Celebrity

Key Discussion: Kuliah Lagi, Dewi Perssik Akui Kesulitan Mata Kuliah Bahasa Inggris

Kuliah Lagi, Dewi Perssik Mengungkap Kesulitan Mata Kuliah Bahasa Inggris

Key Discussion terkini memperlihatkan seorang artis pop yang kembali ke bangku kuliah, Dewi Perssik. Dalam wawancara terbaru, ia membuka secara jujur tentang tantangan yang dihadapinya, khususnya dalam mempelajari mata kuliah Bahasa Inggris. Sebagai ibu tunggal yang juga aktif dalam industri hiburan, Dewi merasa kesulitan mengimbangi tugas akademik dengan rutinitas syuting dan kegiatan pribadi.

Motivasi dan Target Pendidikan

Dewi memilih jurusan psikologi untuk melengkapi pengetahuan tentang kebutuhan anak semata wayangnya, Gabriel. Menurutnya, keputusan ini bukan hanya tentang keinginan pribadi, tetapi juga untuk membekali diri dengan keterampilan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Key Discussion ini juga menyoroti bagaimana ia berusaha mempertahankan semangat belajar meskipun terbatas waktu. “Saya ingin memahami lebih dalam tentang cara anak-anak belajar, supaya bisa memberi yang terbaik untuk Gabriel,” jelasnya.

Meski begitu, keterbatasan bahasa Inggris menjadi hambatan utama. Dalam Key Discussion tersebut, ia mengungkapkan betapa sulitnya memahami materi kuliah yang disampaikan dengan bahasa asing. “Saya sering harus bertanya ke dosen, bahkan ngomong ke teman-teman, untuk memastikan saya tidak tertinggal,” katanya. Hal ini menunjukkan bahwa Dewi tidak hanya menghadapi kesulitan akademik, tetapi juga komunikasi dalam lingkungan pendidikan yang berbahasa Inggris.

Tantangan Dalam Pemahaman Materi

Dalam Key Discussion, Dewi menjelaskan bahwa kesulitan utamanya terjadi saat mendengar penjelasan materi dari dosen. “Saya nggak tahu dosen ngomong apa, jadi harus diterjemahkan dulu baru saya paham,” ujarnya. Meski demikian, ia bersyukur karena memiliki dosen yang sangat mendukung dan memahami kesulitan belajarnya. “Dosennya bukan yang ketat banget, saya bisa blakblakan kalau nggak ngerti,” tambahnya.

Ini membuka ruang untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang metode belajar Dewi. Ia mengatakan bahwa ia mulai mengikuti kelas tambahan dan menggunakan aplikasi bahasa untuk memperkuat kemampuan berbahasa Inggris. “Saya sedang belajar keras, tapi memang butuh waktu lebih lama untuk menguasai materi yang ada,” jelasnya. Tantangan ini juga menjadi bahan diskusi untuk mengevaluasi bagaimana seorang artis bisa menjalani pendidikan tinggi sambil tetap aktif dalam karier.

Dewi menyadari bahwa Key Discussion tentang kesulitan belajar bahasa Inggris bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang, terutama para ibu yang juga menjalani karier. “Saya ingin menunjukkan bahwa orang dewasa bisa belajar, meskipun kadang ada hambatan,” tegasnya. Dengan mengungkapkan tantangan ini, Dewi mengajak masyarakat untuk lebih menghargai proses belajar yang berlangsung di luar lingkaran kehidupan sehari-hari.

Dalam Key Discussion terbaru, Dewi juga berbagi pengalaman menarik tentang bagaimana ia mengatur jadwal perkuliahan dengan syuting. “Saya harus belajar sangat fleksibel, kadang malam hari atau pagi hari,” katanya. Meski perlu mengorbankan waktu istirahat, ia tetap optimis bahwa usaha ini akan memberi manfaat jangka panjang. “Jika bisa selesai, saya harap bisa menjadi contoh bagi orang lain yang ingin kuliah lagi,” tutupnya.

Leave a Comment