Celebrity

Visit Agenda: Konser Perdana CORTIS Tuai Kontroversi, Disebut Ada Lagu yang Diulang

Konser Perdana CORTIS Tuai Kontroversi, Disebut Ada Lagu yang Diulang

Partaiberita.com – Konser pembukaan pertama grup baru dari BigHit Music, CORTIS, yang digelar pada 18 dan 19 Juli 2026 di Inspire Arena, Incheon, Korea Selatan, menarik perhatian publik sekaligus memicu berbagai diskusi. Acara ini bagian dari tur pertama mereka dengan tema ‘2026 CORTIS TOUR: PUT YOUR PHONE DOWN‘, yang dirancang untuk memperkenalkan keunikan grup ini kepada penggemar. Namun, meski memiliki potensi besar, konser ini dianggap oleh sebagian besar penonton sebagai momen yang mengecewakan, terutama terkait dengan pengulangan lagu yang dinilai mengurangi kesan inovatif dari pembukaan debut mereka. Dalam konteks Visit Agenda, konser ini menjadi bagian penting dalam menarik minat audiens baru, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang strategi pemasaran dan kualitas penampilan.

Latar Belakang dan Harapan terhadap CORTIS

CORTIS, yang debut pada 18 Agustus 2025, merupakan salah satu proyek baru dari BigHit Music yang menarik perhatian karena kehadiran sejumlah artis veteran. Dalam Visit Agenda yang diumumkan sebelumnya, konser ini diharapkan menjadi ajang debut yang mampu menunjukkan daya tarik grup ini, baik secara musikal maupun visual. Namun, berbagai kritik muncul dari kalangan penonton yang menganggap penampilan CORTIS tidak cukup mengejutkan, khususnya karena sejumlah lagu yang diulang dalam setlist dinilai kurang menarik. Komentar-komentar tersebut muncul secara aktif di media sosial, dengan beberapa penggemar menyebutkan bahwa waktu konser terasa terburu-buru dan tidak seimbang antara kualitas musik dan tata panggung.

Salah satu aspek yang paling banyak dikritik adalah durasi konser, yang hanya berlangsung sekitar 100 menit. Banyak penonton merasa konser ini terlalu singkat untuk menampilkan seluruh potensi grup yang terdiri dari lima anggota tersebut. Komentar netizen seperti,

“Mereka justru lebih banyak menghabiskan waktu menunggu daripada menonton konser itu sendiri,”

menunjukkan ketidakpuasan atas kesempatan yang tidak optimal untuk menyajikan visual dan musik yang lebih dinamis. Hal ini menjadi bahan perdebatan dalam Visit Agenda khususnya bagi para penggemar yang menantikan pertunjukan lebih lengkap dari CORTIS.

Analisis Setlist dan Konsistensi Lagu

Setlist konser CORTIS terdiri dari 12 lagu, termasuk dua buah lagu yang diulang, yaitu ‘YOUNGCREATORCREW‘ dan ‘REDRED‘. Dinamika ini memicu perdebatan di kalangan fans karena dinilai kurang efektif dalam membangun ekspektasi. Beberapa penggemar menyebutkan bahwa pengulangan lagu membuat penonton merasa seperti mengikuti konser yang berulang, sehingga mengurangi faktor kejutan dan kreativitas. Meski demikian, lagu-lagu tersebut menjadi representasi awal dari ciri khas musik CORTIS, yang dikenal memiliki gaya campuran antara pop dan rock. Dalam Visit Agenda, penonton diharapkan bisa melihat perbedaan signifikan antara lagu-lagu yang ditampilkan dalam konser pertama dan album debut mereka.

Dalam Visit Agenda kali ini, konser juga dinilai kurang menarik karena tidak ada cover lagu atau variasi penampilan yang memperkaya pengalaman. Hal ini membuat beberapa fans mengkritik keputusan manajemen untuk fokus pada lagu-lagu original tanpa menambahkan elemen pemanis. Namun, konser ini tetap dianggap sebagai langkah awal yang layak, karena masih menawarkan performa yang profesional dan konsistensi dalam musik. Meski ada kekurangan, CORTIS menunjukkan potensi untuk berkembang lebih baik dalam Visit Agenda berikutnya.

Respons Media dan Netizen

Media sosial menjadi tempat utama untuk berdiskusi tentang konser CORTIS. Banyak pengguna Twitter dan Instagram membagikan pendapat mereka, baik yang menyukai maupun mengkritik. Komentar-komentar yang paling viral menggambarkan kekecewaan terhadap durasi konser dan pengulangan lagu. Namun, sebagian fans tetap memberikan apresiasi terhadap kemampuan grup ini dalam menyampaikan pesan musikal. Beberapa netizen menyebutkan bahwa konser ini merupakan bentuk eksperimen yang menarik, terutama dalam konteks Visit Agenda yang dirancang untuk memperkenalkan karya baru di tengah persaingan industri K-pop yang ketat.

Di sisi lain, media lokal seperti Visit Agenda juga memberikan liputan terperinci, menjelaskan bahwa konser ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman yang lebih dari sekadar pertunjukan musik. Sejumlah analis menyebutkan bahwa pengulangan lagu bisa menjadi strategi untuk memperkuat kenangan audiens terhadap karya terbaru CORTIS, meski perlu diperbaiki dalam acara berikutnya. Meski ada kontroversi, konser ini tetap menjadi bagian penting dari Visit Agenda BigHit Music, yang terus mencoba memberikan kejutan dalam debut baru mereka.

Kontroversi dan Potensi Tumbuh

Kontroversi atas konser CORTIS tidak hanya terbatas pada pengulangan lagu, tetapi juga terkait dengan variasi tata panggung yang dinilai kurang mencolok. Beberapa penonton menganggap konser ini terlalu sederhana dibandingkan dengan konser debut grup-gelombang sebelumnya. Namun, meski ada kritik, CORTIS tetap dianggap sebagai grup yang memiliki kemungkinan besar untuk berkembang, terutama dalam Visit Agenda di masa depan. Penggemar menyebutkan bahwa kekurangan ini bisa menjadi bahan perbaikan, sehingga pada konser berikutnya mereka akan lebih siap memenuhi ekspektasi audiens.

Sebagai penutup, konser pertama CORTIS menjadi momen penting dalam Visit Agenda BigHit Music. Meskipun tidak semua penonton puas, konser ini menunjukkan bahwa grup ini memiliki kemampuan dasar dalam menyajikan musik yang menarik. Kritik yang muncul seharusnya menjadi bahan refleksi untuk meningkatkan kualitas pertunjukan. Dengan memperbaiki kelemahan dalam konser pertama, CORTIS berpeluang menjadi salah satu grup baru yang sukses dalam industri K-pop, terutama jika mereka mampu memenuhi harapan penggemar dalam Visit Agenda yang lebih besar.

Leave a Comment