Economy

Menperin Ungkap Potensi Industri Alas Kaki RI

Foto : Jennifer Miller - partaiberita.com
Table of Contents
  1. Menperin Ungkap Potensi Industri Alas Kaki Indonesia di Tengah Pertumbuhan Global
  2. Related Reading

Menperin Ungkap Potensi Industri Alas Kaki Indonesia di Tengah Pertumbuhan Global

Partaiberita.com – Jakarta, 5 Agustus 2026 – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita kembali menperin ungkap potensi industri alas kaki Indonesia dalam acara pembukaan Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2026. Acara bergengsi yang diselenggarakan di JIEXPO Kemayoran ini menjadi momentum penting bagi sektor manufaktur nasional untuk menunjukkan capaian dan rencana pengembangan ke depan. Dalam sambutannya, Menperin menekankan bahwa sektor persepatuan memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia.

Menurut Agus Gumiwang, fondasi pertumbuhan industri alas kaki dibangun di atas dua pilar utama yang saling melengkapi. Pertama, kekuatan konsumsi masyarakat dalam negeri yang sangat besar dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa. Kedua, kemudahan akses menuju pasar internasional yang semakin terbuka lebar melalui berbagai perjanjian perdagangan bebas. Kombinasi kedua aspek tersebut menjadikan Indonesia memiliki posisi unik dibandingkan negara-negara lain di dunia.

“Industri tekstil, kulit, dan alas kaki Indonesia bukanlah industri masa lalu, melainkan industri masa depan. Ini bukan industri biasa. Ini adalah industri yang menyentuh kehidupan jutaan keluarga, sekaligus menjadi wajah kita di pasar global,” tegas Menperin dalam sambutannya.

Agus menjelaskan bahwa keunggulan strategis Indonesia terletak pada kemampuannya melakukan pendekatan ganda. Di satu sisi, pelaku usaha dapat melakukan ekspansi ke luar negeri (outward looking) melalui penetrasi pasar ekspor. Di sisi lain, mereka juga memiliki daya tarik kuat di dalam negeri (inward looking). Kondisi ini jarang dimiliki oleh negara lain, sehingga pembinaan sektor persepatuan menjadi prioritas strategis pemerintah.

Data Perekonomian yang Mendukung Pertumbuhan

Berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor tekstil dan pakaian jadi saat ini telah menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja nasional. Lebih dari 3,8 juta orang bergantung pada industri ini untuk mata pencaharian mereka. Angka tersebut menempatkan sektor ini sebagai salah satu kontributor terbesar penciptaan lapangan kerja di Indonesia, bahkan berkontribusi signifikan terhadap penurunan tingkat pengangguran.

Performa ekspor juga menunjukkan tren positif yang menggembirakan. Pada paruh pertama tahun 2026, nilai ekspor tekstil dan pakaian jadi menembus angka USD 4,85 miliar. Capaian ini membuktikan bahwa produk-produk dalam negeri memiliki daya saing yang kuat di kancah global. Dengan dukungan infrastruktur dan kebijakan yang tepat, potensi pertumbuhan industri alas kaki Indonesia diproyeksikan akan semakin meningkat di tahun-tahun mendatang.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meskipun memiliki potensi besar, sektor persepatuan Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Persaingan dengan negara-negara produsen utama seperti Vietnam dan Tiongkok menjadi salah satu hambatan utama. Selain itu, kebutuhan akan inovasi desain dan teknologi produksi juga semakin mendesak untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah menyiapkan berbagai program pembinaan. Program tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, modernisasi teknologi produksi, serta penguatan jaringan distribusi. Melalui strategi ini, diharapkan industri alas kaki Indonesia dapat mempertahankan dan meningkatkan posisinya di pasar global.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Industri Alas Kaki Indonesia

Berapa kontribusi industri alas kaki terhadap PDB Indonesia? Sektor tekstil, kulit, dan alas kaki berkontribusi sekitar 2,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, menjadikannya salah satu sektor manufaktur terbesar.

Apa saja negara tujuan ekspor utama produk alas kaki Indonesia? Negara-negara tujuan ekspor utama meliputi Amerika Serikat, Jepang, Jerman, dan Australia, dengan total nilai ekspor mencapai USD 4,85 miliar pada paruh pertama 2026.

Berapa jumlah tenaga kerja yang terserap di industri persepatuan? Industri alas kaki menyerap lebih dari 3,8 juta tenaga kerja, menjadikannya salah satu sektor penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

Apa program pemerintah untuk mendukung pertumbuhan industri alas kaki? Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah menyiapkan program pembinaan yang mencakup peningkatan kualitas SDM, modernisasi teknologi produksi, dan penguatan jaringan distribusi untuk meningkatkan daya saing global.

Dengan berbagai potensi dan dukungan yang ada, menperin ungkap potensi industri alas kaki Indonesia untuk terus berkembang. Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan stakeholders lainnya, sektor ini diprediksi akan menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional di masa depan.

Leave a Comment