Prabowo Panggil Rosan hingga Burhanuddin Abdullah ke Istana, Bahas Apa?
Prabowo Panggil Rosan hingga Burhanuddin Abdullah – Dalam upaya memperkuat konsolidasi kebijakan ekonomi nasional, Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah tokoh penting ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Pada hari Jumat (22/5/2026), rapat penting diadakan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani, serta Burhanuddin Abdullah, ketua Tim Pakar sekaligus inisiator Badan Pengelola Investasi (BPI). Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan peran stakeholder dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global yang terus mengintai.
Penjelasan Agendakan Pertemuan
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertemuan tersebut diadakan untuk membahas strategi pengembangan ekonomi dan peningkatan daya saing sektor investasi. “Kita akan evaluasi kinerja sektor keuangan dan investasi, serta merancang langkah-langkah yang lebih tepat untuk menarik investasi asing,” jelas Airlangga dalam wawancara dengan media. Sementara itu, Rosan Perkasa Roeslani menekankan bahwa kehadiran Burhanuddin Abdullah memberikan perspektif kebijakan yang lebih holistik.
Peran dan Kontribusi Masing-Masing Peserta
Prabowo Subianto memanggil Rosan Perkasa Roeslani karena peran pentingnya dalam pengelolaan kebijakan investasi yang menjadi prioritas pemerintah. Sebagai CEO Danantara, Rosan dikenal aktif dalam mempercepat proses pengambilan keputusan terkait pengembangan proyek strategis. Di sisi lain, Burhanuddin Abdullah, yang juga sebagai ketua Tim Pakar, diberikan tanggung jawab untuk memberikan rekomendasi kebijakan berbasis data dan riset ekonomi.
“Penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai direktur utama DSI adalah salah satu titik fokus dalam pertemuan ini,” terang Rosan.
Menurutnya, pemilihan Luke Thomas Mahony dilakukan setelah pengamatan mendalam terhadap kapasitasnya dalam pengelolaan proyek-proyek infrastruktur dan investasi. Luke, yang memiliki pengalaman di sektor keuangan internasional, diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi strategis dalam beberapa bidang seperti energi terbarukan dan teknologi.
Strategi Ekonomi dan Kebijakan Investasi
Di tengah persaingan ekonomi global yang semakin ketat, Prabowo Subianto menekankan pentingnya konsistensi dalam pengambilan kebijakan. “Kita perlu memastikan bahwa setiap langkah kita selaras dengan visi ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Airlangga saat menjelaskan agenda rapat. Poin utama yang dibahas meliputi pengembangan kebijakan fiskal, perbaikan iklim investasi, dan kebijakan perdagangan yang lebih terbuka.
Kontribusi Tim Pakar dalam Proses Kebijakan
Sebagai salah satu pendiri BPI, Burhanuddin Abdullah dianggap memiliki wawasan mendalam tentang dinamika pasar investasi dalam negeri. Ia turut mengingatkan pentingnya integrasi antara kebijakan ekonomi dan sektor publik. “Tim Pakar akan menjadi pendukung yang konsisten dalam memastikan kebijakan ini berjalan efektif,” tambahnya. Kehadiran Tim Pakar diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah dan pelaku ekonomi dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi.
Sejumlah anggota Tim Pakar juga turut hadir dalam rapat tersebut untuk memberikan masukan terkait program prioritas. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk meninjau kembali strategi pengembangan ekonomi, termasuk peran BPI dalam menarik investasi besar dari luar negeri. Dengan menggandeng berbagai pihak, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem investasi yang lebih stabil dan menarik bagi para investor.
