News

Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik – 66 Orang Masih Hilang

Foto : Mary Miller - partaiberita.com

Kecelakaan Feri Tua dengan 133 Penumpang di Pantai Atlantik: 66 Orang Hilang

Partaiberita.com – Kecelakaan feri tua yang membawa 133 orang terjadi di lepas pantai Guyana pada hari Minggu (19/7/2026), menurut pernyataan dari Menteri Pekerjaan Umum Juan Edghill. Kapal feri tersebut menyebarkan ketakutan besar di seluruh wilayah, karena 66 orang masih dalam pencarian hingga saat ini. Informasi ini disampaikan melalui pengumuman resmi di Facebook, menambah kekhawatiran warga Guyana atas kecelakaan yang menimpa rute transportasi laut utama.

Detail Kecelakaan dan Rute Feri

Kecelakaan melibatkan feri MV Barima yang berangkat dari Georgetown, ibu kota Guyana, menuju Port Kaituma pada hari Sabtu (18/7/2026) sore. Kapal tersebut mengambil rute melintasi garis pantai Atlantik sebelum memasuki sungai Essequibo, yang dikenal sebagai daerah kaya sumber daya minyak. Menurut laporan, kapal feri tua tersebut mengalami kecelakaan saat tenggelam di laut, menyisakan 66 penumpang yang belum ditemukan. Kebocoran air dan kemungkinan kebocoran bahan bakar dikabarkan sebagai penyebab awal kejadian tersebut.

“Penyelamatan sedang berlangsung intensif, dan 67 orang, termasuk 15 anak-anak, telah ditemukan dan diselamatkan,” jelas Juan Edghill dalam unggahan Facebook. Ia menambahkan bahwa 66 orang yang masih hilang belum dinyatakan tewas, tetapi penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap nasib mereka.

Laporan Korban dan Pengalaman Saksi

Wayne Kitson, seorang korban kecelakaan, memberikan keterangan tentang kondisi penumpang saat kejadian terjadi. Ia mengatakan bahwa kecelakaan terjadi saat penumpang sedang tidur di malam hari, sehingga banyak orang tidak menyadari bahaya hingga kapal mulai tenggelam. “Saya takut karena tidak tahu apakah keluarga saya selamat,” ungkap Kitson kepada media lokal Kiskadee Watch. Ia juga menceritakan bahwa dirinya menghabiskan enam jam di air sebelum berhasil diselamatkan.

Kebocoran air di kapal feri tua tersebut menyebabkan penumpang terjebak di laut, dengan sebagian besar terlempar ke dalam air. Penumpang yang terdampar di sekitar pantai Atlantik ditemukan dalam kondisi yang beragam, dari yang masih sadar hingga harus diberi pertolongan medis darurat. Dalam upaya penyelamatan, pihak berwenang mengirimkan beberapa helikopter dan perahu karet untuk mencari korban yang belum ditemukan.

Kondisi Penumpang dan Tekanan pada Tim Pencarian

Kondisi penumpang yang terdampar di laut masih menjadi prioritas utama bagi tim penyelamat. Sejumlah penumpang dilaporkan mengalami luka serius, sementara yang lain terkena hipotermia karena cuaca yang dingin. Para penyelamat menghadapi tantangan ekstra karena medan pencarian yang berupa lautan yang luas dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Dalam upaya mempercepat pencarian, pihak berwenang mengkoordinasikan tim dari beberapa kota sekitar, termasuk negara-negara tetangga.

Menurut laporan terkini, enam jam setelah kejadian, 67 orang telah dievakuasi, tetapi 66 penumpang lainnya masih dalam proses pencarian. Jumlah korban yang hilang ini meningkatkan tekanan pada pihak berwenang untuk segera mengungkap penyebab kecelakaan dan melakukan tindakan preventif untuk menghindari insiden serupa di masa depan. Sementara itu, media lokal dan internasional terus meliput kejadian ini untuk menyampaikan informasi terbaru kepada publik.

Update Terbaru dan Perkembangan Penyelamatan

Saat ini, tim penyelamatan sedang berusaha mempercepat upaya pencarian korban yang masih hilang. Pihak berwenang mengatakan bahwa beberapa daerah di sekitar pantai Atlantik telah ditetapkan sebagai zona fokus, dan beberapa drone serta perahu karet dipakai untuk melipatgandakan cakupan pencarian. Selain itu, warga sekitar juga turut membantu dengan menyediakan tempat untuk penyelamatan dan mendokumentasikan proses evakuasi.

Dalam situasi darurat, kecelakaan feri tua yang membawa 133 orang ini menjadi sorotan utama di Guyana. Pemerintah setempat berupaya memastikan tidak ada kesan terkesan lalai dalam menjalankan operasi transportasi laut. Selain itu, insiden ini memicu diskusi tentang kebutuhan peningkatan keselamatan kapal feri tua, terutama di rute yang terkenal rawan bencana. Sejumlah anggota kabin kapal juga dilaporkan dalam kondisi kritis, dan sedang diperiksa untuk mengetahui apakah mereka terlibat dalam kesalahan operasional.

Dampak Tragedi dan Tanggung Jawab

Kecelakaan feri tua yang membawa 133 orang ini memicu kekhawatiran akan kualitas pelayanan transportasi laut di Guyana. Menurut laporan, kapal tersebut sudah digunakan selama bertahun-tahun dan belum dilakukan perbaikan signifikan. Kebocoran air, kemungkinan kesalahan operator, atau kurangnya pemantauan cuaca menjadi beberapa faktor yang dianalisis. Selain itu, kejadian ini juga menyebabkan trauma psikologis pada penumpang dan masyarakat setempat.

Menteri Pekerjaan Umum Juan Edghill mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh untuk menemukan penyebab kecelakaan. “Kami berharap dapat memberikan penjelasan yang jelas tentang kejadian ini secepat mungkin,” kata Edghill. Dalam pernyataannya, ia juga menegaskan bahwa pihak berwenang akan memperketat regulasi dan persyaratan untuk kapal feri tua agar kecelakaan serupa tidak terulang.

Leave a Comment