5 Pemain Keturunan Berpotensi Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027
Latest Program – Timnas Indonesia sedang gencar menyiapkan kekuatan baru untuk Piala Asia 2027. Kebijakan naturalisasi terhadap pemain keturunan dianggap sebagai bagian penting dari Latest Program yang tengah dijalankan federasi sepakbola nasional. Dalam wawancara terbaru, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut bahwa lima nama dari keturunan Indonesia akan menjadi prioritas untuk diperkuat dalam masa persiapan kompetisi yang akan dimulai pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027.
Latar Belakang Kebijakan Naturalisasi
Keputusan untuk mengambil pemain keturunan tidaklah baru. Sejak beberapa tahun terakhir, Indonesia terus memperluas daftar pemain asing yang memiliki kewarganegaraan Indonesia. Kebijakan ini dirasa perlu untuk memperkaya timnas dalam menghadapi tantangan kompetisi internasional yang semakin berat. Latest Program mencakup strategi pengembangan pemain muda dan perekrutan pemain berpengalaman, serta memperhatikan aspek kualitas dan kemampuan adaptasi terhadap sistem permainan nasional.
Menurut staf khusus Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Noor Korompot, rencana naturalisasi ini didasari kebutuhan Timnas untuk memperkuat lini serang. Dalam pernyataan di akun Instagram-nya, @noorkorompotalks, Noor menyebut bahwa pelatih Timnas, John Herdman, sedang menyiapkan daftar lima pemain yang akan dinaturalisasi. “Kabarnya, semua pemain ini sudah dipersiapkan sejak beberapa bulan lalu. Tunggu saja kabar lebih lanjut,” tulisnya.
Pemain 1: Markus Pall Ellertsson
Pemain berusia 20 tahun yang berasal dari Islandia ini memiliki latar belakang Indonesia melalui ibunya. Saat ini, Markus bermain di Liga 1 Islandia bersama IA Akranes, di mana ia tampil sebagai striker utama. Dalam empat laga terakhir, pemain ini mencetak empat gol, menunjukkan potensi sebagai pemboman tajam. Sebagai keturunan Indonesia, Markus bisa menjadi pilihan utama dalam Latest Program Timnas, terutama karena kemampuan teknik dan fisiknya yang sudah terbukti di level profesional.
Pemain 2: Dean Zandbergen
Dean Zandbergen, yang berusia 24 tahun, adalah pemain asal Belanda yang juga memiliki darah Indonesia. Ia bermain di VVV Venlo, klub dalam Liga 2 Belanda, dan telah mencetak 15 gol dalam 17 pertandingan musim 2025-2026. Keinginan Dean untuk membela Timnas Indonesia telah dinyatakan sejak medio tahun lalu, dan ia dianggap sebagai kandidat kuat dalam Latest Program. Kombinasi keahlian di lini depan dan ketertarikannya terhadap timnas diharapkan bisa menjadi penguatan signifikan.
Kemampuan beradaptasi dan kepercayaan diri Dean dalam menghadapi kompetisi tingkat internasional juga menjadi faktor utama. Selain itu, ia memiliki pengalaman internasional di level U-20, yang bisa menjadi bekal dalam menatap Piala Asia 2027. PSSI tengah memantau performa pemain ini untuk menilai kelayakannya masuk ke dalam daftar naturalisasi.
Pemain 3: Rudi Borell
Rudi Borell, pemain belakang yang lahir di Inggris dari orang tua asal Indonesia, menjadi salah satu dari lima nama yang diusulkan dalam Latest Program. Ia bermain untuk klub Championship Inggris, Rochdale, dan telah menunjukkan konsistensi sebagai bek tengah yang solid. Dengan kecepatan dan ketangkasan yang dimilikinya, Rudi dianggap bisa memberikan pengaruh besar di lini pertahanan Timnas. Kebijakan naturalisasi ini juga diharapkan membuka jalan bagi ia untuk lebih fokus pada permainan di level nasional.
Menariknya, Rudi pernah bermain untuk Timnas Inggris U-20, yang membuktikan kemampuannya di panggung internasional. PSSI sedang mempertimbangkan rekrutmen ia sebagai bagian dari strategi pengembangan timnas untuk Piala Asia 2027. Selain itu, pemain ini dianggap mampu memperkuat keberagaman timnas, sehingga bisa menciptakan kesan unik dalam pertandingan.
Pemain 4: Thomas Florentin
Thomas Florentin, pemain tengah asal Prancis dengan darah Indonesia dari ayahnya, menjadi bintang baru dalam Latest Program Timnas. Ia bermain untuk Rennes, salah satu klub besar Liga Prancis, dan dikenal sebagai pemain yang lincah serta memiliki pengalaman di kompetisi Eropa. Dalam musim 2025-2026, Thomas mencatatkan 10 assist, yang menunjukkan kemampuannya dalam membangun serangan. Kehadirannya diharapkan bisa memberikan variasi dalam permainan dan meningkatkan kualitas Timnas.
Pemain keturunan ini juga memiliki pengalaman dalam bermain di luar negeri, yang bisa menjadi keuntungan besar. Dengan sikap loyal terhadap Indonesia dan keinginan untuk menunjukkan kemampuan di Piala Asia 2027, Thomas dianggap sebagai pilihan yang matang dalam Latest Program. Dukungan dari masyarakat sepakbola Indonesia pun diperkirakan akan berdatangan, mengingat potensinya sebagai pemain yang bisa menciptakan perubahan positif.
Pemain 5: Chandra Baskara
Chandra Baskara, seorang pemain tengah asal Australia dengan latar belakang Indonesia dari ibunya, juga masuk dalam daftar lima pemain yang dipertimbangkan. Ia bermain untuk klub A-League, Melbourne City, dan telah menunjukkan kemampuan teknik serta kepercayaan diri yang tinggi. Dalam musim 2025, Chandra mencatatkan 12 assist, yang menjadi bukti bahwa ia mampu membangun permainan di level profesional.
Kehadiran Chandra dalam Latest Program Timnas Indonesia diharapkan memberikan kontribusi signifikan dalam menambah kekuatan serangan. Dengan keahliannya di area tengah dan kemampuan mengontrol bola yang baik, pemain keturunan ini bisa menjadi alternatif andalan di bawah asuh John Herdman. Selain itu, ia dianggap sebagai contoh sukses dari kebijakan naturalisasi yang sudah dijalankan sebelumnya.
Kebijakan Latest Program ini sejalan dengan visi membangun Timnas Indonesia yang lebih kuat dan kompetitif di kancah internasional. Dengan memperkenalkan pemain keturunan, federasi sepakbola nasional ingin memastikan bahwa Timnas memiliki sumber daya yang lebih luas. Kepemimpinan Erick Thohir juga diharapkan bisa memberikan arahan yang jelas dalam menjalankan strategi ini, sehingga memperkuat peluang Indonesia mencapai target besar dalam Piala Asia 2027.
