Fase Puncak Haji di Mina Rampung, Menhaj Puji Disiplin Jamaah Haji Indonesia
Fase Puncak Haji di Mina Rampung – Pelaksanaan fase puncak ibadah haji di Mina telah selesai secara resmi pada 13 Zulhijjah 1447 H. Seluruh jamaah haji Indonesia yang mengambil skema Nafar Tsani telah menyelesaikan rangkaian ibadah utama di kawasan tersebut. Dalam pernyataan terbarunya, Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan seluruh tahapan fase puncak haji tahun ini, yang menunjukkan tingkat disiplin dan kerja sama yang luar biasa dari para jamaah.
Koordinasi Tim Penyelenggara dan Kepatuhan Jamaah
Fase puncak haji di Mina menjadi salah satu bagian kritis dalam perjalanan ibadah haji. Menurut Menhaj, kelancaran puncak haji di kawasan Mina berkat kolaborasi antara tim penyelenggara, petugas lapangan, serta kesadaran tinggi jamaah haji Indonesia. “Alhamdulillah, fase puncak haji di Mina telah usai dengan baik. Hari ini pukul 15.00 waktu Arab Saudi, seluruh jamaah haji Indonesia telah meninggalkan area Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah,” ujar Menhaj dalam wawancara di Makkah, Minggu (31/5/2026).
“Alhamdulillah, fase puncak haji di Mina telah berakhir secara aman. Seluruh jamaah haji Indonesia telah meninggalkan kawasan Mina setelah menyelesaikan tugas utama mereka. Area Mina kini telah kosong dari jamaah haji Indonesia,” tambah Menhaj.
Pelaksanaan fase puncak haji di Mina dimulai dengan tawaf ifadah yang diikuti oleh sekitar 250 ribu jamaah. Setelah itu, mereka melanjutkan kegiatan seperti sa’i, serta ibadah wajib lainnya. Menhaj menekankan bahwa disiplin jamaah dalam menjalani rangkaian ibadah di Mina menjadi faktor utama keberhasilan pelaksanaan haji tahun ini.
Proses Puncak Haji dan Kesiapan Petugas
Fase puncak haji di Mina berlangsung selama sehari penuh, dengan jamaah yang memilih skema Nafar Tsani melakukan ibadah sesuai jadwal yang telah ditentukan. Menurut laporan, para petugas penyelenggara haji (PPIH) Arab Saudi telah berada di posisi strategis untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para jamaah. “Pelayanan terus berjalan meski fase puncak haji di Mina sudah rampung. Kami siap mendukung kegiatan lanjutan hingga jamaah pulang ke Indonesia,” kata Menhaj.
Sebagai bagian dari proses puncak haji, jamaah yang mengambil skema Nafar Awal telah kembali ke hotel sebelumnya pada 12 Zulhijjah. Sementara itu, jamaah Nafar Tsani baru menyelesaikan ibadah mereka pada 13 Zulhijjah, setelah memastikan semua aktivitas telah dilaksanakan dengan tepat waktu. Menhaj menjelaskan bahwa kesiapan petugas dan pengaturan jadwal menjadi kunci untuk menghindari kepadatan di area Masjidil Haram.
Dalam rangka mempercepat proses dan memastikan kelancaran, Menhaj mengapresiasi kinerja petugas yang sigap dan responsif. Ia juga menyebutkan bahwa kepatuhan jamaah haji Indonesia dalam menjalani ibadah di Mina menjadi contoh yang baik untuk peningkatan kualitas pelaksanaan haji di masa depan. “Disiplin dan kebersamaan jamaah haji Indonesia membuat seluruh tahapan ibadah berjalan lancar,” ujarnya.
Fase puncak haji di Mina tidak hanya menjadi titik balik bagi jamaah, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyelenggarakan ibadah secara aman dan terstruktur. Menhaj menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawasi progres haji hingga tiba di Mekah dan melakukan ibadah akhir di Arafat serta Muzdalifah.
Sebagai penutup, Menhaj mengajak seluruh jamaah haji Indonesia untuk tetap menjaga semangat ibadah dan kerja sama. “Fase puncak haji di Mina telah selesai, tetapi perjalanan haji kita belum berakhir. Mari terus berjuang dan menjalani ibadah haji dengan penuh rasa syukur,” pesannya. Dengan keberhasilan ini, pihaknya optimis bahwa ibadah haji tahun ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi seluruh jamaah.
