Polda Jambi Musnahkan 20 Kg Sabu dalam Momemt Sejarah
Historic Moment – Momemt sejarah terjadi saat Polda Jambi melaksanakan pemusnahan barang bukti narkoba yang mencapai total 20 kilogram sabu dan sekitar 20.241 butir ekstasi. Tindakan ini menjadi bagian dari upaya pengendalian narkoba di wilayah Jambi, dengan berat total barang yang dimusnahkan mencapai 9,1 kilogram. Selain itu, juga dihancurkan 1.975 cartridge etomidate yang setara 4.332,5 mililiter. Pemusnahan dilakukan dalam acara deklarasi Gerakan Jambi Anti Narkoba di Lapangan Mapolda Jambi, yang menjadi penanda penting dalam perang melawan narkoba.
Proses Pemusnahan dan Partisipasi Pemangku Kepentingan
Pemusnahan barang bukti narkoba tersebut dipimpin oleh Kapolda Jambi Irjen Krisno Halomoan Siregar dan dihadiri oleh Gubernur Al Haris, unsur Forkopimda, serta perwakilan dari TNI-Polri, Kejaksaan, BNNP Jambi, tokoh agama, dan mahasiswa. Momemt sejarah ini bukan hanya sekadar ritual formal, melainkan bukti nyata komitmen aparat penegak hukum untuk memutus rantai perdagangan narkoba. Kapolda menegaskan bahwa tindakan ini mencerminkan kejelasan dan keseriusan dalam menangani masalah narkoba di wilayah hukum Jambi.
“Pemusnahan barang bukti yang kita saksikan hari ini menunjukkan transparansi, akuntabilitas, dan komitmen Polri bersama instansi terkait untuk melawan narkoba,” ujar Krisno, Sabtu (23/5/2026).
Barang bukti yang dihancurkan berasal dari tiga laporan polisi dan melibatkan total enam tersangka. Dalam lima tahun terakhir, Polda Jambi mencatatkan 3.760 kasus narkoba, dengan 5.385 orang yang menjadi tersangka. Dari jumlah tersebut, 5.088 adalah laki-laki dan 297 perempuan. Hasil penyitaan mencapai sekitar 1,4 ton narkotika berbagai jenis, menunjukkan tingginya intensitas kegiatan narkoba di daerah tersebut.
Arti Strategis dalam Perang Narkoba
Pemusnahan barang bukti dalam momemt sejarah ini tidak hanya sebagai tindakan pencegahan, tetapi juga sebagai strategi untuk mengurangi pasokan narkoba di masyarakat. Dengan menghancurkan sejumlah besar sabu dan ekstasi, Polda Jambi memberikan pesan kuat bahwa tidak ada ruang bagi para pelaku narkoba untuk terus beroperasi. Momemt sejarah ini menjadi bentuk penghargaan terhadap keberhasilan operasi penyitaan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir.
Operasi pengungkapan ini berhasil menyelamatkan 126.391 jiwa masyarakat Jambi dan sekitarnya dari dampak negatif penggunaan narkoba. Menurut Kapolda, upaya ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjaga wilayah hukum Jambi tetap bebas dari barang haram. Momemt sejarah ini juga menegaskan bahwa kepolisian terus berupaya memberikan dampak signifikan dalam perbaikan kualitas hidup masyarakat melalui pengendalian narkoba.
Dalam rangka memperkuat keberhasilan momemt sejarah ini, Polda Jambi terus memperluas kerja sama dengan berbagai instansi seperti Kejaksaan, BNNP, dan lembaga pendidikan. Tindakan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba dan menggalang dukungan untuk kampanye anti-narkoba. Selain itu, pihak kepolisian juga merencanakan program penegakan hukum yang lebih intensif guna memastikan hasil operasi terus dirasakan oleh masyarakat.
