News

Menlu RI: Indonesia Minta Bantuan Yordania dan Turki untuk Lindungi WNI yang Ditahan Israel

Menlu RI Minta Bantuan Yordania dan Turki untuk Lindungi WNI yang Ditahan Israel

Menlu RI – Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI), Sugiono, mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia sedang berupaya memperoleh dukungan dari negara-negara mitra, terutama Yordania dan Turki, guna memastikan perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan oleh Israel selama berpartisipasi dalam misi kemanusiaan terkait aksi penyelamatan para tahanan Palestina di Gaza. Ini menjadi langkah penting dalam menghadapi situasi krisis yang terjadi di Tepi Barat, khususnya dalam konteks konflik antara Israel dan Palestina yang masih berlangsung.

Upaya Koordinasi dengan Negara-Negara Mitra

Pemintaan bantuan tersebut dilakukan dalam rangka mengatasi keterbatasan komunikasi langsung dengan pihak Israel. Menlu RI menjelaskan bahwa karena hubungan diplomatik Indonesia dengan Israel sedang dalam keadaan terputus, diperlukan kerja sama dengan negara-negara yang memiliki akses lebih baik ke pemerintah Israel, seperti Yordania dan Turki. Dua negara tersebut, yang secara politik dekat dengan Israel, diharapkan dapat membantu menyampaikan pesan dan dukungan dari pemerintah Indonesia kepada para WNI yang terjebak di wilayah Israel.

“Kita sudah meminta bantuan dari teman-teman di Yordania, Turki, dan negara-negara lain yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Tujuannya adalah agar pesan kita dapat sampai kepada WNI yang sedang mengikuti misi kemanusiaan, khususnya selama aksi penyelamatan di wilayah Gaza,” tutur Sugiono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Konteks Misi Global Sumud Flotilla

Misi kemanusiaan yang menjadi perhatian ini adalah bagian dari operasi penyelamatan Global Sumud Flotilla, sebuah kemitraan internasional yang bertujuan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Menlu RI menyebutkan bahwa aksi ini dilakukan oleh sejumlah relawan yang berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Namun, dalam proses tersebut, beberapa WNI mengalami kesulitan karena dibatasi oleh kebijakan Israel.

“Para relawan yang terlibat dalam misi ini sedang menjalankan tugas kemanusiaan, tetapi mereka juga menjadi korban tindakan Israel yang dinilai melanggar prinsip dasar kemanusiaan,” ujarnya. Menlu RI menekankan bahwa perlindungan WNI tetap menjadi prioritas, terlepas dari lingkungan politik yang sedang kritis.

Menlu RI menjelaskan bahwa situasi ini memicu kebutuhan untuk memperkuat koordinasi dengan negara-negara lain yang bisa menjadi mediator atau sumber informasi. Ia mengatakan bahwa upaya ini tidak hanya untuk memastikan kondisi WNI tetap aman, tetapi juga agar upaya kemanusiaan yang dilakukan oleh Indonesia bisa terus berjalan tanpa hambatan.

Koordinasi dan Pengawasan yang Intensif

Sugiono menambahkan bahwa pemerintah Indonesia terus melakukan pemantauan dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait, baik di dalam maupun di luar wilayah Yordania dan Turki. Ia memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dalam rangka perlindungan WNI telah dipertimbangkan dengan matang, termasuk melalui jalur diplomatik dan negosiasi multilateral.

“Meskipun komunikasi kita terbatas, kita tetap aktif memantau kondisi WNI dan berkoordinasi dengan pihak ketiga agar semua kepentingan Indonesia terpenuhi,” pungkasnya. Menlu RI juga berharap bahwa kerja sama dengan Yordania dan Turki dapat menjadi contoh dalam upaya memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara lain yang memiliki kepentingan bersama di wilayah Tepi Barat.

Dalam konteks ini, Indonesia tidak hanya mengutamakan perlindungan WNI, tetapi juga ingin menegaskan komitmen terhadap perdamaian dan kemanusiaan. Sugiono mengatakan bahwa upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan relawan merupakan bagian dari perjuangan global untuk mendukung masyarakat Palestina, terutama dalam kondisi yang sulit akibat tindakan militer Israel.

Menlu RI juga menyoroti pentingnya peran Yordania dan Turki dalam memfasilitasi akses dan perlindungan WNI. Dua negara tersebut dianggap memiliki kemampuan untuk mempercepat proses pembebasan para tahanan serta memastikan kondisi mereka tetap baik. Ia menegaskan bahwa Indonesia akan terus bersinergi dengan kedua negara tersebut untuk memperkuat respons terhadap situasi yang terjadi.

Okezone News berkomitmen menyajikan informasi terkini yang akurat dan dapat dipercaya. Langgani pembaruan terbaru mengenai berbagai isu politik, sosial, serta peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber terpercaya.

Leave a Comment