Tangis Nanik S Deyang Pecah Usai Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN
New Policy – Dalam acara pelantikan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan New Policy yang akan dijalankan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dan distribusi nutrisi. Acara tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6/2026), dengan suasana yang penuh haru saat Nanik menangis tiba-tiba setelah berjabat tangan dengan Presiden Prabowo.
Upacara Pelantikan Penuh Emosi
Berikutnya, New Policy ini akan menjadi salah satu dari tugas utama Nanik dalam memimpin BGN. Seusai upacara, Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan selamat kepada Nanik, yang tampak berusaha menahan air mata. Dalam momen tersebut, tangisannya memecah kegembiraan dan antusiasme para hadirin, menunjukkan keharuan yang menggambarkan komitmennya terhadap bidang kesehatan.
Keterangan: (Arief Setyadi) Okezone News menyajikan berita terkini dengan keakuratan dan kredibilitas tinggi. Ikuti informasi politik, sosial, dan berita penting lainnya secara langsung dari sumber terpercaya.
Dalam wawancara dengan Okezone News, Nanik menjelaskan bahwa New Policy yang diusulkan akan fokus pada pengurangan ketimpangan gizi, peningkatan akses makanan sehat di daerah terpencil, dan pengembangan program pendidikan nutrisi bagi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk mencerminkan kebutuhan masyarakat yang lebih luas, bukan hanya aspek kesehatan, tetapi juga ekonomi dan lingkungan.
Background Nanik S. Deyang
Nanik S. Deyang, yang dilantik sebagai Kepala BGN, memiliki latar belakang yang kuat di bidang gizi dan kesehatan masyarakat. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai direktur di lembaga kesehatan nasional, di mana ia telah mengembangkan berbagai inisiatif yang mendukung New Policy dalam bentuk program pengembangan infrastruktur kesehatan dan kerja sama dengan organisasi internasional. Pengalamannya ini dianggap menjadi kekuatan untuk mewujudkan kebijakan baru yang lebih inklusif.
Acara pelantikan tidak hanya menjadi momen penting bagi Nanik, tetapi juga dianggap sebagai langkah strategis dalam mendorong New Policy yang lebih berfokus pada keberlanjutan dan inovasi. BGN, yang merupakan lembaga yang bertugas memastikan ketersediaan dan distribusi bahan pangan serta nutrisi di seluruh Indonesia, kini diperkuat dengan kepemimpinan Nanik yang diharapkan dapat menghadirkan perubahan signifikan dalam pengelolaan kebijakan gizi nasional.
Banyak pihak mengharapkan New Policy ini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat. Dengan pengalaman yang dimilikinya, Nanik dianggap mampu mengintegrasikan data dan teknologi ke dalam kebijakan, sehingga program BGN bisa lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dalam wawancara, ia juga menyebut bahwa New Policy ini akan diterapkan secara bertahap, dengan pendekatan konsultasi yang melibatkan berbagai stakeholder.
