Special Plan: ASDP Mencatatkan Pendapatan Rp4,96 Triliun, Layanan Perintis Tumbuh 11 Persen di 2025
Special Plan – Dalam rangkaian Special Plan yang telah dijalankan sepanjang tahun 2025, ASDP Indonesia (Persero) berhasil mencatatkan pendapatan operasional hingga akhir tahun sebesar Rp4,96 triliun, dengan laba konsolidasi mencapai Rp285,4 miliar. Angka ini menggambarkan kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun sektor transportasi penyeberangan masih menghadapi berbagai tantangan operasional dan peningkatan mobilitas masyarakat. Special Plan menjadi strategi utama yang mendukung peningkatan kualitas layanan serta efisiensi operasional perusahaan.
Keselamatan dan Efisiensi Operasional di Tahun 2025
Sementara itu, dalam tahun 2025, ASDP tetap berupaya memastikan keamanan dan kualitas layanan bagi para penumpang. Meski terjadi sejumlah insiden laut seperti kecelakaan, kapal terjebak, atau tabrakan, tingkat kecelakaan kapal terjaga pada angka 0,220 persen, yang lebih baik dari target sebesar 0,230 persen. Total terdapat lima kecelakaan yang terjadi sepanjang tahun, menunjukkan komitmen perusahaan dalam Special Plan untuk meningkatkan kesadaran keamanan dan mengurangi risiko dalam operasional.
“Keselamatan harus menjadi budaya kerja yang tetap terjaga dalam setiap proses operasional. Kami ingin memperkuat kesadaran kolektif bahwa ASDP tidak hanya menghubungkan pulau-pulau, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam pernyataannya, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Penguatan Jaringan Layanan Perintis
Salah satu fokus utama Special Plan adalah penguatan jaringan layanan perintis, yang berperan krusial dalam menghubungkan daerah-daerah terpencil di Indonesia. Hingga akhir tahun 2025, jumlah perjalanan penyeberangan perintis mencapai lebih dari 93 ribu kali, meningkat 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menandai kesuksesan perusahaan dalam memenuhi target yang ditetapkan sebagai bagian dari Special Plan.
Kenaikan tersebut didukung oleh peningkatan kapasitas armada serta perbaikan infrastruktur pelabuhan. Selain itu, ASDP juga mengalami pertumbuhan signifikan pada jumlah kendaraan yang ditransportasi, mencapai lebih dari 556 ribu unit, naik 15 persen dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menggarisbawahi peran ASDP sebagai penggerak konektivitas nasional dan perekat perekonomian wilayah.
Dalam Special Plan tahun 2025, ASDP terus mengembangkan inovasi di bidang transportasi laut. Perusahaan meluncurkan beberapa program modernisasi, termasuk penerapan teknologi digital untuk mempercepat proses pelayanan, meningkatkan pengalaman penumpang, serta memastikan keandalan jadwal kapal. Langkah-langkah ini mencerminkan komitmen ASDP untuk meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Peningkatan layanan perintis juga menjadi bagian dari Special Plan yang bertujuan mengurangi kesenjangan aksesibilitas antar daerah. Dengan adanya lebih dari 93 ribu perjalanan, ASDP berhasil memperluas jaringan ke berbagai wilayah, termasuk daerah 3TP (tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan). Hal ini berdampak positif terhadap ekonomi lokal, karena meningkatkan aksesibilitas barang dan jasa, serta mendorong mobilitas tenaga kerja dan konsumen.
Selain itu, Special Plan juga memprioritaskan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pemberdayaan karyawan lokal. ASDP menginvestasikan dana dalam program peningkatan keterampilan dan kesejahteraan karyawan, yang bertujuan menciptakan ekosistem kerja yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah dan pengembangan ekonomi nasional.