Edukasi

Key Issue: Inspiratif! Suhaida Lulus Kuliah S1 di Usia 72 Tahun, Tak Ada Kata Terlambat untuk Belajar

Suhaida Lulus S1 di Usia 72 Tahun, Belajar Tak Pernah Terlambat

Kisah Inspiratif di Usia Lanjut

Key Issue adalah kisah nyata yang menginspirasi banyak orang. Suhaida, seorang warga Batam, berhasil meraih gelar Sarjana (S1) Teologi dari STT IKAT Jakarta di usia yang cukup lanjut, yaitu 72 tahun. Ini menjadi bukti bahwa usia bukanlah batas untuk mengejar impian. Dengan semangat yang tak pernah padam, Suhaida menunjukkan bahwa belajar adalah proses yang bisa dilakukan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari usaha yang tekun. Meski usianya sudah melewati kepala tujuh, Suhaida tetap aktif dalam berbagai kegiatan akademik. Ia menjalani kuliah sambil menjaga rutinitas sehari-hari, termasuk mengurus keluarga dan berpartisipasi dalam ibadah. “Key Issue ini mengajarkan saya bahwa tak ada batasan untuk terus berkembang,” ungkapnya dengan senyum bangga.

Persiapan dan Proses Belajar

Menjadi mahasiswa di usia 72 tahun membutuhkan persiapan matang. Suhaida mengatakan bahwa ia memulai program studi S1 Teologi setelah merasa ada kebutuhan untuk memperdalam pengetahuan agama. Proses belajarnya terbilang berat, karena ia harus mengikuti jadwal kuliah, mengerjakan tugas akhir, dan menghadiri ujian tanpa bantuan teknologi canggih. Namun, ia tak menyerah.

“Key Issue dalam hidup saya adalah selalu mencari tahu dan meningkatkan diri. Belajar adalah cara saya untuk terus melayani Tuhan,” tutur Suhaida. Meski menghadapi kesulitan fisik seperti lelah saat membaca buku tebal, ia tetap berusaha dengan sabar. “Saya perlahan belajar, tetapi tidak pernah berhenti,” tambahnya.

Motivasi di Balik Kesuksesan

Suhaida mengungkapkan bahwa motivasi utamanya adalah untuk menjadi lebih baik dalam pelayanan. “Key Issue ini memberi saya kekuatan untuk melanjutkan pendidikan meski usia sudah memasuki senja,” katanya. Ia berharap pengalaman ini bisa menjadi contoh bagi generasi muda bahwa usia bukan penghalang, tetapi peluang baru.

Persiapan awalnya terasa berat, tetapi dengan dukungan keluarga dan komunitas, Suhaida mampu menjalani studi hingga selesai. “Saya tak bisa mengeluh karena Tuhan sudah memberi kesempatan. Key Issue ini adalah bentuk persembahan dari hati,” jelasnya.

Kegigihan dalam Tantangan

Menyelasaikan S1 di usia 72 tahun bukanlah hal mudah. Suhaida mengakui bahwa ia pernah mengalami kejenuhan dan kesulitan mengingat materi. Namun, ia berusaha mengatasi hal tersebut dengan metode belajar yang disesuaikan. “Key Issue ini mengajarkan saya bahwa ketekunan adalah kunci sukses,” katanya.

Proses belajar juga mengajarkan Suhaida tentang pentingnya kebersamaan. Ia sering berdiskusi dengan teman-temannya di kelas, bahkan meminta bantuan dari orang muda untuk mengecek referensi. “Key Issue ini membuat saya merasa bahwa usia bukan penghalang, tapi pembelajaran yang terus berlangsung,” ujarnya.

Inspirasi untuk Generasi Masa Depan

Kisah Suhaida menjadi bukti bahwa Key Issue tentang belajar bisa terwujud di usia apa pun. Ia berharap kisahnya bisa mendorong orang lain, terutama lansia, untuk tetap aktif dalam mengejar ilmu. “Key Issue ini mengingatkan saya bahwa hidup adalah perjalanan, dan setiap usia bisa menjadi waktu untuk mengejar hal baru,” pungkasnya.

Setelah lulus, Suhaida berharap bisa memberikan pengaruh positif pada masyarakat. Ia ingin menjadi pelopor di kalangan lansia yang tertarik belajar. “Key Issue ini adalah tentang semangat, dan saya ingin membagikannya kepada siapa pun yang masih ingin tumbuh,” imbuhnya. Kisahnya menunjukkan bahwa tak ada kata terlambat untuk belajar, selama ada ketekunan dan keinginan yang kuat.

Leave a Comment