Shin Tae-yong Ancam Skuad Persija Jakarta: Pemain Sombong Tak Akan Dipilih
Shin Tae yong Ancam Skuad Persija – Shin Tae-yong, pelatih baru Persija Jakarta, telah menegaskan sikap tegas terhadap kriteria pemain yang akan masuk ke dalam skuad tim. Ia menyatakan bahwa pemain yang memiliki sikap sombong dan tidak bersedia berkorban akan langsung dikeluarkan dari persaingan. Kebijakan ini diungkapkan saat ia resmi menjabat sebagai pelatih pada awal Juni 2026, dengan tujuan membangun tim yang solid dan siap bersaing dalam musim 2026-2027.
Filosofi Pemilihan Pemain Berdasarkan Etos Kerja
Shin Tae-yong, mantan pelatih Tim Nasional Indonesia, dikenal memiliki pendekatan yang sangat berfokus pada mentalitas pemain. Ia tidak hanya melihat kemampuan teknis atau performa di lapangan, tetapi juga sikap rendah hati dan kesediaan berkontribusi untuk keberhasilan tim secara keseluruhan. Dalam wawancara dengan laman resmi PT Liga Indonesia Baru (ILeague), ia menjelaskan bahwa pemain yang tidak memiliki keinginan untuk berkembang bersama klub akan menjadi masalah besar.
Berbeda dengan pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong menekankan pentingnya disiplin dan komitmen. Ia menyatakan bahwa keberhasilan Persija Jakarta tidak hanya bergantung pada keahlian individu, tetapi juga pada bagaimana seluruh skuad bekerja sama. “Pemain yang sombong dan egois akan merusak dinamika tim,” tambahnya. Dalam pandangan ini, ia menginginkan para pemain yang bersedia mengorbankan diri untuk memperbaiki performa dan kualitas pertandingan.
Proses Seleksi yang Maksimal
Dalam upayanya membangun skuad yang kompetitif, Shin Tae-yong mengambil langkah-langkah ketat. Ia melakukan penilaian yang menyeluruh, termasuk mengamati sikap pemain di luar lapangan. Pemain yang tidak menunjukkan dedikasi dalam latihan atau tidak berani mengambil risiko untuk tim akan dianggap tidak layak. “Kami mencari pemain yang bisa memberi pengorbanan,” ujarnya, menegaskan bahwa kriteria ini menjadi dasar utama dalam rekrutmen.
Shin Tae-yong juga memperkenalkan sistem evaluasi berbasis data. Ia menggunakan teknologi dan analisis performa untuk menilai potensi pemain secara lebih objektif. Selain itu, ia memberikan pelatihan intensif kepada para pemain yang diterima, agar siap menghadapi tantangan liga dan persaingan internasional. Metode ini diharapkan bisa membantu Persija Jakarta meraih target prestasi yang lebih tinggi dibandingkan musim sebelumnya.
Kebiasaan Pemain Sombong yang Menjadi Perhatian
Kebiasaan pemain sombong menjadi perhatian utama Shin Tae-yong. Dalam beberapa kesempatan, ia menyebut bahwa sikap ini sering kali mengakibatkan kegagalan dalam pertandingan krusial. “Sikap rendah hati adalah kunci untuk sukses,” jelasnya. Menurut Shin, pemain yang terlalu percaya diri tanpa kerja keras justru bisa mengganggu kekompakkan tim.
Ia juga membandingkan keadaan saat ini dengan masa lalu, saat Persija Jakarta pernah memenangkan gelar Liga Indonesia. “Dulu, semua pemain bersedia bekerja keras, sekarang ada yang kurang bersedia,” kata pelatih asal Korea Selatan ini. Kebijakan tegasnya ini diharapkan bisa menumbuhkan budaya tim yang lebih solid, dengan pemain yang saling mendukung dan tidak egois.
Dalam pembinaan, Shin Tae-yong menekankan pentingnya mentalitas. Ia mengatakan bahwa pemain yang tidak mau berkeringat di luar lapangan tidak akan bisa memberikan yang terbaik di dalam pertandingan. “Jika tidak ada etos kerja, tim tidak akan berkembang,” tegasnya. Hal ini menjadi pegangan utama dalam memilih skuad baru.
