Munas VI KBPP Polri Dorong Soliditas, Kabaharkam: Harus Bermanfaat bagi Masyarakat
Facing Challenges – Dalam upaya menghadapi tantangan yang semakin kompleks, Munas VI Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri menjadi momen penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan organisasi. Kegiatan yang berlangsung di Jakarta ini dirancang sebagai langkah strategis dalam menghadapi perubahan dinamika keamanan nasional, dengan fokus pada soliditas KBPP Polri sebagai penopang utama tugas-tugas institusi kepolisian. Dengan tema “Solid untuk Polri dan Negeri,” Munas VI mengajak seluruh anggota KBPP untuk menjaga koordinasi, sinergi, dan semangat kerja sama yang mampu menghadapi berbagai hambatan di era digital dan sosial yang terus berkembang.
Tantangan yang Harus Dihadapi
Munas VI tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga platform untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi KBPP Polri sehari-hari. Di tengah persaingan informasi yang semakin sengit, serta munculnya masalah seperti disinformasi, radikalisme, dan intoleransi, organisasi ini diharapkan dapat berperan lebih aktif dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan. Kabaharkam yang menjadi pengarah acara menyatakan bahwa soliditas KBPP harus menjadi fondasi utama dalam menghadapi perubahan yang terus terjadi, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Evita Nursanty, Ketua Umum KBPP Polri, menekankan bahwa menghadapi tantangan memerlukan komitmen yang konsisten dari seluruh elemen organisasi. “Kita harus selalu siap untuk menerima berbagai bentuk tekanan dan keberagaman permasalahan yang muncul,” ujarnya, seperti dilansir pada Jumat (15/5/2026). Ia menjelaskan bahwa dalam menghadapi tantangan, soliditas KBPP Polri tidak hanya ditunjukkan melalui kesatuan luar, tetapi juga dari keselarasan tujuan, saling percaya, dan rasa persaudaraan yang terbangun di setiap tingkatan struktur. Dengan demikian, KBPP Polri bisa menjadi bagian dari solusi dalam menjaga harmoni bangsa.
‘Organisasi yang terpecah adalah organisasi yang lemah. Organisasi seperti itu tidak mampu melangkah jauh dan mencapai tujuan mulianya,’ ujar Evita, seperti yang dikutip pada Jumat (15/5/2026). Pernyataan ini menegaskan bahwa menghadapi tantangan memerlukan kekompakan dan kolaborasi yang terjalin secara dinamis. Kebutuhan soliditas menjadi semakin penting, terutama dalam era di mana perubahan sosial dan teknologi bisa mempercepat munculnya masalah baru.
Salah satu aspek utama yang dibahas dalam Munas VI adalah adaptasi organisasi terhadap kondisi kehidupan masyarakat yang berubah cepat. Evita menyoroti bahwa keberhasilan KBPP Polri dalam menghadapi tantangan bergantung pada kemampuan mengelola informasi, membangun kepercayaan dengan masyarakat, dan menjaga konsistensi dalam berbagai tugas. Di sisi lain, para peserta Munas juga menyoroti pentingnya inovasi dalam metode komunikasi dan kegiatan, agar KBPP tetap relevan dalam memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan institusi polri.
Dalam rangka menghadapi tantangan, Kabaharkam meminta seluruh anggota KBPP Polri untuk terus meningkatkan kinerja dan tanggung jawab. “Kita harus terus beradaptasi, tetapi tetap menjaga inti misi yang telah lama dipegang,” tambahnya. Ia menjelaskan bahwa soliditas KBPP adalah kunci utama dalam memperkuat daya tahan organisasi terhadap berbagai tekanan, baik dari dalam maupun luar. Untuk mewujudkan hal ini, kegiatan Munas VI juga menggagas program-program baru yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan.
