Partaiberita.com – “`html
Lewis Hamilton Bangkit Raih 159 Poin di Pertengahan Musim 2026
Lewis Hamilton telah membuktikan bahwa ia masih memiliki kemampuan luar biasa di Formula 1. Setelah mengalami musim 2025 yang dianggap sebagai salah satu musim terburuk dalam kariernya, pembalap berusia 41 tahun ini berhasil bangkit dengan luar biasa. Hingga pertengahan musim 2026, Hamilton telah mengumpulkan total 159 poin dari 10 seri balapan yang telah dilalui. Angka ini secara signifikan melampaui total perolehan poinnya sepanjang musim 2025 yang hanya mencapai 156 poin dari 24 perlombaan.
Perjalanan Panjang Menuju Pemulihan
Ketika Lewis Hamilton pertama kali bergabung dengan Scuderia Ferrari pada tahun 2025, banyak pihak memberikan harapan besar. Kepindahannya dari Mercedes AMG Petronas disambut dengan antusiasme, mengingat legenda tujuh kali juara dunia ini akan membawa pengalaman dan prestise ke tim Italia. Namun, realitas yang terjadi jauh berbeda dari ekspektasi. Untuk pertama kalinya dalam karier panjangnya di Formula 1, Hamilton tidak mampu menyentuh podium sama sekali selama satu musim penuh.
Kekecewaan semakin mendalam ketika Hamilton harus mengakhiri musim 2025 dengan tiga kali eliminasi beruntun di sesi kualifikasi Q1. Dari dua dekade berkarier di sirkuit Formula 1, musim tersebut tercatat sebagai musim paling buruk bagi sang legenda. Namun, kini situasinya telah berubah total dengan penampilan yang jauh lebih konsisten dan memukau.
Posisi di Klasemen dan Pencapaian Terbaru
Hingga pertengahan musim 2026, Lewis Hamilton Bangkit Raih 159 Poin dan menempati posisi kedua di klasemen sementara. Hamilton hanya berselisih 45 poin dari Andrea Kimi Antonelli yang saat ini memimpin klasemen. Selama musim berjalan, Hamilton telah mencatatkan lima kali naik podium, termasuk kemenangan bersejarah di Grand Prix Barcelona-Catalunya yang menjadi momen penting dalam perjalanan pemulihannya.
Kemenangan di Barcelona tersebut juga menandai kekalahan perdana Mercedes di musim 2026. Hamilton mengakui bahwa keputusan untuk menjauh dari simulator Ferrari menjadi momen krusial dalam pemulihan performanya. Langkah ini memungkinkan pembalap veteran tersebut untuk lebih fokus pada pengembangan diri dan adaptasi dengan mobil Ferrari.
Saya mencoba menggunakan simulator sepanjang tahun lalu, tetapi seperti yang saya katakan, ketika saya berada di Mercedes selama beberapa tahun pertama, saya tidak menggunakannya. Seiring perkembangannya, ada titik di mana kami tidak menggunakannya. Keputusan untuk menjauh dari simulator memberikan dampak signifikan terhadap hasil balapannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Hamilton menjelang Grand Prix Belgia, sebagaimana dilaporkan Crash pada Rabu, 22 Juli 2026. Ia menambahkan bahwa langkah meninggalkan simulator tim telah memberikan dampak signifikan terhadap hasil balapannya. Hamilton merasa lebih nyaman dengan pendekatan yang lebih sederhana namun efektif ini.
Prospek ke Depan untuk Hamilton
Dengan performa yang terus membaik, Lewis Hamilton Bangkit Raih 159 Poin dan memiliki peluang besar untuk menyelesaikan musim 2026 dengan lebih baik dibandingkan musim sebelumnya. Tim Ferrari tampaknya telah menemukan formula yang tepat untuk memaksimalkan potensi pembalap legendaris ini. Konsistensi Hamilton dalam meraih poin di setiap balapan menunjukkan bahwa ia telah kembali ke level kompetitif tertinggi.
Para penggemar Formula 1 kini dapat melihat sisi lain dari Hamilton yang tidak pernah mereka lihat selama musim 2025. Dengan semangat baru dan kepercayaan diri yang pulih, Hamilton siap untuk bersaing keras hingga akhir musim. Setiap seri balapan berikutnya akan menjadi kesempatan bagi Hamilton untuk terus membuktikan bahwa ia masih merupakan salah satu pembalap terbaik di grid Formula 1.
“`

