What Happened During: Aaliyah Massaid Sedih Lihat Korban Hanania Travel Nabung Bertahun-Tahun untuk Umrah
What Happened During – Kasus dugaan penggelapan dana oleh Hanania Travel menjadi sorotan publik, khususnya setelah Aaliyah Massaid dan suaminya, Thariq Halilintar, diperiksa oleh Polda Metro Jaya pada 10 Juni 2026. Sebagai salah satu korban yang terdampak, Aaliyah mengungkapkan rasa sedih dan kekecewaannya terhadap situasi yang terjadi. “What Happened During” ini bukan hanya tentang kegagalan perjalanan, tapi juga kehilangan harapan dan uang yang telah disimpan bertahun-tahun demi mendapatkan kesempatan beribadah umrah.
Perjalanan Umrah yang Terhenti
Korban dari Hanania Travel tidak hanya terdiri dari individu, tetapi juga keluarga yang mengorbankan tabungan mereka untuk keberangkatan ke Tanah Suci. Banyak jemaah menyatakan bahwa mereka mempersiapkan dana selama bertahun-tahun, bahkan memutuskan untuk mengurangi pengeluaran sehari-hari agar bisa mewujudkan impian beribadah. Namun, kini impian itu terancam karena adanya dugaan penyimpangan dana yang mengakibatkan jadwal keberangkatan tertunda atau dibatalkan.
Menurut sumber terpercaya, perusahaan travel haji dan umrah ini terlibat dalam skema yang tidak transparan, terutama dalam pengelolaan dana yang dihimpun dari para jamaah. Aaliyah Massaid, yang menjadi salah satu korban utama, menuturkan bahwa dirinya merasa sedih karena kepercayaan yang dibangun selama ini hancur. “What Happened During” kasus ini menunjukkan bagaimana pengelolaan keuangan yang kurang baik dapat menyebabkan kerugian finansial yang besar bagi para pengguna jasa.
Kepedulian Aaliyah dan Thariq
Setelah menjalani pemeriksaan, Aaliyah Massaid bersama suaminya, Thariq Halilintar, tetap menunjukkan sikap optimis. Mereka berharap proses penyelidikan akan segera memberikan kejelasan, sehingga para korban bisa memperoleh keadilan dan dana yang terkumpul kembali. Thariq menegaskan bahwa perusahaan harus bertanggung jawab penuh terhadap kesalahan yang dilakukan.
“What Happened During” juga menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa pilihannya untuk mengikuti travel umrah perlu didasari kehati-hatian. Aaliyah Massaid menambahkan bahwa meskipun terjadi kegagalan, ia tidak akan putus asa dan tetap berharap bisa kembali beribadah ke Tanah Suci. “Saya dan suami merasa sedih melihat kasus ini. Para jamaah pasti telah menabung bertahun-tahun agar bisa melakukan ibadah umrah,” ujarnya dalam wawancara eksklusif.
Kasus Hanania Travel tidak hanya memengaruhi para jamaah, tetapi juga mengguncang industri travel haji dan umrah di Indonesia. Banyak keluarga yang merasa kecewa karena kepercayaan mereka terhadap perusahaan yang sebelumnya dianggap aman. Dengan berbagai bukti dan laporan dari korban, penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap sejauh mana dana yang disimpangkan dan bagaimana korban bisa menuntut hak mereka.
Sejumlah jemaah yang terkena dampak telah memulai langkah hukum untuk mengejar pemulihan dana. Dalam beberapa minggu terakhir, mereka berkumpul untuk membentuk kelompok korban yang akan memastikan proses ini berjalan adil. “What Happened During” tidak hanya menjadi pengalaman buruk, tetapi juga menjadi pembelajaran berharga bagi konsumen yang ingin memilih jasa travel dengan hati-hati. Aaliyah Massaid menjelaskan bahwa ia terus mendukung proses hukum ini, karena ia percaya kebenaran akan terungkap.
