BPS Raih Penghargaan Digital Innovation Awards 2026 dengan Strategi Transformasi Data Berbasis AI dan Satelit
Key Strategy – BPS (Badan Pusat Statistik) mendapatkan pengakuan internasional dalam Digital Innovation Awards (DIA) 2026, yang diadakan oleh iNews Media Group, dengan fokus pada Key Strategy mereka dalam mengubah cara pengumpulan dan pengolahan data menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta data satelit. Penghargaan ini diberikan di kategori Digital Innovation In Public Services, mengakui upaya BPS untuk mendorong efisiensi dan akurasi dalam layanan statistik publik. Strategi transformasi data ini memungkinkan BPS menyajikan informasi lebih cepat, transparan, dan efektif, terutama dalam memenuhi kebutuhan pemerintah dan masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks.
Inovasi Digital sebagai Dasar Key Strategy BPS
Penggunaan teknologi AI di BPS bukan sekadar tren, tetapi bagian dari Key Strategy jangka panjang mereka untuk memodernisasi sistem statistik nasional. Dengan mengintegrasikan AI ke dalam seluruh tahapan proses bisnis, mulai dari perencanaan hingga penyampaian data, BPS mampu meningkatkan keandalan hasilnya. Key Strategy ini juga mencakup pemanfaatan data alternatif dari sumber digital seperti MPD (Mobile Positioning Data), yang memperluas cakupan informasi secara real-time. Teknologi ini mendukung analisis lebih mendalam, sehingga masyarakat dapat memahami pergerakan wisatawan, migrasi, dan pola komuter dengan gambaran yang lebih akurat.
“Key Strategy kami mencakup pemanfaatan AI dan data satelit untuk mengotomatisasi proses pengumpulan informasi. Dengan pendekatan ini, kami tidak hanya mengurangi waktu dan biaya, tetapi juga meningkatkan kualitas data yang lebih responsif terhadap kebutuhan pengambilan keputusan,” jelas Setia Pramana, Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data BPS, dalam wawancara khusus di iNews Tower, Jakarta, pada Jumat (22 Mei 2026).
Transformasi digital ini juga memperkuat keberlanjutan operasional BPS, yang sebelumnya bergantung pada metode tradisional seperti survei langsung. Key Strategy mereka berfokus pada penggunaan teknologi untuk menggantikan atau melengkapi metode konvensional, terutama di daerah yang sulit dijangkau. Misalnya, dalam sektor pertanian, BPS bekerja sama dengan BRIN, akademisi, dan lembaga internasional seperti FAO dan PBB untuk menerapkan citra satelit. Teknologi ini memungkinkan pemantauan produktivitas lahan padi secara jarak jauh, tanpa hambatan akses geografis.
Pengembangan Key Strategy untuk Akurasi dan Efisiensi
Dalam beberapa tahun terakhir, Key Strategy BPS mengalami pengembangan bertahap. Teknologi satelit, yang diterapkan sejak tiga tahun lalu, digunakan untuk mengamati kondisi pertanian secara terpadu. Sementara metode AI, yang dimulai sejak 2018, terus diperbaiki untuk mengoptimalkan analisis data. Pendekatan ini membantu BPS menangani volume informasi yang meningkat, sekaligus meningkatkan kecepatan respons terhadap perubahan ekonomi dan sosial. “Kami melalui masa uji coba untuk memastikan metode ini tidak hanya akurat tetapi juga bisa diandalkan sebagai data utama di masa depan,” tambah Setia.
“Dengan Key Strategy berbasis teknologi, BPS mampu menyajikan data yang lebih interaktif dan mudah dipahami oleh publik. Teknologi satelit dan AI menjadi bagian integral dari strategi kami untuk menjawab tantangan menghadapi digitalisasi sektor publik,” papar Setia Pramana dalam wawancara terpisah.
Salah satu dampak utama dari Key Strategy ini adalah peningkatan kepuasan pengguna layanan statistik. Data yang dihasilkan lebih cepat dan lebih visual, sehingga memudahkan pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan. Dalam konteks ini, BPS terus berinovasi untuk memperluas pemanfaatan teknologi, termasuk AI dalam sensus ekonomi, dan data satelit dalam survei pertanian, menjadi contoh nyata keberhasilan transformasi digital dalam bidang publik.
