Keanu AGL Tolak Tuduhan Terima Uang Jemaah Hanania, Sertakan Bukti Keuangan ke Polisi
Bantah Nikmati Uang Jemaah Hanania – Selebgram Keanu AGL, dengan nama lengkap Muhammad Miftahuda, menolak tudingan bahwa ia menikmati dana dari jemaah umrah Hanania Group selama penyelidikan kasus penipuan umrah di Polda Metro Jaya, Senin (8/6/2026). Ia bersikeras bahwa hubungan dengan perusahaan tersebut bersifat kerja sama barter, bukan pemberian uang langsung. Dalam pemeriksaan yang berlangsung di kantor polisi, Keanu menjelaskan bahwa dirinya tidak menerima dana endorsement besar-besaran dari Hanania Group, melainkan berpartisipasi dalam promosi testimoni dan pengalaman umrah sebagai bentuk pertukaran.
Penjelasan Keanu AGL Soal Kerja Sama Barter
Dalam wawancara usai diperiksa, Keanu AGL menyampaikan bahwa kerja sama dengan Hanania Group dimulai saat ia diundang untuk berangkat ke Tanah Suci sebagai bagian dari program promosi. “Saya jelaskan di dalam bahwa saya dalam kerja sama dengan Hanania itu enggak menerima uang endorse-an sama sekali. Aku tuh kerja samanya barter. Jadi mereka berangkatkan aku, aku promoin testimoni aku, pengalaman aku selama di sana,” ujarnya. Penjelasan ini disampaikan sebagai tanggapan terhadap klaim bahwa ia mengambil keuntungan pribadi dari dana jemaah Hanania Group.
Keanu memperkuat argumennya dengan membawa rekening koran dari tahun 2024 lalu sebagai bukti keuangan. Dokumen tersebut mencakup transaksi selama satu bulan sebelum dan setelah keberangkatan umrahnya. “Aku juga bawa rekening koran aku periode bulan aku berangkat, yaitu dua tahun lalu, bahwa aku enggak menerima aliran dana apa pun dari Hanania Group,” tambahnya. Ia berharap bukti tersebut dapat menjawab skeptisisme pihak berwenang terkait kejelasan arus keuangan dalam kasus ini.
Kronologi Pemeriksaan dan Hubungan Dengan Hanania Group
Pemeriksaan terhadap Keanu AGL dilakukan selama sekitar 25 pertanyaan, yang mencakup kronologi pertemuan, kontrak kerja sama, serta latar belakang arus dana. Menurut penyidik, pertemuan pertama antara Keanu dan Direktur Utama Hanania Group, Ahmad Syah Farhan Rachman, terjadi di Bali pada Mei 2024. Ia menjelaskan bahwa momen tersebut menjadi awal dari kerja sama barter, di mana dirinya membantu promosi program umrah Hanania Group dalam pertukaran dengan fasilitas berangkat ke Mekkah. Selama pemeriksaan, Keanu menegaskan bahwa transaksi keuangan antara pihaknya dan Hanania Group jelas dan terdokumentasi.
Kasus penipuan umrah Hanania Group telah menarik perhatian publik karena terlibatnya figur publik seperti Keanu AGL. Sejumlah jemaah mengklaim bahwa mereka terjebak dalam program umrah dengan biaya yang lebih tinggi dari estimasi awal. Namun, Keanu AGL berpendapat bahwa ini adalah hasil dari kerja sama yang saling menguntungkan, bukan penipuan. Ia menekankan bahwa dirinya tidak menikmati uang jemaah Hanania, melainkan memperoleh keuntungan melalui promosi dan pengalaman pribadi.
Dalam upaya menjawab kecurigaan, Keanu AGL mengungkapkan bahwa bukti keuangan yang ia serahkan meliputi data selama sebulan sebelum dan setelah berangkat. Ini menunjukkan bahwa transaksi antara pihaknya dan Hanania Group tidak terjadi secara langsung, melainkan melalui aktivitas promosi yang sudah direncanakan. Dengan penjelasan ini, ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa dirinya tidak terlibat dalam tindakan korupsi atau penipuan, dan hanya menjalankan peran sebagai bagian dari strategi pemasaran.
