Gedung Empat Lantai di Maroko Runtuh – Tewaskan Setidaknya 9 Orang
Gedung Empat Lantai di Maroko Runtuh – Satu kejadian menggemparkan terjadi pada Rabu (21/5/2026) di kota Fez, Maroko, ketika sebuah gedung berlantai empat runtuh secara mendadak, menewaskan setidaknya 9 orang dan melukai sejumlah korban lain. Berdasarkan laporan dari jaksa kota, kejadian tersebut terjadi pada pukul 10.00 pagi setempat, dengan puing-puing bangunan membanjiri jalan utama di wilayah kota yang dikenal sebagai pusat budaya dan sejarah. Gedung yang berdiri sejak dekade 1980-an tersebut terletak di area padat penduduk, sehingga kejadian itu menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan struktur bangunan di kota tersebut.
Pengungkapan Informasi Awal
Menurut informasi terkini yang diterima dari media pemerintah Al Oula, setidaknya enam orang berhasil dievakuasi dari reruntuhan gedung dalam waktu 12 jam setelah kejadian. Puluhan warga sekitar dibawa ke pusat perawatan darurat oleh petugas pemadam kebakaran dan relawan, sementara proses pencarian korban selamat masih terus berlangsung. Korban yang terluka diberi perawatan intensif di rumah sakit terdekat, sementara pihak berwenang melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.
Seorang tetangga yang tinggal di dekat lokasi kejadian mengatakan, “Reruntuhan bangunan ini menimbulkan rasa takut yang luar biasa. Banyak orang berlarian kecil, dan bising dari suara puing-puing mengenai dinding dan atap masih terdengar.”
Kondisi Gedung dan Potensi Risiko
Gedung yang runtuh tersebut merupakan bangunan tua dengan usia sekitar 40 tahun, yang dibangun dengan teknik konstruksi yang relatif sederhana untuk masa itu. Meski sempat menjalani renovasi kecil pada 2020, kondisi strukturnya masih rentan terhadap getaran bumi atau beban berlebih. Pengamat arsitektur lokal menyebutkan bahwa bangunan ini berada dalam kategori “berisiko tinggi” jika tidak diperkuat secara berkala.
Sebagai langkah pencegahan, pemerintah setempat memperketat pemeriksaan keamanan bangunan tua, terutama di kawasan padat penduduk seperti Fez. Sejumlah 38.800 gedung di seluruh Maroko telah diklasifikasikan sebagai berisiko runtuh pada tahun lalu, menurut pernyataan Menteri Perumahan Rakyat Adib Ben Ibrahim. Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan kebijakan baru untuk memperketat regulasi bangunan di daerah rawan gempa.
Konteks Sejarah dan Pemicu Kecelakaan
Fez, yang merupakan kota ketiga terpadat di Maroko, sudah tidak asing dengan kejadian serupa sebelumnya. Pada Desember 2025, sebuah gedung kantoran di wilayah Timur Maroko runtuh, menewaskan 22 orang. Kejadian itu memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas konstruksi di kawasan perkotaan. Selain itu, pada tahun 2010, menara masjid di kota sejarah Meknes juga mengalami kecelakaan serupa yang menewaskan 41 orang, menunjukkan bahwa risiko kecelakaan bangunan sudah menjadi isu yang konsisten di negara ini.
Banyak ahli memperkirakan bahwa kejadian di Fez bukanlah kebetulan, melainkan akibat pengabaian perawatan bangunan yang usang. Di samping itu, beberapa warga mengungkapkan bahwa bangunan tersebut sempat digunakan sebagai tempat penyimpanan barang dan juga menjadi tempat tinggal sementara bagi para pekerja migran. Ini memperbesar potensi kerusakan akibat beban yang melebihi kapasitas desain awal.
Kebutuhan Perbaikan dan Kesiapan Darurat
Menurut laporan terbaru, pemerintah Maroko telah menetapkan anggaran besar untuk memperbaiki struktur bangunan tua di kota-kota utama. Namun, kejadian di Fez mengingatkan kembali betapa pentingnya kecepatan respons darurat dan koordinasi antara pihak berwenang. Petugas pemadam kebakaran, polisi, dan tim medis bekerja sama untuk memastikan semua korban ditemukan dan diberi perawatan. Selain itu, badan bantuan internasional juga siap memberikan dukungan teknis dan logistik jika dibutuhkan.
Korban yang terluka didominasi oleh warga setempat, sebagian besar pekerja dan keluarga mereka. Setelah kejadian, warga sekitar dibebaskan dari area rawan, sementara pekerjaan evakuasi terus dilakukan. Penyebab pasti dari runtuhnya gedung tersebut masih dalam penyelidikan, dengan kemungkinan gempa bumi kecil atau faktor cuaca ekstrem sebagai pemicu awal. Informasi lebih lanjut akan diumumkan setelah investigasi selesai.
