersebut, tim KPK berhasil mengamankan belasan individu yang diduga terlibat dalam penerimaan proyek-proyek tertentu. Selain itu, mereka juga mengumpulkan barang bukti berupa uang tunai dan berbagai dokumen terkait kegiatan korupsi. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa nilai uang tunai yang disita mencapai ratusan juta rupiah, dengan dokumen-dokumen tersebut membantu memperkuat penyelidikan lebih lanjut.

Kasus ini terungkap setelah KPK melakukan penyelidikan intensif terhadap pengelolaan proyek di Lombok Barat. “Bupati Lalu Ahmad Zaini diduga menerima hadiah atau janji dari pihak-pihak tertentu untuk mempercepat proses pengadaan proyek,” kata Budi Prasetyo, dalam konferensi pers yang diadakan hari itu.

Proses Investigasi dan Tindakan Selanjutnya

Saat ini, Bupati Lalu Ahmad Zaini serta tujuh orang lainnya telah dibawa ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK. “Kami telah menjemput mereka secara langsung untuk mengungkap detail lebih lanjut mengenai kasus ini,” tambah Budi. Selain itu, investigasi terus berlangsung untuk mengetahui besaran kerugian negara dan siapa saja yang terlibat dalam jaringan korupsi tersebut.

Dalam OTT ini, KPK juga memperoleh informasi tentang beberapa proyek yang sedang berjalan di kabupaten yang terletak di Nusa Tenggara Barat tersebut. Proyek-proyek ini diduga terkait dengan dana dari berbagai sumber, termasuk dana desa, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), serta dana dari pihak swasta. Dugaan penyimpangan ini kemungkinan melibatkan pemotongan anggaran, penerimaan suap, atau pengalihan keuntungan untuk kepentingan pribadi.

Penyergapan yang dilakukan KPK menunjukkan komitmen lembaga anti korupsi tersebut dalam menegakkan hukum di tingkat daerah. Sejak beberapa bulan terakhir, KPK telah melakukan operasi serupa di berbagai daerah lain, termasuk Sumatra, Jawa, dan Bali, sebagai bagian dari upaya mengungkap praktik korupsi yang merugikan keuangan negara. Dengan OTT ini, Lombok Barat menjadi salah satu daerah yang terkena dampak langsung dari investigasi KPK.

Leave a Comment