IKN Tak Mangkrak, Proyek Pembangunan Berjalan Lancar
Latest Program – Jakarta – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memastikan proyek pembangunan di kawasan baru tetap berjalan tanpa hambatan, meskipun di tengah tantangan. Tujuan utama pembangunan IKN adalah menjadi pusat pemerintahan yang siap beroperasi pada 2028, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025. Dengan Latest Program yang dijalankan, pemerintah mengupayakan koordinasi yang intensif untuk mempercepat realisasi proyek, termasuk peningkatan kapasitas infrastruktur dan keterlibatan sektor swasta.
Strategi Percepatan Konstruksi Berbasis Tiga Prinsip
Dalam upaya menjamin keberlanjutan proyek, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menekankan bahwa kecepatan pengerjaan tidak mengorbankan kualitas atau keselamatan. “Kita bekerja dengan target 2028, tapi tetap memenuhi standar estetika dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya. Latest Program ini juga mencakup pembagian tugas yang jelas antar lembaga, seperti Kementerian PU dan PKP, serta pembentukan tim pengawas untuk memastikan progres yang terukur.
“Mengupayakan progres cepat dan konsisten menjadi fokus utama dalam Latest Program, sementara kualitas dan keberlanjutan tetap dijaga,” tambah Basuki. Tiga prinsip ini menggambarkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan IKN sebagai kota yang modern, ramah lingkungan, dan layak dihuni.
Diversifikasi Pendanaan untuk Penguatan Infrastruktur
Pembangunan tahap II IKN didukung oleh berbagai sumber pendanaan, termasuk anggaran APBN, skema KPBU, serta investasi dari perusahaan swasta. Dari APBN, 40 paket pekerjaan fisik sedang dijalankan, dengan 9 proyek rampung pada 2025, 15 proyek dalam pengerjaan, dan 16 proyek dalam tahap persiapan tender. Latest Program ini juga mencakup proyek seperti kawasan legislatif dan yudikatif, infrastruktur jalan raya, embung, kolam retensi, serta sistem perpipaan air minum yang menjadi prioritas utama.
Dalam kerangka Latest Program, Kementerian PU mengelola 90 paket pekerjaan, dari mana 78 sudah selesai, 12 progresif, dan 10 paket lagi dalam proses finalisasi. Proyek strategis seperti Jalan Tol IKN dan duplikasi jembatan Pulau Balang Bentang Pendek menjadi bagian dari upaya ini. Sementara itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman memastikan ketersediaan rumah susun untuk warga yang direlokasi, dengan 11 paket selesai dan satu paket dalam konstruksi.
Keterlibatan Swasta Mempercepat Pencapaian Target
Partisipasi perusahaan swasta menjadi salah satu faktor penting dalam Latest Program. Hingga pertengahan Juli 2026, terdapat 67 perusahaan yang telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Otorita IKN. Dari jumlah tersebut, sembilan proyek sudah selesai, sementara enam proyek masuk tahap pengerjaan, seperti Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, dan Teras by Plataran.
“Kolaborasi dengan sektor swasta mempercepat realisasi infrastruktur, terutama dalam mengisi kebutuhan akomodasi dan layanan publik,” kata salah satu perwakilan swasta yang terlibat. Melalui skema KPBU, 13 proyek prakarsa ditargetkan selesai, terdiri dari tujuh proyek hunian dan enam proyek jalan. Ini mencerminkan upaya bersama pemerintah dan swasta dalam mendorong percepatan progres Latest Program.
Dalam waktu dekat, 108 unit rumah tapak akan dibangun oleh PT Intiland Development Tbk, serta delapan menara rumah susun oleh PT Nindya Karya. Proyek ini tidak hanya mempercepat target 2028, tetapi juga menunjukkan keberhasilan Latest Program dalam mengintegrasikan berbagai stakeholder dalam pembangunan IKN.
