Muslim

New Policy: Kisah Mbah Marsiyah, Lansia Kediri Naik Haji dari Tabungan Kaleng Bekas

Kisah Mbah Marsiyah, Lansia Kediri Berangkat Haji Berkat Kebijakan Baru

New Policy menjadi salah satu langkah penting dalam membuka akses ibadah haji bagi lansia yang terbatas kemampuan finansial. Dalam tahun ini, seorang lansia berusia 105 tahun dari Kediri, Jawa Timur, berhasil mewujudkan impiannya untuk berhaji melalui program prioritas yang disediakan oleh New Policy. Mbah Marsiyah, yang tinggal di Desa Bulu, menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan baru ini mampu mengubah nasib seorang ibu yang selama bertahun-tahun menabung dengan tekun untuk menunaikan rukun Islam yang ketiga.

Latar Belakang dan Perjalanan Membangun Tabungan

Mbah Marsiyah, yang dikenal sebagai tokoh masyarakat di lingkungannya, telah menabung uang untuk haji sejak tahun 2021. Berjualan jenang dan bubur di depan rumahnya, ia menekankan bahwa setiap rupiah yang ia kumpulkan adalah hasil usaha yang diperoleh secara bertahap. “Uangnya ditabung di kaleng, di lemari, uang hasil penjualan bubur,” ujarnya dengan penuh haru kepada Tim Media Center Haji. New Policy memberikan ruang bagi lansia seperti Mbah Marsiyah untuk mengikuti program prioritas, yang memungkinkan mereka berangkat lebih cepat meski tabungan masih terbatas.

Dalam beberapa tahun terakhir, program New Policy berfokus pada penyederhanaan biaya haji dan peningkatan akses bagi kelompok rentan. Kebijakan ini melibatkan kerja sama antara pemerintah daerah dan pusat untuk memberikan subsidi atau bantuan keuangan kepada lansia yang mendaftar sebelum tenggat waktu tertentu. Mbah Marsiyah, yang kini berada di Makkah, menjadi salah satu peserta pertama dari Kloter SUB 112 yang diterima berdasarkan New Policy. Ia tiba di sana pada Jumat pagi, 22 Mei 2026, dengan dukungan penuh dari petugas haji yang menemani perjalanan dari bus ke kamar hotel.

Proses Pengurusan Haji dan Dukungan Komunitas

Sebelum berangkat, Mbah Marsiyah mengalami beberapa tantangan dalam mengumpulkan dana. Namun, dengan New Policy yang memberikan relaksasi prosedur dan penyesuaian batas usia, ia bisa memenuhi syarat tanpa harus mengambil utang atau menunda impian. Pemerintah setempat juga aktif membantu mempermudah proses administrasi, termasuk pengurusan dokumen kesehatan dan pendaftaran yang berkelanjutan. “Dukungan dari pemerintah daerah membuat perjalanan ini lebih ringan, meski usia sudah memasuki 105 tahun,” katanya sambil berjalan perlahan di samping kursi roda.

Sebagai bagian dari New Policy, program ini tidak hanya menjangkau Mbah Marsiyah tetapi juga mendorong partisipasi lebih luas dari masyarakat. Sejumlah lansia lain di Kediri, seperti yang berusia 98 tahun, juga berhasil berangkat berkat bantuan dari komunitas lokal dan New Policy. Selain itu, kebijakan ini memperkuat konsep New Policy dalam menyediakan solusi berbasis komunitas, di mana warga bisa menabung secara bersama-sama untuk membayar biaya haji. Faktor utama keberhasilan Mbah Marsiyah adalah ketekunan dalam menyimpan uang hasil jualan bubur di kaleng bekas yang ditempatkan di lemari, sehingga menunjukkan bagaimana New Policy bisa disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu.

Dalam konteks New Policy, perjalanan Mbah Marsiyah bukan hanya tentang keberhasilan pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi lansia lain yang ingin menunaikan ibadah haji. Program ini menekankan bahwa usia bukanlah penghalang untuk meraih impian, selama ada kebijakan yang mendukung. “Dulu berpikir tidak mungkin, tapi dengan New Policy kini bisa terwujud,” tambahnya sambil menunjukkan kaleng bekas yang berisi tabungan selama bertahun-tahun. Keberadaan New Policy menunjukkan komitmen untuk membuat haji lebih inklusif, terutama bagi kalangan lansia yang mungkin terlupakan dalam sistem keuangan tradisional.

Mbah Marsiyah juga mengungkapkan bahwa proses pendaftaran di bawah New Policy lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Dukungan teknis dari petugas haji dan pemerintah lokal membantu mengatasi hambatan seperti kurangnya kesadaran masyarakat akan program prioritas. “Dulu harus menunggu lama, tapi sekarang ada New Policy yang mempercepat,” katanya. Dengan kebijakan ini, lansia tidak lagi terbatas oleh waktu dan kemampuan, tetapi bisa berangkat bersama keluarga sesuai jadwal yang terencana. Pengalaman Mbah Marsiyah menjadi bukti bahwa New Policy mampu memperluas peluang bagi masyarakat yang ingin menunaikan rukun Islam.

Sebagai penutup, kisah Mbah Marsiyah menyoroti bagaimana New Policy mengubah paradigma dalam pengaturan haji. Dengan pendekatan berbasis tabungan dan komunitas, kebijakan ini menciptakan ruang bagi lansia untuk berpartisipasi secara aktif. Ia juga berharap program semacam ini bisa terus berkembang, sehingga lebih banyak warga Kediri dan daerah lain dapat menikmati manfaat New Policy. “Semoga New Policy bisa membantu orang-orang lain seperti saya, yang ingin meraih haji meski usia sudah senja,” tutupnya dengan tawa yang penuh harapan.

Leave a Comment