Economy

Bahlil Cerita Negosiasi Investasi Baterai Rp153 Triliun Tanpa Fasih Bahasa Inggris

menteri_esdm_bahlil-cKFi_large
Foto : Daniel Garcia - partaiberita.com
Table of Contents
  1. Bahlil Cerita Negosiasi Investasi Baterai Rp153 Triliun
  2. Related Reading

Bahlil Cerita Negosiasi Investasi Baterai Rp153 Triliun

Partaiberita.com – JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia baru-baru ini membagikan kisah inspiratif tentang perjalanan negosiasi investasi baterai kendaraan listrik. Dalam sebuah acara peluncuran buku di Jakarta, ia menceritakan bagaimana Bahlil Cerita Negosiasi Investasi Baterai senilai Rp153 triliun atau USD 8,6 miliar tanpa mengandalkan kemampuan bahasa Inggris yang fasih. Komitmen ini melibatkan tiga negara mitra strategis, yaitu China, Jepang, dan Korea Selatan.

Peran Penting BKPM dalam Diplomasi Investasi

Saat masih menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil menerima mandat langsung dari Presiden Joko Widodo. Tugas tersebut mencakup perundingan intensif dengan para menteri dari tiga negara besar Asia. Fokus utama pembicaraan adalah pengembangan ekosistem baterai untuk kendaraan listrik di Indonesia.

Waktu itu saya disuruh melakukan negosiasi dengan China, Jepang, dan Korea tentang ekosistem baterai mobil dan beberapa investasi, nilainya USD8,6 miliar dolar AS. Saya bertemunya dengan menteri-menterinya, ujar Bahlil dalam acara peluncuran bukunya di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah persepsi negara mitra terhadap posisi Kepala BKPM. Banyak pihak yang masih menganggapnya sebagai chairman biasa, bukan sebagai menteri. Namun, hal ini tidak mengurangi bobot negosiasi yang dilakukan.

Keberhasilan Tanpa Bahasa Inggris

Yang menarik dari cerita ini adalah keberhasilan negosiasi tanpa ketergantungan pada bahasa Inggris. Bahlil menyampaikan bahwa hasil USD8,6 miliar tersebut tereksekusi dengan baik meskipun ia tidak memiliki kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni. Pernyataan ini disambut tawa dan tepuk tangan dari para hadirin.

Saya pulang, gol USD8,6 miliar dolar AS tereksekusi tanpa bahasa Inggris. Jadi jangan Bapak tanya bahasa Inggris saya berapa, enggak, katanya dengan santai.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi dan pemahaman bisnis menjadi faktor kunci dalam negosiasi internasional. Bahasa bukan menjadi penghalang ketika ada kemauan dan persiapan yang matang.

Visi Kemandirian Industri Baterai Nasional

Negosiasi ini bukan sekadar mendapatkan komitmen investasi, tetapi juga membangun fondasi industri baterai di Indonesia. Dengan adanya investasi dari tiga negara tersebut, Indonesia diharapkan dapat menjadi pusat produksi baterai kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Bahlil juga menyampaikan pentingnya status lembaga yang setara dengan kementerian dalam diplomasi internasional. Pengalaman selama memimpin BKPM menunjukkan bahwa posisi setara membantu proses negosiasi berjalan lebih lancar dan dihargai oleh mitra asing.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Investasi Baterai

Berapa total nilai investasi baterai yang berhasil diraih? Investasi senilai USD 8,6 miliar atau setara Rp153 triliun berhasil diamankan dari tiga negara mitra.

Negara mana saja yang terlibat dalam negosiasi? Tiga negara yang terlibat adalah China, Jepang, dan Korea Selatan.

Apakah Bahlil menggunakan bahasa Inggris dalam negosiasi? Tidak, Bahlil berhasil menyelesaikan negosiasi tanpa mengandalkan kemampuan bahasa Inggris yang fasih.

Apa dampak investasi ini bagi Indonesia? Investasi ini menjadi fondasi penting bagi pembangunan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia dan memperkuat posisi negara sebagai pusat produksi regional.

Kapan negosiasi ini dilakukan? Negosiasi dilakukan saat Bahlil masih memimpin BKPM, dan pengumuman resmi disampaikan pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Leave a Comment