Official Announcement: Deportasi Dua WN Vietnam oleh Imigrasi Jaksel
Official Announcement – Jakarta Selatan, JAKARTA – Dua warga negara Vietnam (WN Vietnam) dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Selatan setelah diduga melakukan praktik kedokteran ilegal di sebuah klinik di kawasan Radio Dalam. Kedua individu ini, berinisial THT dan NNQVT, dikenai Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa pendeportasian dan penangkalan, sehingga tidak diperbolehkan kembali ke Indonesia. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Ryan Kasim, dalam wawancara hari ini.
Latar Belakang dan Pelaporan Kasus
Menurut Ryan, kasus ini terungkap setelah menerima laporan dari masyarakat melalui akun Instagram @kanimjaksel. Pelaporan tersebut memicu Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) untuk melakukan penyelidikan intensif di lokasi klinik. Dalam proses investigasi, petugas menemukan bukti kuat bahwa kedua WN Vietnam tersebut beroperasi tanpa izin resmi dari instansi keimigrasian. “Ini adalah Official Announcement pertama dalam tahun ini mengenai praktik kedokteran ilegal oleh warga asing,” tambah Ryan, menjelaskan langkah keimigrasian dalam menegakkan hukum.
Pelaku kegiatan kedokteran ilegal ini diduga menjual layanan medis tanpa sertifikasi, menyebabkan risiko kesehatan bagi pasien. Penyelidikan terhadap klinik tersebut menemukan catatan aktivitas selama beberapa bulan, termasuk jadwal pemeriksaan dan resep obat yang tidak sesuai standar. Ryan menyatakan bahwa keberadaan kedua WN Vietnam tersebut juga terbongkar berdasarkan laporan dari pihak ketiga, termasuk pengguna layanan yang memperlihatkan keluhan terkait kualitas pelayanan.
Langkah Penegakan Hukum
Dalam Official Announcement yang dikeluarkan pada hari ini, pihak imigrasi menyatakan bahwa tindakan deportasi dilakukan setelah semua proses verifikasi selesai. THT, salah satu individu yang dideportasi, ditangani oleh petugas di hari keempat tanggal 17 Juni 2026, sementara NNQVT baru bisa ditangani setelah melarikan diri dari lokasi klinik. “Kedua WN Vietnam ini tidak hanya dikeluarkan dari Indonesia, tetapi juga dibatasi akses ke wilayah negara ini,” jelas Ryan, menekankan kebijakan tegas yang diterapkan.
Penegakan hukum ini juga mencakup pemeriksaan dokumen kependudukan dan izin usaha klinik. Kedua individu tersebut diduga tidak memiliki persetujuan untuk berpraktik di Indonesia, sehingga dianggap melanggar aturan keimigrasian. Ryan menambahkan bahwa pendeportasian dilakukan secara berurutan untuk memastikan tidak ada kebocoran informasi selama proses. “Ini adalah Official Announcement terkini dari keimigrasian dalam menindak praktik ilegal yang merugikan masyarakat,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, sistem Subject of Interest (SOI) Direktorat Jenderal Imigrasi digunakan untuk memantau aktivitas kedua WN Vietnam tersebut. Informasi tentang keberadaan mereka juga dihubungkan dengan laporan dari masyarakat yang memperhatikan kegiatan medis ilegal di sekitar kawasan Radio Dalam. Dengan pendeportasian ini, pihak keimigrasian berharap dapat memberikan contoh tegas bagi warga asing yang melanggar aturan dalam berpraktik.
Respons Masyarakat dan Signifikansi Tindakan
Official Announcement ini memicu respons positif dari masyarakat yang mengapresiasi tindakan tegas pihak imigrasi. Banyak warga mengatakan bahwa langkah pendeportasian membantu mengurangi risiko kesalahan diagnosis dan obat yang tidak terjamin kualitasnya. “Saya senang keimigrasian mengambil tindakan cepat. Ini bisa menjadi contoh bagi warga asing lainnya,” ujar salah satu warga yang ditemui reporter. Ryan juga menyebutkan bahwa keputusan ini berdasarkan instruksi dari Direktorat Jenderal Keimigrasian untuk menegakkan aturan secara konsisten.
Langkah ini juga menggambarkan peran keimigrasian dalam menjaga kualitas pelayanan publik. Dengan menindak warga asing yang melanggar izin berpraktik, pihak keimigrasian memastikan bahwa setiap individu yang melakukan kegiatan di bidang kesehatan harus memiliki persetujuan resmi. Ryan menambahkan bahwa pendeportasian ini bukan tindakan yang dilakukan sembarangan, melainkan hasil dari investigasi yang mendalam. “Kami ingin menegaskan bahwa Official Announcement tidak hanya berupa pengumuman, tetapi juga komitmen untuk menjaga integritas sistem kesehatan,” pungkasnya.
