Economy

New Policy: Harga Tiket Penyeberangan Turun hingga 21,9%, Tarif Merak-Bakauheni Jadi Rp44.000

New Policy: Tarif Penyeberangan Turun 21,9%, Merak-Bakauheni Rp44.000

New Policy – Kebijakan baru yang diterapkan oleh ASDP Indonesia Ferry (Persero) pada 20 Juni 2026 telah memberikan dampak signifikan pada harga tiket perjalanan laut. Kebijakan ini menghadirkan penghapusan penuh biaya jasa pelabuhan untuk semua pembelian tiket feri, yang menjadikan rata-rata tarif penyeberangan turun hingga 21,9 persen. Pengurangan biaya ini khusus berlaku untuk tujuh rute utama, termasuk Merak-Bakauheni yang kini memiliki tarif sebesar Rp44.000 per tiket.

Dalam pernyataan resmi, Windy Andale, Sekretaris Perusahaan ASDP, mengatakan bahwa program diskon ini telah dibuka sejak 6 Juni 2026 bagi calon penumpang. “New Policy ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati perjalanan dengan biaya lebih terjangkau,” jelas Windy. Ia menambahkan bahwa pemesanan tiket dapat dilakukan melalui kanal resmi ASDP, yang menjadi jendela utama untuk mengakses informasi terkini mengenai perubahan tarif.

Rute Penyeberangan yang Terkena Diskon

Perubahan harga tiket kali ini berlaku di tujuh lintasan feri, baik layanan reguler maupun eksekutif. Rute yang menjadi target program ini meliputi Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Lembar–Padangbai, Kayangan–Poto Tano, Tanjung Uban–Telaga Punggur, Ajibata–Ambarita, dan Sape–Labuan Bajo. Dengan penghapusan biaya pelabuhan, tarif perjalanan laut untuk seluruh kategori penumpang—termasuk pejalan kaki, pengguna kendaraan Golongan II, serta Golongan IVA—menjadi lebih kompetitif.

Pengurangan tarif ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas transportasi laut bagi masyarakat umum, terutama untuk pengguna yang membutuhkan biaya lebih rendah. Selain itu, kebijakan baru ini juga berdampak positif pada peningkatan volume penumpang selama masa libur sekolah, yang menjadi momen puncak kebutuhan transportasi laut di Indonesia.

Persiapan Operasional dan Peningkatan Kapasitas

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, memastikan bahwa semua unit operasional siap melayani kebutuhan masyarakat selama periode libur sekolah. “New Policy ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan layanan transportasi laut tetap stabil dan responsif terhadap permintaan,” tambah Heru. Ia menjelaskan bahwa penyesuaian tarif dilakukan secara bertahap untuk meminimalkan dampak negatif pada pelayanan yang tetap terjaga kualitasnya.

“Dengan adanya pengurangan biaya jasa pelabuhan, kami yakin penumpang akan lebih aktif menggunakan transportasi laut sebagai pilihan utama,” ujar Heru. Pihaknya juga menegaskan bahwa penambahan kapasitas armada dan jadwal layanan akan menjadi pendukung utama dalam memastikan keberlangsungan operasional selama periode promo.

Program New Policy ini bukan hanya fokus pada penurunan tarif, tetapi juga pada keberlanjutan operasional dan kepuasan pelanggan. ASDP Indonesia Ferry telah melakukan evaluasi menyeluruh terkait kebijakan ini, termasuk pengukuran dampak terhadap pendapatan perusahaan dan respons masyarakat. Menurut data terbaru, penurunan harga tiket di tujuh rute utama ini berdampak positif pada meningkatnya minat penumpang, terutama untuk perjalanan jarak jauh.

Sebagai bagian dari inisiatif kebijakan, ASDP juga berkomitmen untuk memastikan pengelolaan sumber daya secara efisien. Heru Widodo menegaskan bahwa penyesuaian tarif tidak mengurangi kualitas layanan, seperti keamanan, kebersihan, serta kenyamanan bagi penumpang. “Kami tetap menjaga standar layanan yang sama meskipun terjadi penurunan harga,” jelasnya. Selain itu, pengurangan biaya juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing transportasi laut dalam membidik pasar wisatawan dan pekerja migran.

Leave a Comment