Benarkah Gym dan Angkat Beban Tingkatkan Gairah Seksual Pria?
Benarkah Gym dan Angkat Beban Tingkatkan – JAKARTA – Olahraga sering dikaitkan dengan peningkatan kesehatan seksual, terutama pada pria. Namun, kebenaran tentang apakah latihan di gym atau angkat beban secara langsung meningkatkan gairah seksual masih memerlukan pembuktian. Dr. Jefry Tribowo, seorang dokter spesialis andrologi dan influencer kesehatan, menjelaskan bahwa tidak semua jenis aktivitas fisik memberikan dampak yang sama terhadap hormon seperti testosteron, yang berperan penting dalam libido. Meski latihan kebugaran bisa membantu menjaga kesehatan tubuh secara umum, efeknya terhadap fungsi seksual bergantung pada metode yang digunakan.
Manfaat Latihan Aerobik
Latihan aerobik, seperti lari, berenang, atau bersepeda, memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kardiovaskular dan stamina fisik. Namun, dr. Jefry menegaskan bahwa jenis latihan ini belum cukup untuk menjamin peningkatan gairah seksual secara optimal. “Meski aerobik baik untuk jantung dan metabolisme, efeknya pada hormon testosteron cenderung tidak sekuat latihan kekuatan,” tambahnya. Menurut penelitian, latihan aerobik berkelanjutan bisa mengurangi kadar testosteron jika dilakukan secara berlebihan, karena tubuh mengalokasikan energi lebih ke sistem pernapasan dan jantung daripada ke produksi hormon.
“Dalam kondisi normal, aerobik tidak menyebabkan peningkatan signifikan pada kinerja seksual jika tidak diimbangi dengan latihan daya tahan dan kekuatan,”
dr. Jefry menjelaskan bahwa jantung yang kuat membantu aliran darah, tetapi kurang efektif dalam merangsang otot-otot yang memengaruhi libido. Untuk mengoptimalkan hasil, latihan aerobik sebaiknya dilakukan dalam durasi yang moderat dan diiringi dengan aktivitas yang fokus pada penguatan otot.
Latihan Kekuatan dan Testosteron
Latihan kekuatan atau strength training, seperti angkat beban, squat, dan bench press, dinilai lebih efektif dalam meningkatkan produksi testosteron. Menurut dr. Jefry, otot yang berkembang melalui latihan intensif bisa memicu respons hormon yang lebih baik. “Setiap sesi latihan kekuatan membantu mengaktifkan sekresi testosteron, terutama ketika dilakukan dengan beban yang cukup berat dan intensitas tinggi,” jelasnya. Dalam beberapa studi, pria yang melakukan latihan kekuatan secara rutin menunjukkan peningkatan kadar testosteron hingga 15-20% dibandingkan dengan mereka yang hanya melakukan latihan aerobik.
“Latihan angkat beban, khususnya yang mengandalkan otot besar seperti paha, lengan, dan bahu, lebih berperan dalam meningkatkan kekuatan dan performa seksual,”
menurut dr. Jefry, intensitas dan frekuensi latihan juga menjadi faktor penting. Dianjurkan untuk melakukannya 2-3 kali seminggu, dengan durasi sekitar 45-60 menit per sesi. Selain itu, pemanasan dan pendinginan yang memadai serta penyesuaian beban menurut kemampuan individu bisa meningkatkan efektivitas latihan tersebut.
Manfaat Lain dari Latihan Fisik
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebugaran fisik secara keseluruhan juga memengaruhi kesehatan seksual. Latihan kekuatan tidak hanya meningkatkan testosteron, tetapi juga meningkatkan stamina dan ketahanan tubuh, yang bisa memengaruhi performa seksual. “Otot yang lebih kuat memberi pengaruh positif terhadap pengendalian pola hidup, termasuk pengurangan stres dan meningkatkan kepercayaan diri,” tambah dr. Jefry. Selain itu, latihan fisik secara berkala juga berperan dalam menjaga kesehatan mental, yang terkait erat dengan gairah seksual.
Perlu diperhatikan bahwa efek latihan terhadap libido bisa bervariasi tergantung pada kondisi kesehatan pribadi, seperti tingkat kelelahan, nutrisi yang dikonsumsi, dan keseimbangan antara jenis latihan. Misalnya, pria yang berolahraga sebelum tidur mungkin mengalami peningkatan gairah seksual, sementara mereka yang latihan terlalu berlebihan bisa mengalami penurunan kinerja seksual akibat kelelahan. Dengan demikian, konsistensi dan variasi dalam rutinitas latihan menjadi kunci utama.
