Adex Yudiswan, Jenderal Polri yang Terjun ke Hutan Latimojong
Key Issue – JAKARTA – Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri, kembali melakukan penyegaran struktur organisasi Polri. Dalam perubahan ini, Brigjen Pol Adex Yudiswan diangkat sebagai Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim, menggantikan Brigjen Himawan Bayu Aji. Mutasi ini diumumkan melalui Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026, yang dikeluarkan pada 7 Mei 2026. Adex Yudiswan, yang dikenal sebagai pribadi dedikatif, tetap menjadi sorotan karena aksi heroiknya saat menggali jasad korban pesawat jatuh di Hutan Latimojong.
Profil dan Perjalanan Karier Adex Yudiswan
Adex Yudiswan lahir di Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, pada 3 Desember 1974. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996 dan telah menunjukkan kompetensi di berbagai bidang, terutama dalam penyelidikan dan tugas lapangan. Sebelum mengemban jabatan baru, ia menjabat Kapolres Luwu, Polda Sulawesi Selatan, di mana kinerjanya memicu perbincangan publik karena ketegasan dan kecepatan dalam mengatasi situasi darurat.
“Mutasi dan rotasi jabatan adalah bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel Polri dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, Minggu (10/5/2026).
Rotasi ini sekaligus memperlihatkan kepercayaan Kapolri terhadap kemampuan Adex Yudiswan, yang dikenal mampu memimpin operasi dengan efisien. Selama ini, ia juga berkontribusi dalam penguatan kapasitas kepolisian di wilayah sulawesi selatan.
Heroik di Hutan Latimojong
Pada 10 Mei 2026, Adex Yudiswan kembali memperlihatkan dedikasinya dalam tugas penyelamatan. Pesawat Aviastar yang mengalami kecelakaan di Hutan Latimojong, Pegunungan Bajaja, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mengakibatkan korban yang harus ditemukan di tengah kondisi medan yang sulit. Dengan cepat, ia turun ke hutan, melakukan evakuasi korban secara mandiri, dan memastikan semua jasad korban ditemukan secara lengkap.
Kebiasaan ini menggambarkan semangat “Key Issue” dalam tugas kepolisian, yaitu kesungguhan untuk menyelesaikan masalah dengan cepat dan efektif. Operasi penyelamatan yang dipimpinnya tidak hanya menjadi contoh keberanian, tetapi juga membuktikan kemampuan manajemen di lingkungan kerja yang tidak terduga. Karena keberaniannya, Adex Yudiswan mendapat apresiasi dari rekan-rekan kerja, masyarakat setempat, dan pihak berwenang.
Meski telah memasuki jabatan baru, keberhasilan di Latimojong tetap menjadi bagian dari sejarahnya. Tugas Dirtipidsiber Bareskrim menuntutnya untuk menghadapi ancaman cybercrime yang semakin kompleks, tetapi pengalaman di medan darat diharapkan dapat memberikan keunggulan dalam memimpin operasi keamanan digital.
Berita Terkini tentang Profil Adex Yudiswan
Sebagai Direktur Tindak Pidana Siber, Adex Yudiswan diperkirakan akan mengambil peran penting dalam menghadapi kejahatan siber yang meresahkan masyarakat. Sebelumnya, ia telah membantu menangani kasus-kasus besar di bidang penyelidikan, termasuk operasi penyelamatan korban kecelakaan. Dengan menggabungkan pengalaman di medan darat dan kemampuan dalam teknologi, ia diharapkan mampu menciptakan kebijakan yang lebih responsif terhadap isu-isu keamanan digital.
“Key Issue” dalam kepolisian adalah memastikan setiap tugas dilakukan secara maksimal, baik di darat maupun di digital. Adex Yudiswan dianggap memiliki kemampuan yang selaras dengan visi Polri untuk memperkuat kapasitas di semua sektor,” ungkap seorang sumber dari Bareskrim.
Mutasi ini juga menjadi refleksi dari penghargaan Polri terhadap profesionalisme personel, termasuk Adex Yudiswan yang secara konsisten menunjukkan kinerja di luar ekspektasi.
Sebagai seorang jenderal, ia diharapkan menjadi teladan bagi anggota Polri lainnya, terutama dalam menghadapi situasi kritis. Perjalanan karier Adex Yudiswan menunjukkan komitmen yang luar biasa, baik dalam bidang teknis maupun operasional. Kini, ia akan menantang diri untuk memperluas kontribusi di posisi baru, sementara keberaniannya di Hutan Latimojong tetap menjadi kenangan yang tak terlupakan.