News

Diduga Lecehkan Bocah di Tangsel – Pria Mabuk Babak Belur Dipukuli Warga

Diduga Lecehkan Bocah di Tangsel, Pria Mabuk Babak Belur Dipukuli Warga

Diduga Lecehkan Bocah di Tangsel – Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi sorotan publik setelah seorang pria berinisial A (23) menjadi korban pemukulan oleh warga akibat dituduh melakukan pelecehan terhadap seorang anak berusia sembilan tahun. Insiden terjadi pada hari Minggu, 24 Mei 2026, saat A dalam kondisi mabuk. Dugaan pelecehan seksual ini memicu reaksi kuat dari masyarakat, yang akhirnya menangkap pelaku dan memukulinya hingga babak belur.

Detil Peristiwa dan Alur Kecelakaan

Menurut laporan polisi, A dan saudaranya D sebelumnya mengonsumsi arak Bali di kontrakannya sekitar pukul 10.00 WIB. Keduanya kemudian bermain di luar rumah dalam kondisi masih terpengaruh alkohol. Saat bermain, A terjatuh ke selokan dan terbawa arus air. “Pukul 14.00 WIB, A keluar dari kontrakan untuk bermain hujan-hujanan. Ia tergelincir ke dalam selokan dan terbawa arus,” jelas Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, saat dihubungi Senin (25/5/2026).

Setelah mengalami kecelakaan, A terlihat mengalami kesulitan berjalan dan mengejutkan warga sekitar. Saat itu, ia bertemu dengan anak-anak yang sedang bermain di selokan. Dalam keadaan mabuk, A menangkap celana anak bernama K (9) yang sedang bermain petak umpet. Anak tersebut terkejut dan berteriak, tetapi A tak kunjung berhenti. Akhirnya, warga yang melihat kejadian tersebut langsung menghentikan aksi pelaku dengan memukulinya hingga babak belur.

Respons dari Warga dan Pihak Terkait

Korban, K, sedang bermain bersama teman-temannya di selokan saat insiden terjadi. Pria mabuk itu memanfaatkan kondisi terlantaranya untuk melakukan tindakan tidak senonoh. Setelah berlari kecil, A akhirnya ditangkap oleh warga yang melihat kejadian tersebut. “Warga menganggap tindakan A sebagai pelecehan terhadap anak-anak, terutama karena terjadi di dekat sekolah,” kata saksi mata yang tak ingin menyebut nama.

Peristiwa ini memicu reaksi cepat dari pihak berwenang. Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, mengungkapkan bahwa penyidik sedang mempelajari latar belakang A dan D untuk menentukan tingkat keculasan pelaku. “Kita juga mengecek saksi-saksi lain yang melihat kejadian tersebut dan meminta keterangan korban,” imbuhnya. Selain itu, warga mengapresiasi langkah cepat mereka dalam menghentikan kekerasan. “Kita ingin melindungi anak-anak dari perlakuan tidak menyenangkan, terutama di lingkungan yang seharusnya aman,” ujar seorang warga yang hadir saat kejadian.

Insiden Diduga Lecehkan Bocah di Tangsel ini juga menjadi perbincangan di media sosial lokal. Banyak netizen menyayangkan sikap A yang tidak terkendali akibat alkohol dan mengkritik pengelolaan lingkungan sekolah. “Anak-anak di Tangsel sudah cukup banyak yang mengalami perlakuan tidak sopan, ini harus menjadi pelajaran,” tulis salah satu akun Instagram yang mendukung tindakan warga. Selain itu, keluarga korban menyatakan kekecewaan mereka terhadap kejadian tersebut dan berharap pihak berwenang memberikan hukuman yang tegas.

Sejumlah warga juga menuntut penegakan hukum terhadap A dan D. “Mereka berdua harus bertanggung jawab, tidak hanya atas tindakan mabuknya, tetapi juga karena melibatkan anak-anak,” terang salah satu warga yang menjadi saksi. Polisi menyatakan bahwa mereka akan segera mengeluarkan surat panggilan untuk A dan D serta mengumpulkan bukti lebih lanjut. “Kita juga akan melibatkan tim khusus untuk mengevaluasi kondisi anak korban dan memberikan perlindungan tambahan,” jelas AKP Dhady Arsya.

Peristiwa Diduga Lecehkan Bocah di Tangsel ini memperlihatkan betapa pentingnya kesadaran akan dampak alkohol terhadap perilaku manusia. Meski A dan D memang terlihat tertawa dan bermain dengan santai sebelum kejadian, tetapi perbuatan mereka berubah menjadi tindakan yang mengganggu ketenangan warga. Peristiwa ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlindungan anak-anak di lingkungan sekitar, khususnya di daerah-daerah dengan jumlah anak yang besar.

Leave a Comment