BGN Bantah Tuduhan Pembagian Dana MBG ke Prabowo, Sebut Hoaks
Latest Program – Jakarta, 14 Juni 2026 – Nanik S. Deyang, Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), membantah narasi yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dana ke Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa klaim tersebut adalah informasi palsu yang bisa memengaruhi persepsi publik terhadap program pemerintah. “Ini adalah hoaks yang sengaja disebarkan untuk menciptakan kebingungan dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap inisiatif yang telah diberikan oleh pemerintah,” kata Nanik dalam pernyataannya yang dikutip Minggu (14/6/2026).
Detail dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Program MBG merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan menyediakan makanan bergizi secara gratis kepada masyarakat kurang mampu. Sejak diluncurkan, program ini menjadi salah satu dari Latest Program yang mendapat perhatian luas, terutama dalam upaya memperkuat kesehatan masyarakat. MBG diberikan melalui berbagai saluran, termasuk pusat layanan kesehatan, panti asuhan, dan program bantuan sosial daerah. Dana yang digunakan berasal dari anggaran Kementerian Kesehatan dan didistribusikan secara terstruktur untuk memastikan keadilan dalam pemberian.
BGN, sebagai lembaga yang bertugas mengawasi distribusi dan penggunaan dana dalam program tersebut, menegaskan bahwa semua proses pengelolaan dana telah dipantau secara rapi. “Kita memiliki sistem transparansi yang ketat, termasuk laporan bulanan dan audit rutin. Tidak ada indikasi bahwa dana MBG dialihkan ke pihak tertentu,” tambah Nanik. Ia juga menjelaskan bahwa program ini bertujuan mendorong masyarakat untuk mengakses nutrisi yang seimbang, terlepas dari latar belakang politik para penerima manfaat.
Pernyataan BGN Terhadap Narasi Hoaks
Tuduhan pembagian dana MBG ke Presiden Prabowo memicu reaksi dari BGN. Nanik mengatakan bahwa narasi ini tidak hanya tidak benar, tetapi juga bisa merusak citra program yang telah menguntungkan banyak orang. “Kita perlu melindungi integritas Latest Program ini dari serangan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
BGN menyoroti bahwa pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sering menggunakan nama pejabat publik untuk menyusun narasi provokatif. “Ini adalah strategi provokasi yang menghiasi media sosial, memanfaatkan kesempatan kecil untuk menyebarkan kebohongan besar,” jelas Nanik. Ia menambahkan bahwa BGN akan terus memperkuat sistem informasi dan mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap berita yang belum terverifikasi.
“Saya menegaskan bahwa narasi yang beredar tidak benar. Saya tidak pernah memberikan pernyataan sebagaimana yang dicantumkan dalam pesan yang menyebar di media sosial maupun aplikasi percakapan,” ujar Nanik dalam keterangannya, dikutip Minggu (14/6/2026).
Dalam upaya mengatasi hoaks tersebut, BGN juga mengajak masyarakat untuk memeriksa sumber informasi secara mendalam. “Semua data dan laporan program MBG dapat diakses melalui situs resmi BGN dan laporan pemerintah. Jangan mudah terpancing oleh isu yang tidak memiliki dasar fakta,” pesannya. Nanik menekankan bahwa Latest Program ini adalah hasil kolaborasi antara pemerintah dan lembaga terkait, serta sudah melalui proses penilaian yang ketat sebelum diluncurkan.
Public reaction terhadap pembantahan BGN terlihat beragam. Beberapa masyarakat menyambut baik pernyataan tersebut, sementara yang lain masih meragukan. Namun, Nanik optimis bahwa dengan penjelasan yang jelas, kebenaran akan terang. “Kita akan terus berkomunikasi dengan publik dan memastikan bahwa Latest Program ini tidak hanya diketahui, tetapi juga dihargai oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.
