Shin Tae-yong dan Persija Fokus Regenerasi Pemain Muda
What Happened During – JAKARTA – Persija Jakarta kembali menguatkan komitmen mereka untuk membangun tim melalui peningkatan pemain muda. Dalam era kepemimpinan Shin Tae-yong, perhatian terhadap regenerasi dianggap sebagai inti dari keberlanjutan klub. Meski persaingan di Liga 1 Indonesia sangat ketat, langkah ini tetap menjadi prioritas utama dalam strategi jangka panjang.
Kehadiran Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan yang memiliki reputasi memperkuat generasi muda, menambah ekspektasi terhadap peningkatan kualitas pemain lokal. Pemikiran ini selaras dengan visi Persija untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakat nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, klub sudah menunjukkan keberhasilan melalui peningkatan jumlah pemain muda yang muncul ke level senior.
Strategi Shin Tae-yong dalam Membentuk Talent
Shin Tae-yong menegaskan bahwa regenerasi pemain muda bukan sekadar slogan, tetapi prinsip yang dijalankan secara konsisten. Ia berpendapat bahwa pemain usia muda perlu diberi kesempatan tampil sejak awal musim untuk menguji kemampuan dan membangun kepercayaan diri. “Regenerasi pemain muda adalah kunci untuk memastikan keberlanjutan tim, terutama di kompetisi tingkat nasional,” kata Shin dalam wawancara eksklusif dengan portal olahraga terkemuka, Rabu (11/6/2026).
“Saya yakin bahwa keberhasilan Persija tidak hanya bergantung pada pemain senior, tetapi juga pada kemampuan tim muda yang bisa diandalkan di masa depan. Pelatihan intensif dan pengalaman langsung di lapangan adalah dua elemen penting yang harus diberikan kepada mereka.”
Kebijakan ini juga didukung oleh struktur tim yang terbuka untuk pemain dari akademi. Shin mengatakan bahwa keputusan menurunkan pemain muda akan terus dipertimbangkan berdasarkan performa dan kebutuhan pertandingan, tetapi jangka panjang, peningkatan kualitas pemain usia 18-22 tahun akan menjadi target utama.
Keberhasilan Pemain Muda di Liga 1 Indonesia
Dalam musim 2025-2026, Persija mencatatkan 5 pemain dari akademi mereka debut di tim utama. Mereka antara lain Arlyansyah Abdulmanan, Jehan Pahlevi, Figo Dennis, Dia Syayid, dan Hafizh Rizkianur. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa strategi regenerasi mulai membuahkan hasil. Pemain-pemain ini tidak hanya menunjukkan penampilan yang menjanjikan, tetapi juga membantu memperkuat mental tim di tengah tekanan kompetitif.
Shin Tae-yong menekankan bahwa pengembangan pemain muda membutuhkan kesabaran dan komitmen. “Pemain muda butuh waktu untuk berkembang, tetapi dengan pendekatan yang tepat, mereka bisa menjadi bagian penting dari tim,” ujarnya. Dalam beberapa bulan terakhir, Shin sudah melibatkan pelatih muda dan asisten yang berfokus pada pembentukan karakter di lapangan.
Di samping itu, klub juga terus meningkatkan fasilitas pelatihan untuk memastikan pemain muda menerima pendidikan sepak bola yang komprehensif. Dengan sistem pembinaan yang terstruktur, Persija berharap bisa mencetak pemain-pemain yang tidak hanya berkualitas teknis, tetapi juga memiliki mentalitas bertanding tinggi.
What Happened During ini juga mencakup peningkatan kebijakan transfer yang lebih selektif. Shin Tae-yong mengatakan bahwa klub akan berusaha mempertahankan pemain muda yang berkualitas sekaligus memperkenalkan talenta baru yang bisa mendorong perkembangan tim. “Kami ingin membangun tim yang kuat dari dalam, dengan pemain lokal yang memiliki pengalaman dan kompetensi,” jelasnya.
Langkah ini diharapkan bisa membawa dampak signifikan di beberapa musim mendatang. Shin Tae-yong menargetkan minimal 10 pemain muda akan menjadi bagian dari skuad utama di musim depan. Pemainan mereka diharapkan bisa menjadi kekuatan baru yang memperkuat pertahanan dan serangan Persija di berbagai pertandingan krusial.
