News

Bareskrim Tangkap Kaki Tangan Buronan Bandar Narkoba Agung Apek – Nih Tampangnya!

Bareskrim Tangkap Kaki Tangan Buronan Bandar Narkoba Agung Apek

Bareskrim Tangkap Kaki Tangan Buronan Bandar – Bareskrim Polri berhasil menangkap kaki tangan dari buronan bandar narkoba Agung Darmawan, yang dikenal dengan nama panggilan Agung Apek. Penangkapan ini dilakukan di Palembang, Sumatera Selatan, antara tanggal 10 hingga 14 Juni 2026, dan melibatkan tiga tersangka. Operasi ini menjadi bagian dari upaya pihak berwajib untuk menekan aktivitas perdagangan narkoba yang berlangsung di wilayah tersebut.

Latar Belakang Operasi dan Kontribusi Bea Cukai

Operasi mengungkap kaki tangan buronan bandar narkoba Agung Apek berawal dari informasi yang diberikan oleh Bea Cukai. Unit Bea Cukai Palembang mencatat aktivitas pengiriman paket narkoba ke Bogor, yang akhirnya tiba di Purwakarta, Jawa Barat. Berdasarkan data yang dianalisis, tim penyelidik menemukan keterkaitan antara nomor telepon pengirim dan tujuan, serta mengidentifikasi seseorang bernama Puja Kusuma sebagai anggota jaringan teroris Agung Apek.

“Bea Cukai Palembang menelpon nomor tujuan paket yang diterima di Bogor, dan setelah dianalisis, ditemukan bahwa nomor tersebut terdaftar di Purwakarta,” jelas Brigjen Eko Hadi Santoso, Selasa (16/6/2026). Penelusuran ini memicu koordinasi antara Bareskrim dan Polda Sumatera Selatan, yang akhirnya mengarah pada penangkapan tiga individu terkait jaringan narkoba yang dipimpin Agung Apek.

Proses Penangkapan dan Penyelidikan

Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi menemukan bahwa tersangka Ahmad Badawi, dikenal sebagai Samba, bekerja sama dengan Abdul Latif alias Dony untuk mengirimkan barang narkoba dari Aceh. Samba bertugas sebagai pengirim, sedangkan Dony berperan sebagai pengendali operasi. Meski identitas Pakcik, sumber awal narkoba, masih menjadi misteri, analisis data membantu menemukan jejak aktivitas jaringan tersebut.

“Abdul Latif bertindak sebagai pengendali dan pengedar yang meminta narkoba sabu dari Pakcik. Setelah Pakcik menyetujui, ia diberikan kode resi pengiriman untuk memastikan keberhasilan pengiriman secara berkala,” ungkap Eko. Penyelidikan ini menunjukkan bahwa kaki tangan buronan bandar narkoba Agung Apek terlibat dalam sistem distribusi yang kompleks, dengan jalur pengiriman melintasi beberapa provinsi.

Tim Bareskrim terus menggali informasi lebih lanjut untuk memperkuat kasus. Selain Puja Kusuma, yang menjadi tersangka utama, dua individu lainnya diidentifikasi sebagai pelaku penyaluran narkoba. Pihak berwajib menyatakan bahwa operasi ini tidak hanya memperkecil risiko keberhasilan Agung Apek, tetapi juga mengungkap strategi pengiriman yang dipersiapkan secara rapi. Koordinasi lintas daerah menjadi kunci dalam menemukan lokasi penyimpanan barang bukti.

Analisis Peran Suspect dalam Jaringan Narkoba

Puja Kusuma, yang ditangkap sebagai kaki tangan, ditemukan memiliki peran penting dalam menghubungkan antara sumber narkoba di Aceh dan tujuan di Jawa Barat. Pihak berwajib menyatakan bahwa ia bertugas sebagai pengantar barang, dengan menggunakan jasa kurir yang bekerja secara terpisah. Penangkapan ini juga membongkar jejak pengiriman yang dilakukan melalui jaringan pengiriman barang yang tersembunyi.

Bareskrim Polri menekankan bahwa operasi ini adalah contoh dari kerja sama antar lembaga penyelidik yang efektif. Bea Cukai dan Polda Sumatera Selatan berperan penting dalam mengumpulkan data yang menjadi dasar investigasi. Selain itu, data analisis ternyata juga mengungkap kebiasaan komunikasi para tersangka, seperti penggunaan kode resi dan jadwal pengiriman yang disesuaikan dengan kemungkinan keberhasilan operasi.

Dampak Penangkapan terhadap Pemberantasan Narkoba

Penangkapan kaki tangan buronan bandar narkoba Agung Apek diharapkan dapat mempercepat proses penuntutan terhadap Agung Darmawan. Sebagai buronan sejak Februari 2026, Agung Apek dianggap sebagai salah satu pelaku utama dalam peredaran narkoba skala besar. Dengan keterlibatan Puja Kusuma dan lainnya, kasus ini semakin kuat sebagai bukti keseriusan Bareskrim dalam menindak pelaku besar.

Polisi juga mengungkap bahwa jaringan ini telah terlibat dalam pengiriman narkoba secara berkala, dengan paket yang diselundupkan melalui jalur darat dan udara. Sejumlah barang bukti berhasil disita, termasuk kemasan sabu dan dokumen pendukung. Penyidik menilai bahwa tindakan ini membantu mengungkap struktur kriminal jaringan Agung Apek, yang sebelumnya sulit dilacak karena sistem distribusinya yang rapat.

Leave a Comment