Economy

Latest Program: Ekspor RI ke Peru Terus Menguat, Surplus Capai USD358 Juta

Ekspor RI ke Peru Lanjutkan Pertumbuhan, Surplus Mencapai USD358 Juta

Latest Program – JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa hubungan dagang Indonesia dengan Peru terus menunjukkan peningkatan positif, yang menjadi bagian dari Latest Program pemerintah untuk memperkuat ekspor ke pasar internasional. Dalam lima bulan pertama tahun 2026, nilai ekspor dari Indonesia ke negara tersebut mencapai USD225,77 juta, sementara impor dari Peru hanya mencapai USD38,24 juta. Hal ini menciptakan surplus perdagangan yang mencapai USD187,53 juta, menunjukkan konsistensi performa ekspor dalam menopang perekonomian nasional.

Perkembangan Ekspor dan Impor Tahun 2025

Dalam tahun 2025, ekspor Indonesia ke Peru mencapai US$462,97 juta, sedangkan impor dari Peru tercatat sebesar US$104,44 juta. Hasilnya, surplus perdagangan mencapai US$358,54 juta, yang menjadi catatan sepanjang masa. Menurut Mendag Busan, pertumbuhan total perdagangan bilateral Indonesia dan Peru mencapai 5,51 persen dari 2021 hingga 2025, dengan ekspor meningkat 4,60 persen dan surplus perdagangan naik 2,42 persen. Angka ini menunjukkan bahwa Latest Program dalam promosi produk Indonesia ke pasar Latin Amerika mulai berdampak signifikan.

“Produk Indonesia telah menunjukkan daya saing di pasar Peru,” ujarnya, seperti dikutip Sabtu (18/9/2026).

Ia menambahkan bahwa struktur perdagangan antara kedua negara saling melengkapi, sehingga tidak mengganggu industri dalam negeri. Barang yang diekspor utama dari Indonesia meliputi kendaraan bermotor dan suku cadang, alas kaki, serta peralatan pendingin. Sementara itu, impor dari Peru terutama terdiri dari biji kakao, pupuk mineral, dan komoditas pertanian lainnya. Konsistensi ekspor ke Peru menjadi salah satu aspek penting dalam Latest Program yang mendorong ekspor ke berbagai negara di seluruh dunia.

Pasaran Strategis di Benua Amerika

Peru dinilai memiliki peran penting sebagai pintu masuk bagi produk Indonesia ke pasar Amerika Selatan. Dengan Latest Program yang memperkuat kerja sama ekonomi, Indonesia semakin mengeksplorasi potensi pasar ini. Negara yang terletak di sebelah Selat Magellan ini memberikan akses ke dua kerja sama penting, yaitu Pacific Alliance dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), yang mencakup populasi total 649 juta jiwa. Kedua perjanjian ini membuka peluang ekspor yang lebih luas dan kompetitif, mendukung strategi ekspor Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Kerja sama ini juga membantu Indonesia dalam memperluas jaringan pasokan. Produk seperti tekstil, makanan olahan, dan peralatan elektronik menjadi daya tarik utama bagi pasar Peru. Tahun 2025 menunjukkan bahwa ekspor ke negara tersebut tumbuh secara signifikan, terutama dalam sektor industri manufaktur. Menurut data Kementerian Perdagangan, sektor otomotif menjadi kontributor terbesar dalam surplus perdagangan, dengan nilai ekspor mencapai 45 persen dari total. Ini menunjukkan bahwa Latest Program untuk mendorong ekspor di bidang ini sedang berjalan baik.

Analisis Struktur Perdagangan dan Peluang

Dalam menjaga keseimbangan perdagangan, Indonesia terus mengoptimalkan struktur produk yang diekspor ke Peru. Produk-produk unggulan seperti sepatu, barang elektronik, dan kebutuhan rumah tangga memiliki pangsa pasar yang signifikan. Dengan Latest Program yang memperkuat koordinasi antara lembaga pemerintah dan pelaku usaha, ekspor ke Peru tidak hanya meningkat dalam volume tetapi juga dalam nilai tambah. Berbagai kebijakan seperti insentif pajak dan pelatihan keterampilan telah diimplementasikan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Sebaliknya, impor dari Peru sebagian besar terdiri dari bahan baku pertanian dan komoditas yang menjadi kebutuhan industri dalam negeri. Biji kakao dan pupuk mineral, misalnya, menjadi komoditas yang paling diminati. Tahun 2025 menunjukkan bahwa impor ini meningkat seiring pertumbuhan permintaan di sektor pertanian dan energi. Meski impor lebih rendah dibandingkan ekspor, peningkatan ini mencerminkan hubungan ekonomi yang seimbang dan saling menguntungkan. Latest Program juga mendorong keterlibatan lebih dalam dalam negosiasi perdagangan bilateral untuk mengurangi ketergantungan pada sejumlah komoditas tertentu.

Dalam konteks Latest Program, ekspor ke Peru menjadi salah satu pilot project yang berhasil. Strategi pemasaran yang disesuaikan dengan preferensi pasar lokal, seperti peningkatan kualitas produk dan pemasaran digital, berkontribusi pada pertumbuhan yang signifikan. Selain itu, upaya pemerintah untuk membangun hubungan diplomatik dan ekonomi yang lebih kuat dengan Peru juga berperan penting dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional. Langkah-langkah ini tidak hanya meningkatkan volume ekspor tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penguatan sektor ekspor.

Pertumbuhan surplus perdagangan mencapai USD358 juta pada tahun 2025 menunjukkan bahwa Latest Program berjalan sesuai harapan. Data menunjukkan bahwa ekspor Indonesia ke Peru tumbuh hingga 5,51 persen dalam lima tahun terakhir, menjadikannya salah satu pasar yang paling potensial di Amerika Latin. Tren ini diprediksi akan berlanjut di tahun 2026, dengan ekspektasi peningkatan lebih lanjut. Dengan Latest Program yang terus dijalankan, Indonesia berharap dapat meningkatkan pangsa pasar di negara-negara lain di kawasan tersebut, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar Asia.

Leave a Comment