News

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Parigi Moutong – BNPB Ingatkan Warga Waspada Banjir Susulan

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Parigi Moutong, BNPB Ingatkan Warga Waspada Banjir Susulan

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Parigi – Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengalami kejadian banjir yang mengguncang permukiman warga, dengan ratusan rumah terendam air. Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mengimbau masyarakat setempat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan yang bisa terjadi akibat hujan deras yang masih berlangsung. Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), banjir terjadi pada Kamis, 11 Juni 2026, dengan dampak yang dirasakan paling parah di Desa Ongka, Kecamatan Ongka Malino. Kebocoran air sungai menyebabkan genangan yang mengancam kehidupan sehari-hari warga.

Analisis Penyebab Banjir di Parigi Moutong

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Parigi Moutong berawal dari hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut hampir sepanjang hari. Cuaca ekstrem ini menyebabkan peningkatan debit air di beberapa sungai, termasuk yang mengalir melalui Desa Ongka. Pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa genangan air sempat berkurang pada Jumat, 12 Juni 2026, namun kenaikan kembali terjadi pada malam hari karena hujan lebat yang kembali mengguyur. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan banjir susulan, yang perlu diwaspadai oleh warga setempat.

BPBD Parigi Moutong melaporkan bahwa total 176 unit rumah terkena dampak banjir. Area permukiman yang terendam terutama mengalami kesulitan dalam kegiatan sehari-hari, termasuk akses ke makanan, air bersih, dan fasilitas kesehatan. Pemerintah setempat telah melakukan upaya penanggulangan, seperti evakuasi warga terdampak dan distribusi bantuan darurat. Namun, kebutuhan akan pemulihan lebih lanjut masih terus meningkat.

Peringatan BNPB dan Kesiapan Masyarakat

BNPB mengimbau warga Parigi Moutong untuk tetap siaga terhadap potensi banjir susulan. “Kondisi cuaca yang masih tidak menentu berpotensi memicu kenaikan debit air sungai, sehingga masyarakat perlu mengantisipasi,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Sabtu (13/6/2026). Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap daerah rawan banjir, terutama saat hujan intensitas sedang hingga lebat terjadi kembali.

Dalam konteks ini, banjir Rendam Ratusan Rumah di Parigi Moutong menjadi contoh krisis yang bisa terjadi di daerah lain. BMKG mencatat bahwa sejumlah wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau, tetapi beberapa daerah masih berpotensi mengalami hujan lebat yang bisa menyebabkan perubahan tingkat debit air. Karena itu, persiapan akan bencana alam seperti banjir harus terus dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Pasca banjir, petugas BPBD dan relawan terus bergerak untuk membersihkan genangan dan memastikan aksesibilitas ke lokasi terdampak. Selain itu, pihak setempat juga memperketat sistem pengawasan terhadap kondisi air dan cuaca. Masyarakat dihimbau untuk memantau peringatan cuaca dan mengambil langkah pencegahan, seperti membangun bendungan sementara atau mengungsi ke area yang lebih tinggi jika diperlukan.

Leave a Comment