Women

Benarkah Penderita Diabetes Tak Bisa Ejakulasi? Ini Jawaban Dokter

Foto : Richard Thomas - partaiberita.com

Benarkah Penderita Diabetes Tak Bisa Ejakulasi? Penjelasan Medis Lengkap

Partaiberita.com – Salah satu pertanyaan yang sering muncul di kalangan pria adalah Benarkah Penderita Diabetes Tak Bisa Ejakulasi? Kondisi ini memang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi banyak orang yang mengidap penyakit gula. Namun, sebelum menarik kesimpulan, penting untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh. Ejakulasi retrograd adalah istilah medis yang menggambarkan situasi ketika cairan mani tidak keluar melalui uretra meskipun orgasme telah tercapai. Ini bukan berarti pria tidak bisa ejakulasi sama sekali, melainkan cairan mengalir ke arah yang berbeda dari biasanya.

Siapa dr. Jefry Tribowo dan Apa Kataannya?

dr. Jefry Tribowo, seorang Dokter Spesialis Andrologi yang juga aktif sebagai kreator konten kesehatan, memberikan klarifikasi mengenai hal ini. Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, dokter tersebut menegaskan bahwa diabetes memang memiliki pengaruh terhadap proses ejakulasi pada sebagian pria. Penjelasan beliau menjadi referensi penting bagi masyarakat yang mencari informasi terpercaya tentang kondisi ini.

“Ternyata masalah diabetes itu salah satu yang meng-impact ke seksual, yaitu bikin dia jadi enggak bisa ejakulasi,” kata dr. Jefry.

Meskipun demikian, penderita diabetes tetap mampu merasakan kepuasan saat berhubungan intim. Yang terjadi hanyalah cairan mani tidak keluar sebagaimana mestinya. dr. Jefry menjelaskan lebih lanjut mengenai kondisi medis ini dengan bahasa yang mudah dipahami oleh awam. Hal ini membantu mengurangi kecemasan yang sering dialami oleh pasien.

Mekanisme Ejakulasi Retrograd pada Diabetes

“Dia puasnya dapat, tapi enggak ada cairan yang keluar. Kalau bahasa medisnya kita sebut dengan retrograde ejaculation,” jelasnya.

Perlu dipahami bahwa diabetes tidak hanya memengaruhi kadar gula dalam darah, tetapi juga berdampak signifikan pada kesehatan seksual pria. Salah satu manifestasinya adalah gangguan pada ejakulasi yang dapat terjadi pada beberapa kasus. Sistem saraf yang rusak akibat kadar gula tinggi dapat mengganggu sinyal antara otak dan otot-otot yang terlibat dalam proses ejakulasi. Akibatnya, cairan mani mengalir ke kandung kemih alih-alih keluar melalui penis.

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan tidak mengancam nyawa. Namun, bagi pria yang ingin memiliki keturunan, ejakulasi retrograd dapat menjadi tantangan. Untungnya, ada berbagai metode medis yang dapat membantu mengatasi masalah ini. Dokter biasanya akan merekomendasikan pengobatan atau prosedur tertentu sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Apakah Semua Penderita Diabetes Mengalami Hal Ini?

Tidak semua orang dengan diabetes akan mengalami gangguan ejakulasi. Faktor seperti durasi penyakit, tingkat kontrol gula darah, dan adanya komplikasi lain turut menentukan apakah seseorang akan merasakan gejala ini. Semakin lama diabetes tidak terkontrol, semakin tinggi risiko terjadinya masalah seksual. Oleh karena itu, penting bagi penderita diabetes untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Benarkah Penderita Diabetes Tak Bisa Ejakulasi? Jawabannya tidak selalu ya. Banyak pria yang tetap memiliki fungsi seksual normal meskipun mengidap penyakit gula. Yang terpenting adalah menjaga kadar gula darah tetap stabil dan berkonsultasi dengan dokter jika muncul gejala yang mengganggu. Dengan penanganan yang tepat, kualitas hidup dapat tetap terjaga dengan baik.

Leave a Comment